Perang antara Kebaikan dan kebatilan

Dalam kehidupan ini pasti terdapat perkara yang hak dan yang batil, dan sesungguhnya kedua perkara ini sangatlah jelas. Akan tetapi antara keduanya bisa nampak abu abu tidak jelas menurut penglihatan setiap orang. Bagi seorang muslim ukuran kebenaran adalah apa yang tertulis dalam al quran dan apa yang disampaikan Rasululullah yang mana merupakan Kebenaran yang dapat menghasilkan keselamatan dunia terlebih utk keselamatan Akherat.Adalah Hak Allah Subhanahu wa Ta’alaa untuk menampakan sesuatu yang hak itu sebagai sebuah kebenaran, karena betapa banyak kaum sebelum kita yang mendapatkan kebenaran, namun mereka mengingkari dan malah berpaling, sebagaimana Firman-Nya :”Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.”(QS. An Nisaa : 138 – 140)Alangkah pentingnya memahami suatu kebenaran yang akan menjadikan keselamatan kita didunia dan akherat kelak. Seseorang yang Allah tampakkan kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran lalu diberikan taufik untuk mengikuti kebenaran tersebut, sesungguhnya ia telah mendapatkan karunia yang teramat besar dari Rabb nya, sebagaimana yang dianugerahkan kepada hamba hamba Allah yang diabadikan Allah dlm Alquran, ketika mereka diseru untuk beriman, maka mereka pun beriman, sebagaimana Firman-Nya :”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti (QS. Ali Imroon : 193).Setan berwujud jin dan manusia seringkali menghiasi kebatilan dengan keindahan, sehingga muslim yang tidak waspada akan terkecoh dengannya, sebagaimana Firman-Nya :”Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) (QS. Al An’aam : 112).” Ya Allah, tampakkanlah kepada kami yang benar itu sebuah kebenaran dan berikan petunjuk kepada kami untuk mengikutinya.Tampakkanlah kepada kami yang batil itu sebuah kebatilan dan berikan kekuatan kepada kami agar menjauhinya.” Aamiin.#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: