Doa perlindungan dari Penyakit

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Covid -19 atau penyakit Corona benar-benar menggoncang dunia. Penyakit yang disebabkan Virus ‘Cina’ ini menjadi tema perbincangan hangat dalam berbagai forum. Dari forum lokial sampai international. Dari obrolan warung kopi sampai petinggi-petinggi negeri. Di tambah media yang gencar memberitakan kasusnya menambah takut banyak orang. Takut penyebarannya yang semakin luas dan terpapar olehnya.

Bagi seorang muslim wajib –dalam kondisi apapun, di mana dan kapan saja, dalam konidsi sehat atau sakit- berpegang teguh kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Dasar obrolan dan komentar tentang corona virus yang telah menyebar ke banyak negara ini harus berdasar kepada tuntunan syar’i. Tips menghindarinya dan mengobatinya tidak boleh menyimpang dari tuntunan Syariat Islam; seperti mengonsumsi kencing dan kotoran sapi seperti orang-orang Hindu India.

[Baca: Hadits ”Tidak Ada Penularan Penyakit”, Apa Maksudnya?]

Di antara tuntutan syariat untuk terhindar dari wabah Covid-19 dan penyakit-penyakit semisalnya adalah dengan berdoa dan tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan berarti menghilangkan sebab untuk menghindarinya (preventif) dan menyembuhkannya (Kuratif).

Mengusahakan sebab dan berobat dalam syariat Islam tidak bertentangan dengan tawakkal kepada Allah. Mengusahkan sebab agar terhindar dari penyakit dan berobat jika terpapar bagian dari membenarkan sunnatullah di alam raya. Meyakini, hukum sebab akibat bagian meyakini sifat fi’liyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengingkarinya termasuk amal kekufuran.

Berobat dalam Islam, seperti yang dituturkan Ibnu Qayyim dalam al-Tibbun Nabawi, ada dua cara. Pertama, pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum sakit. Yaitu dengan menjaga kesehatan, mengantisipasi penyakit, dan semisalnya.

Kedua, mengobati (Kuratif) yang dilakukan setelah terkena penyakit. Yaitu dengan berobat ke dokter, mengonsumsi obat, dan semisalnya. Dan pengobatan secara preventif itu lebih baik daripada curatif.

Para ahli kesehatan telah membuat berbagai tips untuk selamat dari penyakit Covid 19 ini. Seperti memakai masker ketika keluar rumah, membersihkan tangan dengan Hand Sanitizer ketika akan menyenti mata, hidung, dan mulut. Juga mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan semisalnya.

Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditemukan tips mencegah penyakit. Termasuk juga penyakit COVID 19 ini. Di antaranya, mengonsumsi 7 butir kurma Ajwah setiap pagi maka akan terhindar dari bahaya racun dan sihir.

مَنِ اصْطَبَحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

Barang siapa setiap pagi mengkonsumsi 7 butir kurma ajwah maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dzikir dan doa pencegah keburukan, di antara bibit-bibit penyakit semaca virus dan semisalnya, menjadi bagian dari tindakan preventif agar tidak terjangkit covid 19, di antaranya:

Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba membaca di pagi dan sore hari:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”. . . sebanyak tiga kali (melainkan) tidak ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR. Abu Dawud & Al-Tirmidzi, lafadz milik al-Tirmidzi. Imam al-Tirmidzi menilainya sebagai hadits Shahih gharib. Dishahihkan Ibnul Qayim di Zaad al-Ma’ad (2/338) dan dishahihkan Al-Albani di Shahih Abu Dawud)

Tambahan di Abu Dawud, “dan siapa membacanya 3 kali di waktu pagi, ia tidak akan tertimpa musibah yang datang secara tiba-tiba sampai sore hari.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tadi malam aku tersengat kalajengking (apa yang harus aku lakukan)?

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: seandainya engkau membaca di sore harinya:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya“, maka tidak kala jengking itu tidak bisa menimpakan bahaya kepadamu.” (HR. Muslim)

Dalam hadits Abdullah bin Hubaib Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepadanya untuk membaca surat al-Ikhlas, Al-Falaq, dan Al-Naas sebanyak tiga kali maka akan aman dari segala sesuatu.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ

Bacalah: Qulhuwallahu Ahad (surat al-Ikhlas), dan al Mu’awwidatain (al-Falaq dan al-Naas) saat kamu berada di sore dan pagi hari; engkau aman dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)

Ibnu Umar mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan membaca doa berikut ini di setiap pagi dan sorenya.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga menyuruh membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah dan menjelaskan keutamaannya,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Siapa membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah pada satu malam maka dua ayat itu akan mencukupkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maksudnya ia tercukupi atau terlindungi dari setiap penyakit dan keburukan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan doa perlindungan dari penyakit buruk yang mengerikan. Termasuk di dalamnya adalah corona.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Hibban, dan selainnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: