Perang pemikiran atau ghazwul Fikri

Perang pemikiran atau ghazwul Fikri adalah cara dan strategi baru dalam menghancurkan kaum muslimin. Perang pemikiran ini berbeda dengan perang militer atau fisik. Ia lebih soft, hemat waktu dan biaya bahkan lebih efektif dari perang fisik yang banyak menguras tenaga juga biaya yang tidak sedikit.

Ada beberapa sebab yang melatarbelakangi munculnya strategi ini. 

Pertama, sulitnya mengalahkan umat Islam secara militer. Bahkan invasi militer ini telah memakan biaya yang tidak sedikit & jatuhnya banyak korban tewas. Terbukti dengan adanya perang di Afghanistan, Iraq, Chechnya, Suriah dan sejumlah Negara muslimin lainnya. Namun mereka (Barat) tidak mampu mengalahkan dan menguasai Negara-negara tersebut. Inilah yang menyebabkan mereka mencari ‘jalan lain’ untuk mengalahkan kaum muslimin.

Keduakarena biayanya lebih rendah, mereka tidak perlu membeli tank-tank, pesawat-pesawat, amunisi. Yang mereka perlukan hanya menyebarkan ide-ide yang mereka usung keseluruh belahan dunia dengan tujuan imperialisme-kolonialisme. Ternyata, cara ini bisa melumpuhkan umat muslim sampai ke akarnya.

Mass Media dan saluran saluran sosial media lainnya mereka manfatkan dengan maksimal untuk mengampanyekan pemikiran dan ide busuk mereka supaya terlihat indah dan menawan.

Ketiga,karena lebih mudah dilakukan berkat bantuan kaki tangan mereka dari kalangan munafiqin dan Buzzer buzzer bayaran.

Keduanya berkolaborasi menyebarkan virus pemikiran yang sesat tersebut dan memolesnya dengan slogan-slogan menawan, seperti kebebasan berpikir, toleransi dan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme. Semuanya hanya untuk menggiring ke ranah Islamobia.

Keempat,memiliki hasil yang lebih memuaskan untuk melanggengkan penjajahan terhadap dunia Islam.

Ada beberapa langkah dan strategi yang mereka jalankan dalam menjalankan projek ghazwul fikri:

Pertama,mendangkalkan Aqidah hingga pemurtadan. Jika tujuan ini berhasil, banyak nya muslim yang murtad mereka berpandangan umat akan menjadi lemah dalam segi kuantitas.

Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yaitu dengan mengacak-acak syari’at Islam. Mereka menyebut syari’at islam sudah tertinggal oleh jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang, hukum potong tangan, rajamcambuk dsb-nya tidak manusiawi dan melanggar HAM. Ahlul Bait dan keturunan Nabi mereka hinakan, dan ironisnya mereka menghasut dan menggunakan kaum muslim sendiri untuk melakukan hal tersebut.

Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari realitas kehidupan). Mereka berpendapat Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian terkhusus dalam hal politik dan pemerintahan. Slogan ” Jangan jadikan agama sebagai alat politik” mereka gaungkan, padahal sudah seharusnya dan semestinya kita sebagai umat islam memperjuangkan islam dengan cara masuk ke panggung politik demi kepentingan Islam dan tegaknya syariat Allah.

Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) Islam maupun  kalangan non-islam. Mereka menciptakan ide ‘Perang melawan Teroris dan radikalisme yang seringkali menyudutkan Islam seolah olah adalah biangnya teroris dan radikalis, yang sebetulnya bermaksud perang melawan pejuang Islam untuk menegakkan Kalimatullah. Mereka mencitrakan para Aktifis dakwah sebagai teroris dan berbahaya, mereka membuat citra citra negatif tentang budaya berpakaian celana cingkrang dan gamis seolah adalah kaum radikalis dan intoleran.

Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara “memperkenalkan” pergaulan bebas, Clubbing, free sex, lagu-lagu cengeng tentang cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya generasi muda

Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Salah satunya dengan mengelompokkan kaum muslimin kepada, Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat dll.

ketujuh, melanggengkan kolonialisme baru di tengah-tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri-negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka “membeli” orang-orang yang berpengaruh dalam negerinya untuk dijadikan antek mereka. Mereka meruntuhkan negeri negeri Otokrasi menjadi Demokrasi dan Menggeser Negeri Demokrasi menjadi Negeri Oligarki. Dengan cara seperti itu mereka dapat membeli, menyuap dan mengendalikan negeri kaum muslimin karena para penguasanya telah mereka “kuasai”.

Kita sebagai umat harus selalu waspada. Perkuat barisan dan ukhuwah, terus tambah keilmuan kita untuk menangkal dan melawan perang pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam.#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s