Cara Membentuk Kebiasaan Baik

Membentuk Kebiasaan baru dan Pertahankan Perilaku baik.

Kebiasaan adalah perilaku yang didefinisikan dengan cermat dan sangat terstruktur. Pikirkan sesuatu yang sederhana seperti menyikat gigi. Menyikat gigi adalah sesuatu yang Anda rasa harus dilakukan secara konsisten. Kita tidak perlu mencatat aktifitas menyikat gigi pada daftar “yang harus kita lakukan” karena memang sudah menjadi kebiasaan.

Inilah yang ingin kita capai dalam tujuan kita. Alih-alih secara paksa melakukan suatu kebiasaan, maka pada akhirnya kebiasaan itulah yg justru yang akan menarik kita ke arah itu.

Lihatlah pada hal apa kita yang Terbaik.
Lihatlah pada bagian mana dari kehidupan kita di mana kita mampu secara efektif melakukannya. Jk kita bisa menyadarinya maka kita akan menemukan bahwa kebiasaan tertentu akan membantu mewujudkannya:

• Jika kita makan dengan cara yang sehat, itu mungkin karena kita telah membangun rutinitas di sekitar makanan yang kita beli dan apa yang ingin kita masak di dapur kita.

• Jika kita bugar, itu mungkin karena kita memiliki perilaku/ kebiasaan yang teratur untuk berolahraga.

• Jika kita berhasil dalam pekerjaan penjualan, kita mungkin memiliki ritual persiapan mental bagus dan juga memiliki kebiasaan cara berbicara yang menarik pula, serta punya sikap positif dalam menghadapi penolakan.

• Jika kita bisa mengelola orang lain secara efektif, maka kita cenderung memiliki gaya memberikan umpan balik yang membuat orang merasa tertantang daripada terancam.

• Jika kita berhubungan dekat dengan pasangan dan anak-anak kita, bisa jadi karena kita mungkin memiliki kebiasaan tertentu di dilingkungan sekitar keluarga dalam menghabiskan waktu bersama mereka.

Hasil yang bagus mengandalkan kebiasaan positif dalam mengelola energi dalam diri kita guna mencapai suatu tujuan yang diharapkan.

Mengapa Kebiasaan Positif itu Penting

Kebiasaan dalam mengelola energi positif akan mengurangi beban mental saat kita melakukan suatu pekerjaan yang telah kita putuskan. Kebiasaan ini akan membantu kita untuk berada dalam “mode pilot otomatis” guna menyelesaikannya.

Apa yang sebenarnya terjadi ketika kita memiliki kebiasaan yang baik.
Dari para pakar psikologo Kita mungkin mendengar bahwa dibutuhkan 21-30 hari untuk menciptakan kebiasaan baru. Sekarang mari kita ulas apa yang sebenarnya terjadi dalam 1-30 hari ini.

Hari 1-10: “Fase gravitasi”
Dalam fase ini, kita memasukkan kebiasaan baru ke dalam hidup kita. Ini adalah fase gravitasi, dan kita akan mendapatkan tarikan gravitasi untuk menghentikan diri kita sendiri saat mulai beraksi. Dalam fase ini, kita bekerja melawan gravitasi kebiasaan tubuh kita sendiri untuk menyelesaikan sesuatu.

Hari 10-20: fase “Perlawanan”
Pada fase ini, kita mulai merasa lebih baik, meskipun kita memiliki beberapa perlawanan internal di sana-sini.

Hari 20-30: fase “Aklamasi”
Kebiasaan baru kita (perubahan pola hidup) mulai terintegrasi dalam hidup kita. Sekarang, itu mulai terasa seperti hal yang wajar untuk dilakukan. Itu menjadi bagian dari kepribadian atau rutinitas Anda.

Lepas Hari 30: Kebiasaan kita sekarang menjadi bagian dari hidup kita, insyaAllah.

Tanyakan siapa saja yang konsisten melakukan olahraga, maka kita akan dapat melihat bahwa dia telah membangun rutinitas untuk itu. Jika kita bertanya kepada mereka bagaimana itu “sebelum” – mereka mungkin memberi tahu kita bahwa sulit bagi mereka untuk pergi dan secara konsisten melakukan olahraga. Jika kiat bertanya kepada mereka, betapa mudahnya bagi mereka “sekarang” untuk berolahraga dan berolahraga, mereka akan mengatakan itu sangat mudah dan alami bagi mereka untuk melakukannya. Ini karena mereka memiliki rutinitas tertentu dalam mengatasi 20 hari pertama, dan sekarang itu adalah bagian dari jadwal harian mereka. Mereka melakukannya tanpa berpikir terlalu banyak. Itulah kekuatan rutinitas!!

Kita dapat menyesuaikannya berdasarkan aktivitas apa yang penting bagi kita. Selain itu, buatlah rutin yang paling sesuai dengan situasi pribadi kita — misalnya, jika kita bekerja dari rumah, maka kita akan memiliki rutinitas yang berbeda dari seseorang yang memiliki 1 jam perjalanan ke kantor. Sesuaikan dengan kebutuhan kita, tetapi pastikan bahwa kita memungkinkan untuk menjalaninya secara rutin.

Apakah Kebiasaan Membosankan atau Menyenangkan?

Sayangnya, banyak dari kita memiliki hubungan negatif dengan kebiasaan. Ketika sebuah kebiasaan mulai terasa hampa, dan bahkan terasa tak bermakna , penjelasan yang mungkin adalah bahwa ia telah kehilangan hubungannya dengan nilai-nilai yang dipegang teguh.

Suatu kebiasaan Tanpa struktur dan kejelasan makna, maka akan rentan terhadap tuntutan mendesak dalam aktifitas hidup kita, mudah beralih karena godaan aktifitas sesaat dan ujungnya akan memporak porandakan kedisiplinnan kita. Di sisi lain, jika kebiasaan kita menjadi terlalu kaku, tidak berubah-ubah dan linier, konsekuensi akhirnya adalah kebosanan, pelepasan, dan bahkan gairah dan produktivitas justru yang akan berkurang. Apa yang kita butuhkan adalah keseimbangan yang harus kita temukan dan terapkan sesuai dengan itu.

Buat Satu kebiasaan Rutin dalam Satu Waktu

Sering kali kita memiliki kebiasaan mencoba mengubah diri kita sekaligus. Ini memberi tekanan pada diri kita sendiri, “perlawanan” batin kita dan kita akan kembali ke kehidupan lama kita dengan cepat. Namun, mengerjakan satu kebiasaan baru per bulan adalah yang terbaik.

Bayangkan, dalam satu tahun kita akan memiliki 12 kebiasaan baru!

Jadi apa ritual baru yang ingin kita tambahkan dalam hidup kita selama 30 hari ke depan?
Smoga kebiasaan itu akan menjadikan diri satu tingkat lebih baik dari diri kita sebelumnya, dan smoga menjadikan kita satu langkah lebih dekat kepada Allah ta’ala.. Aamiin.#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: