Cara Memperkuat Kemauan

Memperkuat Kemauan

Bayangkan sebuah jembatan papan kayu di antara dua bangunan – keduanya setinggi 30 lantai. Bentang jarak kedua Bangunan itu lebarnya 50 meter, dan ada jembatan tunggal papan kayu untuk menghubungkannya. Jembatan Papan kayu sangat sempit. Sekarang, jika kita diminta melewati papan kayu untuk mencapai sisi lain dengan hadiah 100 juta Maukah maukah kita melakukannya? Apakah kita akan mempertaruhkan segalanya untuk berjalan di atas papan kayu guna mencapai visi kita?
Semuanya tergantung seberapa kuat kemauan yang ada dalam diri kita.

Sekarang, jika kita beri tahu bahwa di sisi lain bangunan itu ada keluarga kita yang sedang terancam nyawanya, dan menyeberangi papan kayu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka. Apakah kita akan mengambil risiko untuk berjalan di atas papan kayu tersebut..?

Di sini kita menemukan perbedaan persepsi. Dalam skenario pertama, mendapatkan hadiah 100 juta bukanlah faktor motivasi yang kuat untuk menyeberangi jembatan (kecuali mungkin untuk beberapa jiwa pemberani dan punya kemampuan khusus!). Tetapi untuk skenario kedua, ketika kehidupan keluarga kita dipertaruhkan, banyak yang akan memutuskan untuk melakukannya.

Ketika kita tahu jika kita tidak melakukan maka nyawa anggota keluarga kita dipertaruhkan, disinilah menemukan motif. Apa yang baru saja kita alami adalah perubahan tujuan. Jika visinya adalah untuk menyeberangi jembatan, maka penyelamatan anggota keluarga adalah merupakan alasan untuk melintasinya.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, Jika kita tidak memiliki tujuan yang kuat, maka kita akan kehilangan motivasi.

Banyak dari kita yang mempunyai visi dalam hidup, akan tetapi tidak memiliki tujuan yang kuat – karena itulah kebanyakan dari kita tidak mencapainya. Jika kita ingin mencapai dan mewujudkan impian kita, visi kita harus didukung dengan tujuan yang kuat. Kita harus memiliki tujuan yang cukup kuat untuk setiap bidang kehidupan kita.

Jika kita merasa tidak merasa cukup maksimal menjalani upaya yang telah kita tetapkan guna mencapai suatu tujuan – maka tanyakan pada diri sendiri, apakah tujuan kita cukup kuat untuk mencapai cita cita tersebut.?

Kita perlu tahu apa yang sebenarnya memotivasi kita.

Di bawah ini adalah pertanyaan untuk membantu kita memahami lebih baik dengan cara yang belum pernah kitajelajahi sebelumnya. Dan jawaban yang kita tuliskan akan memberi kita petunjuk tentang apa yang benar-benar ingin kita capai dengan mendapatkan hasil tertentu.

Buang daftar tugas Anda

Adalah baik untuk mengambil tindakan dalam hidup. Tetapi, jika kita tidak fokus pada hasil dan tujuan, kita hanya mengambil tindakan dalam hidup kita tanpa sistem yang jelas untuk mengukur hasil kita dan kemudian kita mungkin hanya akan merasa hidup kita adalah sekedar rentetan daftar yang harus dilakukan.

Menetapkan Hasil, Tujuan,dan Rencana gebrakan aksi.

Mari kita Lihat saja daftar tugas kita: bisa jadi kita akan memiliki lebih 10 item rencana untuk dilakukan. Tetapi, jika kita benar-benar melihatnya, kita akan melihat bahwa ternyata kita hanya berusaha untuk mencapai hasil 4-5 minggu ini. Berfokus pada hasil 4-5 untuk minggu ini dalam banyak kasus lebih produktif daripada 10 item yang kita pikir harus kita lakukan.
Inilah intinya: Identifikasi beberapa hasil yang ingin kita capai selama seminggu: dan kemudian, tanyakan “Mengapa”? Kita ingin mencapainya. Kita akan menemukan energi untuk melakukannya selama minggu daripada menatap daftar tugas tanpa emosi.
Kita perlu menyusun Rencana Tindakan Masif yang Berorientasi pada Hasil yang Didorong Tujuan,

1. Hasil
Mengapa kita melakukan tugas tertentu? Apa hasil yang kita harapkan dari tugas itu? Setelah kita selesai dengan tugas, hasil seperti apa yang kita harapkan?
Jadi, pertanyaan pertama dalam hal ini adalah memvisualisasikan hasil- perubahan yang ingin kita lihat sebagai hasil dari pekerjaan kita.

2. Tujuan
Tujuan mengacu pada elemen ‘mengapa’. Ini berarti untuk menjawab pertanyaan: apa tujuan kita dari tindakan tertentu misalnya, Apa tujuan kita? Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Terkadang orang mencapai apa yang ingin dicapai tetapi mereka bingung setelah mencapainya. Alasan kebingungan mereka adalah kurangnya tujuan.

3. Rencana aksi besar-besaran
Begitu kita memutuskan apa yang kita inginkan dan mengapa kita menginginkannya, kita perlu memiliki rencana tindakan yang tepat.

Bagaimana kita akan mencapai tujuan kita?
Untuk ini, disarankan untuk bertemu orang-orang yang telah mencapai tujuan yang ingin kita capai. Ini memberi kita kekuatan dan pemahaman yang jelas bahwa tujuan itu rasional dapat dicapai.

Rencana tindakan adalah komitmen kita terhadap jalan mencapai tujuan kita. Kita juga harus memahami bahwa begitu kita memutuskan rencana tindakan kita, kita perlu mengimplementasikannya. Jika hasil yang diinginkan tidak tercapai, kita perlu mengubah arah tindakan. Kita harus ingat bahwa “mereka yang menang tidak pernah berhenti, dan mereka yang berhenti tidak pernah menang”. Jadi, untuk menjadi pemenang, kita bisa belajar dari kehidupan orang-orang yang telah berhasil mencapainya. Kita harus tetap fokus dan gigih di jalan yang kita sudah putuskan.

Ingat, hidup kita bukanlah daftar pekerjaan. pada hasil, dengan tujuan kuat diikuti oleh tindakan besar-besaran, dan kita akan memiliki motivasi yang Anda butuhkan dalam mencapainya… Insha ‘Allah. #

2 pemikiran pada “Cara Memperkuat Kemauan

  1. Bagus ā€¦ Butuh waktu utk dibaca berulang ulang..,dan lakukan..
    Pada tanggal Min, 27 Jan 2019 10.44, RELIGI, SENI & MOTIVASI menulis:
    > Abi Ilham Izza posted: ā€ Memperkuat Kemauan Bayangkan sebuah jembatan > papan kayu di antara dua bangunan ā€“ keduanya setinggi 30 lantai. Bentang > jarak kedua Bangunan itu lebarnya 50 meter, dan ada jembatan tunggal papan > kayu untuk menghubungkannya. Jembatan Papan kayu sangat sā€ >

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s