Konsep Rejeki Dalam Islam

Dalam ilmu fisika, ada hukum kekekalan energi menyatakan bahwa jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah, ia akan tetap sama jumlahnya.

Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain.
Hukum fisika ttg energi diatas sangat identik dengan Ketetapan rezeki yang melekat pada diri tiap tiap manusia yg hidup di dunia.

Rezeki yg melekat pada diri seseorang sejak ruh ditiupkan pada kandungan usia 4 bulan juga merupakan siklus tertutup dan tidak berubah, rantai rezeki ini akan berputar terus menerus sampai masa kematian datang.
Jk didalam siklus energi ada mata rantai energi berupa energi potensial, kenetik, panas, cahaya dll… Maka di dalam siklus rezeki juga sama terdiri atas aneka mata rantai rezeki, dari mulai rezeki berupa Iman, ilmu, waktu, ketenangan/ kedamaian, materi/ kekayaan, kesehatan, anak, istri dll.

Sebagai Gambaran/ contoh tentang mata rantai dan siklus rejeki salah satunya seperti yang terjadi pada tukang becak. Dipagi hari dg bermodalkan rejeki badan sehat, waktu luang, dan sebuah becak, dia berusaha mengubahnya menjadi rejeki materi (uang) dengan mengayuh becak di jalanan. Karna upayanya tersebut kemudian Alloh berkehendak mengubahnya rejekinya dan di sore hari si tukang becak mendapatkan uang dari hasil upayanya tersebut. Proses tersebut bisa dikatakan merupakan upaya merubah rejeki kesehatan, waktu luang dan sebuah becak menjadi rejeki berupa uang.

images-9

Tetapi dengan telah didapatkannya rejeki yg berupa uang tersebut telah di ikuti juga menyusutnya rejeki yg lain, bbrp jam waktunya telah di korbankan, fisiknya menjadi lelah, dan becaknya semakin menurun nilai fungsinya. Ketiga jenis rejeki tersebut telah dijadikan sebagai alat tukar dalam proses utk memperoleh rejeki yg berupa uang.

Perlu di fahami bahwa Alloh memberikan rezeki pada tiap2 org dg Akumulasi/ jumlah yg sama tidak memandang dia seorang pengusaha ato pemulung, seorang presiden ato pengemis. Jadi sebetulnya tidak ada alasan utk org bersikap dan merasa sombong jk ada kelapangan rezeki krn bisa dipastikan ia miskin disisi rezeki yg lain, dan sebaliknya tdk ada alasan juga utk org bersikap dan merasa rendah diri juga kecil hati, karena dibalik miskinnya harta dia memiliki kekayaan jenis rejeki yg lain.

Yang membedakan hanya pada susunan proporsi pada tiap2 jenis rezekinya dan jika dijumlahkan tiap2 jenisnya mk akan sama nilainya antara satu org dg org yg lain. Ini adalah konsep keadilan yg Alloh anugerahkan pada tiap2 hambanya. Gambaran rezeki dari tiap tiap org berdeda dan beragam tetapi total jumlahnya adalah sama, persis seperti penggambaran pada alat parmainan congklak/ dakon, dimana tiap tiap lubang mewakili jenis2 rezeki, sedang kerikil mewakili jumlah dari rezeki tiap2 jenisnya.

images-8

Jk kita mampu memahami konsep rejeki ini, maka inshaalloh akan membawa kita lebih dekat kearah rasa syukur, ikhlas dan senantiasa percaya diri berhadapan dg siapapun dan saat menghadapi masalah apapun.

Dalam diri tiap orang, Adakalanya Alloh melapangkan satu/ bbrpa jenis rezeki utk menyempitkan satu/ bbrp jenis rezeki yg lain agar terjadi perputaran siklus rezeki pada tiap2 hambanya. Hal ini persis spt yg telah Alloh sampaikan dlm al Quran,
“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q- Asy Syura: 12)

“Pada prinsipnya berkurangnya satu/ bbrp jenis rezeki disatu sisi adalah utk akan menjadikan bertambahnya satu/ bbrp jenis rezeki disisi lain. Demikian pula sebaliknya.” Dan yang perlu difahami bahwa jk seseorang mempunyai rejeki yg berlebihan pada satu/ beberapa jenis rejeki, maka sudah dpt dipastikan bahwa dia juga sangat kekurangan (fakir) disatu/ beberapa jenis rejeki yang lain. Maka dari itu rosullulloh pernah berpesan bahwa sebaik baik rejeki adalah yg cukup, tidak berlebihan dan juga tidak sampai kekurangan.

Oleh karenanya kita merasa kekurangan disatu/ bbrp jenis rezeki, maka seyogyanya kita harus berupaya dg sungguh2 utk mengubah satu/ Bbrp jenis rezeki lain yg berlebih yg ada diri kita, niscaya Alloh akan berkehendak mengubahnya utk kita. Hal ini selaras dg petunjuk Alloh dlm Al Quran,

“SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB (REZEKI) SUATU KAUM KECUALI KAUM ITU SENDIRI YANG MENGUBAH APA APA (REZEKI) YANG PADA DIRI MEREKA”
(QS 13:11)

Di dalam ayat lain Alloh juga memberikan penjelasan kepada kita bahwa diantara jenis2 rezeki yang melekat pada tiap2 org, ada jenis rezeki yg mempunyai nilai keutamaan lebih dibanding jenis rejeki yg lain, yaitu Rejeki berupa Iman dan Ilmu. Hal ini seperti yang Alloh jelaskan dlm Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 :

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Dari sini kita tahu bahwa semua jenis rejeki dari mulai harta, kesehatan, anak, suami/istri, teman kerabat, jabatan dan kududukan, semuanya tidak akan ada artinya tanpa dilandasi iman dan ilmu karena hanya iman dan ilmu yg mampu menjadikan jenis rejeki yg lain bisa bermanfaat utk mendapatkan rejeki yg hakiki di akherat nanti.#

*Wallahu A’lam Bishawab*

religiseni.wordpress.com

By, Abi Ilham-Izza

One thought on “Konsep Rejeki Dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: