Bahagia dalam konsep Islam

Dalam Islam  “Kesejahteraan’ dan “kebahagiaan” itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanya dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka.

Kesejahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta’ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.’

Menjaga diri dari sifat Munafik

Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Tanda orang munafik ada tiga. Jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanah ia berkhianat. (HR Bukhari). Dalam HR Muslim ada penambahan, ”Walaupun ia puasa, shalat, dan mengaku sebagai Muslim.”

Menggali Potensi diri untuk beramal sholeh

Beramal saleh dengan apa yang kita miliki. Jika dikaruniai harta, berinfaklah.
Jika diberikan ilmu, manfaatkan dan ajarkanlah. Bantulah orang yang membutuhkan. Sekecil apa pun ke sempatan berbuat baik hadir, kita harus mampu memaksimalkannya. 

Hikmah dibalik setiap Takdir

Ketahuilah, keburukan yang terjadi dalam takdir tidak selamanya merupakan keburukan yang hakiki bagi hamba, karena terkadang akan menimbulkan hasil akhir berupa kebaikan. Apapun yang menimpa dirinya, segalanya telah diatur oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menginginkan agar dirinya mengimani segala takdir Allah Ta’ala dan menyadari bahwa demikianlah bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya, Dia menjadikan kehidupan beserta segala lika-liku kebahagian dan kesedihan membuat mereka hanya bergantung kepada Allah Ta’ala semata.

Sandaran bagi hati yang lelah

Ada 4 tempat untuk mengistirahatkan hati:
Teman yang shalih, Majelis ilmu, Qur’an yaitu baca qur’an/hafalkan al qu’ran. Semakin dekat dengan mushaf, semakin bersih hatinya dan semakin dekat pula pada Allah, dan Mengingat kematian agar kita bisa meninggalkan dosa dosa.

Surat Cinta dari DIA

Allah menunjukkan kerinduannya lewat cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada kita dalam menjalani hidup didunia ini. Allah ingin sekali mendengar kembali rintihan hamba-Nya, mengadu kepada-Nya tentang kehidupannya selama ini.

Konsep Rezeki Dalam Islam

Rezeki kita sudah dijamin dan di atur oleh Allah maka sudah seharusnya menjadikan kita lebih tenang dalam proses ikhtiar, sebaliknya karena kehidupan akhirat kita tidak dijamin maka sudah semestinya membuat kita harusnya lebih giat beramal sholeh.