Menjaga diri dari sifat Munafik

Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Tanda orang munafik ada tiga. Jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanah ia berkhianat. (HR Bukhari). Dalam HR Muslim ada penambahan, ”Walaupun ia puasa, shalat, dan mengaku sebagai Muslim.”

Menurut para ulama, penipuan, makar, pengelabuan dengan menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan, termasuk dalam nifak. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami’u l-Ulum wa l-Hikam membagi nifak dalam dua jenis.

Pertama, nifak besar (akbar) yang biasa dikenal dengan nifak i’tiqady. Pelakunya berkamuflase mengaku beriman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, dan hari akhir.

Namun, di balik itu ia mendustakan semua atau sebagiannya. Nifak seperti ini ada pada zaman Muhammad SAW dahulu. Saat itu, Abdullah bin Ubay menjadi panutan kaum munafik. Ia menyebarkan isu bahwa antara Ummul Mukminin Aisyah dan Shafwan bin Mu’aththal ada affair.

Kedua adalah nifak kecil (asghar) yang bersifat amali. Biasanya si pelaku bersikap hipokrit (munafik) dengan menampakkan kebaikan yang sejatinya tidak demikian. Sebagian ciri-ciri nifak jenis ini seperti dusta, ingkar janji, dan khianat.

Sudah jamak diketahui bahwa dusta dalam berbicara adalah sifat yang tidak terpuji. Apalagi kalau dusta kepada orang yang percaya akan kejujuran si pembicara. Dalam al-Musnad ada sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Sebuah pengkhianatan yang besar jika kamu berbicara dengan saudaramu dan ia percaya kepadamu (bahwa kamu tidak akan berdusta), sedangkan kamu berdusta kepadanya.”

Sedangkan ingkar janji adalah perkara yang dilarang keras dalam Islam, baik dalam urusan yang besar maupun remeh. Abdullah bin Amir pernah bercerita, ”Suatu ketika Muhammad SAW berkunjung ke rumah kami. Ketika itu aku masih kecil. Tatkala aku hendak keluar rumah untuk bermain, ibuku memanggilku, Abdullah! sini ibu punya sesuatu untukmu.”

Maka Rasulullah bertanya, ”Apa yang akan kamu berikan buat anakmu?” ”Akan kuberi kurma,” jawab ibuku. Rasulullah SAW berkata, ”Seandainya kamu tidak memberi apa-apa kepada anakmu maka kamu dicatat telah berbuat dusta.” (HR Abu Daud).

Mengenai amanah, ia merupakan perwujudan kepercayaan orang kepada yang diamanahi. Sangat tidak wajar jika ada orang yang menitipkan barangnya kepada pengkhianat. Selayaknya seorang Muslim membalas kepercayaan saudaranya dengan menjaga amanah yang dibebankan kepadanya.

Menjaga diri dari tiga sifat di atas sangatlah perlu. Jika tiga sifat itu bersemayam dalam diri seseorang dan tidak segera diobati, maka pada gilirannya akan menggiring pada nifak akbar yang ancamannya tidak ada selain api neraka.#

Surat Cinta dari DIA

Ketika Allah Rindu

Sungguh Agung dan Mulia Allah, yang mengatur jalannya kehidupan dan menetapkan rezeki setiap hambanya tanpa ada yang alpa satu pun..

ketika kita berada dipuncak kesenangan/kebahagiaan maka Allah menyapa kita, agar tidak terlalu tinggi mendaki angan-angan yanng masih abstrak..

ketika kondisi kita fit, keadaan tubuh sehat dan bugar maka Allah memanggil kita dengan santun, agar selalu memuji dan mengucapkan syukur atas nikmatnya..

ketika kita disibukkan dengan mengurus pundi-pundi kekayaan, perhiasan, ternak, sawah dan ladang maka Allah menegur kita dengan indah agar ingat siapa yang meminjamkan harta itu semua kepada kita..

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS. Ali Imraan 14.

Tahukah engaku wahai saudaraku, Allah rindu pada kita. Disaat kita tenggelam dalam gemerlap harta, kesibukan yang bersifat duniawi kita selalu membusungkan dada, menegakkan kepala tanpa pernah menoleh kebelakang, apa tujuan dari semua itu.

Dalam hadist qudsi ALLAH berfirman: “Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana AKU ingin mendengar rintihannya” (HR.Thabrani dari Abu Umamah)

Allah sedang rindu pada rintihan hambanya yang dulu sering, sekarang sudah jarang. Jarang sekali kita mengingat-Nya dalam kesibukan dunia, bahkan tidak sema sekali.

Maka disaat itulah allah menunjukkan kerinduannya lewat cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada kita dalam menjalani hidup didunia ini. Allah ingin sekali mendengar kembali rintihan hamba-Nya, mengadu kepada-Nya tentang kehidupannya selama ini.

Namun seringkali, kita tidak menggubris keirinduan itu wakau sadar ada kesulitan (ujian) yang ditaburkan oleh Allah di jalan-jalan kita.

Disaat sehat, Allah menguji dengan sakit. Tapi disakit itu seberapa banyak diantara kita yang mengucap istighfar, atau berdoa, mendisiplinkan ibadah.

Saat kita diuji dengan kelaparan beberapa saat, maka seberapa banyak diantara kita yang mengingat-Nya lalu mengucap syukur atas rasa sehat kita dulu. Tapi ironinya, dalam keadaan lapar, wajah kita menjadi masam lalu otak yang kotor ini hanya memberi signal kepada makanan (nasi goreng, dll), tanpa pernah malu dan mengingat kepada pemilik-Nya.

Sungguh saudaraku, hati akan menjadi gersang dengan serangkaian hal yang ‘meremehkan’ Allah dari segala aspek. Hari itu akan mengeras, lebih keras dari pada batu, sehingga ketika ada hal-hal yang lembut lagi indah masuk dihati kita, tak akan bisa, sudah dikalahkan oleh kiatnya keburukan dan nafsu yang memupuk hati ini. Na’udzubillah..

Ingatlah saudaraku, ketika Allah menegurmu lewat berbagai hal, ucapkan syukur terbaikmu. Ingat keagungan dan kebesaran-Nya yang terus mengiringi hari-harimu.

Bagaimana mungkin kita dapat hidup didunia ini jika Sang Pengasih melupakan kita? Jika begitu masih enggankah kita bersyukur? Maka tidak akan dapat hidup seorang manusia didunia ini tanpa rasa Syukur. Sedangkan saat kita mengucapkan Syukur saya juga atas karunia Allah subhanahu wata’ala..

Ya Allah, ajarilah kami untuk tidak congkak dan sombong dalam luasnya Rizki-Mu

Ya Allah, ajarilah kami untuk berbagi lewat rizki yang Engkau titipkan kepada kami..

Ya rabb, ajarkan kami memberi sebelum meminta,

Ajarkan kami untuk jernih berfikir sebelum bertindak,

Ajarkan kami diam dalam kemarahan,

Ajarkan kami ridha dalam kesulitan,

Didiklah kami agar memiliki kelembutan hati seperti Abu Bakar As-Shiddiq

Agar memiliki kebijaksanaan seperti Umat bin Khattab

Agar memiliki kedermawanan seperti Utsman bin Affan

Agar memiliki kecerdasan seperti Ali bin Abi Thalib..

Aamiin.

Konsep Rezeki Dalam Islam

Allah menyampaikan di dalam Al Quran bahwa Allah memberi rezeki kepada seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini. Sangat jelas sekali dalam firman Allah Tidak ada satu pun di antara hamba-hamba-Nya yang beriman yang meragukan firman Allah Ta’ala.

Hanya saja, Allah Ta’ala melapangkan rezeki bagi sebagian hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya bagi sebagian yang lainnya, untuk suatu hikmah yang Allah ketahuinya.

Hal itu merupakan kebijaksanaan dari-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya tentang apa yang bermanfaat dan yang layak bagi hamba-hamba-Nya.

Oleh karena Rezeki sudah dijamin dan di atur oleh Allah maka sudah seharusnya menjadikan kita lebih tenang, sebaliknya karena kehidupan akhirat kita tidak dijamin maka sudah semestinya membuat kita harusnya lebih giat beramal.#

Story and Biography Yusuf Estes

Yusuf Estes (born Joseph Estes, 1944) is an American from Texas[1] who converted from Christianity to Islam in 1991. He was a Muslim chaplain for the United States Bureau of Prisons during the 1990s, and has served as a delegate to the United Nations World Peace Conference for Religious Leaders held at the U.N. in September 2000.

Estes has served as a guest presenter and a keynote speaker at various Islamic events.[3] Estes was named as the Islamic Personality of the Year at the Dubai International Holy Quran Award ceremony on 8 August 2012.[4]

Estes is the founder and president of Guide US TV, a free-to-air Internet and satellite TV channel, which broadcasts programs about Islam.[5] He also owns over 2200 websites/domains dedicated to Presenting True Islam in Simple English.

Masalah dan Cara Memaknainya

Banyak orang yang menanyakan apa makna dari sebuah hidup dengan berbagai masalah masalah yang dihadapinya? atau kalau mau disederhanakan pertanyaannya menjadi, Apasih yang dicari dalam kehidupan ini, kenapa kita membuat kesalahan dan kenapa selalu ada masalah dalam hidup kita

Pasti dari semua pembaca pernah mengalami atau memiliki pertanyaan diatas dalam perjalanan kehidupan anda, paling tidak pertanyaan ini akan datang pada saat anda mengalami banyak sekali permasalahan-permasalahan yang harus anda hadapi. Lalu apa yang harus anda lakukan?, Hanya mencari jawabannya saja untuk memuaskan dahaga atau emosi anda atas sebuah pertanyaan tersebut? Atau anda mau belajar semua kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan anda yang akan membuat hidup anda menjadi lebih mulya buat anda dan dihadapan Sang Pemberi Hidup yaitu Allah SWT ?

Pada dasarnya Hidup itu adalah sebuah pilihan, intinya tidak bisa kita pungkiri, kita berhak 100% untuk memilih jalannya sendiri sendiri atas semua kehidupan yang kita jalani. Hidup anda akan menjadi baik, bila pilihan hidup anda melakukan banyak kebaikan, namun sebaliknya hidup anda akan tidak baik bila pilihan hidup anda banyak melakukan kesalahan. Lantas timbul pertanyaan, apakah kesalahan itu semuanya mutlak akan memberikan hasil keburukan dalam sebuah kehidupan?, atau sebaliknya, apakah semua kebaikan pasti akan memberikan hasil kemulyaan dalam sebuah kehidupan? Atau ada hubungan timbal balik antara keduanya (kebaikan dan kesalahan) yang berjalan secara harmoni (seimbang) yang memberikan banyak pelajaran dan manfaat kepada kehidupan anda?

Lalu bagaimana pandangan islam tentang kesalahan dan masalah yang terjadi dalam hidup kita.? Simak kajian berikut, semoga kita semua bisa menarik pelajaran yang bermanfaat sebagai bekal untuk melanjutkan hidup kita berikutnya. Aamiin.

Latihan Berfikir Kritis

Berpikir kritis adalah alat yang efektif untuk profesi atau tugas apa pun. Ini memaksa Anda untuk menganalisis berbagai hal secara objektif, menyaring bias Anda, dan memungkinkan Anda untuk melihat berbagai hal dari berbagai perspektif, yang dapat meningkatkan kreativitas Anda. Apakah Anda mencoba melakukan brainstorming ide baru, memecahkan masalah yang ada secara kreatif, atau hanya menganalisis bagaimana dan mengapa ada sesuatu yang salah, pemikiran kritis dapat mengarahkan Anda ke resolusi yang lebih baik.

Namun, sulit untuk belajar berpikir kritis dengan cara yang sama seperti Anda belajar mengendarai mobil atau menerbangkan layang-layang. Tidak ada panduan langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti untuk mencapai pemikiran kritis puncak. Alih-alih, Anda perlu melatih pemikiran kritis Anda, seperti halnya otot, hingga semakin kuat seiring waktu.

Latihan dan praktik ini dapat mengubah siapa pun menjadi pemikir kritis yang lebih baik:

1. Ekspresikan diri Anda dalam berbagai media.

Orang yang berbeda memiliki gaya berpikir yang berbeda dan gaya belajar yang berbeda. Anda mungkin memiliki preferensi yang kuat terhadap pembelajaran visual, auditori, atau kinestetik, yang baik-baik saja, tetapi jika Anda ingin berpikir dalam arah baru, penting bagi Anda untuk mencoba berpikir (atau setidaknya mengekspresikan diri Anda) dalam media yang berbeda. Misalnya, jika Anda berbicara tentang masalah dengan keras, coba buat diagramnya. Jika Anda menatap grafik sepanjang hari, cobalah untuk menuliskan interpretasi Anda terhadapnya. Perspektif baru bisa sangat mencerahkan.

2. Bicaralah dengan anak berusia 6 tahun.

Einstein terkadang dikreditkan dengan mengatakan, “jika Anda tidak dapat menjelaskannya kepada anak berusia 6 tahun, Anda tidak akan memahaminya sendiri,” meskipun atribusi yang tepat masih dipertanyakan. Inti dari kutipan, terlepas dari siapa yang mengatakannya, adalah relevan; mampu menjelaskan konsep abstrak dalam istilah sederhana merupakan indikasi bahwa Anda memiliki pemahaman penuh tentang masalah dan cara untuk melihatnya dalam cahaya baru. Cobalah berbicara dengan anak berusia 6 tahun tentang masalah ini (nyata atau imajiner). Anda akan dengan cepat menemukan elemen subjek yang tidak sepenuhnya Anda pahami, dan mungkin mulai memikirkan masalah dengan cara baru.

3. Memahami dan menantang bias Anda.

Kita masing-masing dipengaruhi oleh banyak bias kognitif, beberapa di antaranya memengaruhi cara kita menilai sesuatu dan sebagian memengaruhi cara kita berpikir. Mengidentifikasi dan menantang bias kognitif ini dapat memungkinkan kita untuk mengatasinya. Misalnya, jika Anda tahu Anda dipengaruhi oleh bias konfirmasi, Anda dapat secara spesifik mencari bukti yang bertentangan dengan asumsi utama Anda.

4. Bekerja mundur.

Mengatasi masalah mundur dapat membantu Anda melihat hal-hal yang mungkin Anda abaikan. Sebagai contoh sederhana, proofreading dokumen kalimat demi kalimat mundur dapat membantu Anda lebih mudah mengidentifikasi kesalahan ejaan dan tata bahasa. Merekonstruksi kegagalan dari ujung ke awal, alih-alih dari awal hingga akhir, dapat membantu Anda mengatasi dampak sebenarnya dari setiap fase dalam urutan.

5. Minta orang lain untuk

menjelaskan proses pemikiran mereka. Bicaralah dengan orang lain tentang masalah apa pun yang Anda coba selesaikan. Sangat membantu untuk mendapatkan pendapat lain tentang solusi yang akan digunakan, tetapi tujuan yang lebih besar adalah untuk memahami proses pemikiran mereka. Orang yang berbeda memiliki pendekatan berbeda untuk masalah yang sama, dan memahami proses-proses itu dapat membantu Anda memperbaiki dan memperluas masalah Anda.

6. Ekspos diri Anda ke konten baru dan pembuat baru.

Demikian pula, ada baiknya untuk keluar dari zona nyaman Anda dan memaparkan diri Anda pada jenis konten baru dan pembuat baru. Setiap penulis, pembicara, atau pemikir baru yang Anda temui dapat mengajari Anda sesuatu yang baru tentang cara Anda berpikir – dan memperkenalkan Anda pada fakta dan ide baru yang dapat Anda integrasikan ke dalam pemikiran kritis Anda sendiri.

7. Bereksperimenlah dengan permainan asah otak dan dilema etika.

Dilema etis yang sesungguhnya akan selalu menjadi masalah bagi para profesional, tetapi Anda dapat menggunakan dilema etis hipotetis (dan beberapa asah otak) untuk menggunakan dan memperkuat keterampilan berpikir kritis Anda. Misalnya, masalah troli klasik mengharuskan Anda untuk memikirkan nilai nyawa dan dampak tindakan dalam pengambilan keputusan dan kesalahan. Banyak permainan asah otak mengharuskan Anda untuk berpikir “di luar kotak” untuk menyelesaikannya secara memadai. Mereka menimbulkan tantangan yang bagus.

Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan pemikiran kritis Anda bukanlah latihan; ini adalah perubahan lingkungan. Jika Anda dikelilingi oleh pemikir kritis yang dengan bebas mengekspresikan pemikiran mereka dan membagikan pendapat mereka, Anda akan dihadapkan pada lebih banyak sumber pengetahuan dan perspektif, dan akan memiliki akses ke ide-ide yang jauh lebih baik – apakah itu milik Anda atau orang lain. Jika Anda berada dalam posisi untuk merekrut atau membangun tim, cari orang yang menunjukkan tanda-tanda pemikiran kritis yang kuat. Jika tidak, cobalah mencari pemikir kritis di tempat lain, dalam kelompok teman sebaya atau di kelas di luar pekerjaan.#

Terimakasih telah membaca.😊

Membentuk Kepribadian

Tantangan dan persaingan dunia saat ini terlihat sangat ketat, mengatasinya? Ketahanan diri adalah salah satu kunci jawaban. Ketahanan diri mencerminkan keuletan dan ketangguhan yang perlu ditumbuhkan kembangkan di dalam diri seseorang atau pada suatu bangsa ( kekokohan dan keuletan ).

Penyelidikan jati diri dimulai dari pribadi hingga seluruh bangsa, sebagi satu strategi strategis untuk dapat hidup sejahtera dan aman merupakan cara ampuh untuk mengatasi masalah yang memprihatinkan, yang bermuara pada saat dibutuhkan perundingan.
Mari kita melihat ke daerah yang lebih mengecil, yaitu seorang warga negara yang menjadi pribadi yang memiliki kehidupan sendiri dan mau tidak mau harus bergabung dan membutuhkan pribadi lain untuk membuat kehidupan yang lebih baik. Salah satunya adalah Lingkungan Pekerjaan, Di mana kita dapat diakses satu pribadi dengan pribadi lainnya.
Kondisi kerja dan kesibukan para pekerja saat ini memperbolehkan hiruk pikuk, hal ini tidak harus menghindari cara kita untuk dapat memaknai dan memberikan nilai lebih untuk diri kita sendiri, jadi teman / rekan kerja, atasan akan selalu bersama kita.
Sudah terbayangkan bagaimana indahnya kerja kami jika satu sama lain saling mendukung, mendukung, dan satu hal lagi yang tidak kalah penting berpenampilan menarik baik dari dalam maupun luar. Terkadang dan tutur kata masih kurang penting oleh beberapa kalangan, namun dalam dua hal ini yang membuat lingkungan menjadi kondusif. Untuk menanggulangi lingkungan kerja yang kurang kondusif, maka dari masing-masing pribadi dari setiap karyawan harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional, dan mengelola diri menjadi pribadi yang tangguh. Beberapa konsep tentang kepribadian akan digunakan sebagai acuan tolok ukur kepribadian yang baik di ranah profesional maupun sosial.
II Mendiskusikanasan
  1. A. Kepribadian dan Citra Diri
  2. Kesadaran akan Arah ( sense of direction )
  3. Pengertian ( pengertian )
  4. Keberanian ( Keberanian )
  5. Amal atau Memberi ( Amal )
KEPRIBADIAN dalam diri individu, baik atau buruk, dibentuk oleh beberapa faktor. Menurut Roucek dan Warren, sosiolog Amerika, ada tiga faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang, yaitu faktor biologis / fisik, psikologi / kejiwaan, dan sosiologi / Lingkungan.
Faktor biologis / fisik adalah faktor yang timbul lahiriah di dalam diri seorang individu. Contoh, seseorang yang membantah dengan fisik atau penampilannya kurang ideal, pasti dia akan rendah diri, pemalu, sukar bergaul, dan sifat minder lainnya. Ataupun sebaliknya.
Faktor psikologi / kejiwaan, adalah faktor yang membentuk seseorang yang ditunjang dari berbagai watak, seperti, pemarah, pemalu, agresif, dan lain-lain.Contoh, pemarah temperamen jika diminta atau didesak untuk melakukan sasuatu yang tidak disukai, maka akan memuncak amarahnya.
Faktor sosiologi / Lingkungan, adalah faktor yang membentuk kepribadian seseorang sesuai dengan realitas yang tampak pada kehidupan kelompok atau lingkungan masyarakat sekitar tempat berpijak. Contoh, seseorang yang lahir di Lingkungan yang penuh solidaritas, pasti orang ini akan memiliki kepribadian solider atau sikap pengertian terhadap sesama.
Ada pepatah mengatakan, “Jika kita hidup di kehidupan yang nyata dan jika menyelaminya pasti akan terbawa arus”. Jadi, jika seseorang hidup di antara faktor pendukung pembentukan kepribadian tersebut, maka faktor tersebut juga memenuhi persyaratan, pasti sangat tergantung pada pembentukannya kepribadian individu tersebut.Lingkungan Pertama Utama. Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tua, saudara-saudara, dan juga mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. Melalui Lingkungan Pertama, anak-anak mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan sehari-hari. Agar proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian menjadi baik, lingkungan pertama, khusus orang tua, harus mengusahakan agar anak-anak selalu dekat dengan orang tua; memberikan pengawasan dan pengawasan yang wajar, Jadi jiwa anak tidak tertekan; Mengajak anak agar dapat menentukan yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, yang pantas dan tidak pantas; memperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak.Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk;orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya memperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak. Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanyamemperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak. Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya
Saat Anda melihat seseorang dari dekat, apa yang Anda lihat atau bantu? Soegianto Hartono pelatih dan konsultan citra diri sukses, memunculkan apa yang Anda lihat dari seseorang, mencari gambar diri sendiri, mencari tahu, menonton, menonton, menonton, acara, dan lain-lain. juga tentang kepribadiannya. Sebaliknya orang lain akan melihat diri Anda dari sisi ini juga. Lewat pandangan yang bersumber dari citra diri seseorang tentang siapa Anda, apakah Anda adalah seseorang yang layak untuk digunakan rekan bisnis, teman, pacar, suami atau teman, dan sebagainya. Apakah orang-orang di sekitar Anda suka mendekatkan diri dengan Anda, atau menjauhkan diri dari Anda,
Jika Anda memiliki citra diri yang baik dan positif, pasti akan lebih banyak orang yang ingin berteman dengan Anda, atau mendekatikan diri Anda. Sebaliknya jika Anda membalikkan citra diri yang tidak baik dan negatif, sudah pasti Anda akan kecewa, karena banyak orang yang menolak untuk bertemu dengan Anda.
Untuk meyakinkan citra diri Anda, sudah selayaknya milik Anda memiliki kesadaran dalam pemahaman kepekaan terhadap lingkungan dan termasuk diri Anda sendiri. Anda harus sadar tentang penampilan Anda dan juga sikap dan interaksi Anda itu positif dan bermanfaat bagi orang lain atau sebaliknya membuat orang lain sebel bertemu dengan Anda. untuk membangun kesadaran ini terlebih dahulu kita harus sesering mungkin melihat ke dalam diri kita sendiri, dan mempertimbangkan pengaruh pada hubungan dan komunikasi yang kita sampaikan terhadap tanggapan dari orang lain. Dari sinilah kesadaran Anda akan meningkat. Jika Anda memiliki kesadaran yang tinggi, Anda akan mudah menyesuaikan diri dan melakukan perbaikan terhadap citra diri Anda,
Maxwell Maltz dalam bukunya yang berjudul “ The New Psycho-Cybernetics ” (2004) memberikan resep tentang kompetensi kepribadian, dengan rumusan akronim yang mudah dipahami yaitu: SUKSES. Berikut ini prinsip-prinsip yang diberikannya, yang mungkin akan berguna sebagai bahan refleksi.
Bagaimana mungkin Anda berhasil jika Anda sendiri tidak tahu arah Kemana dan ingin tujuan. Sebagai orang yang sukses tentu memiliki tujuan yang realistik, jelas, pasti dan di yakini dengan segenap hati. Jika saat ini Anda belum tahu apa yang ingin Anda tuju, minta Anda meminta kepada Anda sendiri: “Apa yang ingin saya?”, “Apa yang ingin saya capai?”, “Kemana saya ingin menuju?”.
Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda akan tersadarkan dan mulai membaca apa yang menjadi minat atau keinginan Anda.
Setelah Anda mengetahui apa saja yang Anda inginkan, tetapkan target Anda dan mulailah untuk tujuan.
Komunikasi yang baik secara tidak langsung akan menghasilkan pengertian yang baik. Anda tidak akan menjawab tepat jika informasi yang Anda tindaklanjuti itu keliru dalam mengartikannya.Untuk memecahkan masalah Anda harus memahami sifat sejatinya.Mengembalikan Kita ke dalam Hubungan antar Manusia adalah karena salah pengertian. Kita berharap orang lain beraksi dan memberikan tanggapan serta mencapai kesimpulan yang sama seperti kita memperoleh kesimpulan atau situasi.
Manusia menilai terhadap mental mereka sendiri, bukan terhadap apa yang ada. Terkait reaksi atau posisi orang lain yang disetujui untuk membuat kita membunuh, sebagai kepala yang keras atau berniat jahat, yang diberikan karena mereka artikan dan mereka yang mendukung situasinya berbeda-beda. Mereka dikeluarkan sesuai dengan apa yang dimaksudkan benar-benar sesuai dengan situasinya. Mengakui orang lain kompilasi keliru, menyetujui menganggapnya sengaja atau berniat jahat, akan membantu melancarkan hubungan antar manusia dan menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari mereka.
Tanyakanlah kepada diri sendiri “Bagaimanaakah hal ini dapat dilakukan untuk dia?” “Bagaimana cara membuatnya?” “Bagaimana perasaannya tentang hal ini?”. Coba pahami dulu.
Seringkali kita ciptakan kerumitan kita menambah opini kita sendiri terhadap fakta-fakta yang ada dan sampai pada kesimpulan yang keliru (fakta versus opini).
Fakta: Dua orang teman sedang berbisik-bisik dan berhenti kompilasi Anda datang
Opini: Pasti mereka sedang menggosipkan aku (reaksi negatif)
Jika Anda dapat menganalisa situasi yang tepat dan dapat membantu Anda, maka Anda dapat memilih tanggapan yang lebih tepat dan produktif.
Kita harus dapat melihat kebenaran dan menerimanya, apakah itu baik atau buruk. Seringkali kita memperingatkan data yang diperoleh dengan kesulitan, mengatasi, atau hasrat kita sendiri.
Mempunyai sasaran serta memahami situasinya belumlah cukup. Anda harus memiliki komitmen untuk bertindak, sebab hanya dengan tindakanlah yang bisa diubah menjadi tantangan. Perbedaan antara orang sukses dan gagal yang membutuhkan lebih banyak ide atau ide yang lebih baik, lebih suka untuk bertaruh atas ide-idenya sendiri, dan mengambil uang yang dapat diperhitungkan, serta melakukan.Oleh karena itu, situasinya dapat ditukar dengan seksama, dapat dilihat sesuai keinginan Anda, berbagai alternatif tindakan yang mungkin bagi Anda serta variasi-frekuensi yang mungkin dapat timbul dari masing-masing-masing alternatif tindakan tersebut.
Pilihlah alternatif tindakan yang memberikan janji terbaik dan lakukan. Jangan menunggu sampai semuanya sudah pasti, sebab Anda akan terhambat dalam interaksi. Setiap kali Anda melakukan, mungkin saja Anda keliru. Setiap keputusan yang Anda ambil mungkin bisa keliru. Tapi janganlah sampai hal itu menghalangi Anda dalam mencapai sasaran yang Anda inginkan. Setiap orang harus memiliki uang untuk mengambil risiko, membuat masalah, gagal terhindar.Selangkah ke Arah yang keliru lebih baik dari pada berdiam diri Anda selama hidup. Begitu Anda melangkah, Anda bisa mengoreksi kesalahan yang pernah Anda perbuat. Ingatlah: Otak bawah sadar Anda akan memandu Anda jika Anda bertindak.
Kepribadian-kepribadian sukses tertarik terhadap dan penghargaan sesamanya. Mereka menghargai masalah dengan kebutuhan sesamanya. Mereka menghormati manusia dan memperlakukan sesamanya sebagai manusia, dari objek belaka. Mereka sadar bahwa setiap orang adalah anak Allah dan individu yang unik yang berhak menerima martabat dan penghormatan.
Memberi adalah Amal, jadi jangan mengharapkan ketidakseimbangan, berusahalah memberi dengan ikhlas, dengan demikian citra diri Anda akan meningkat.Memberi ibarat menanam bibit di sebidang tanah yang subur, dan pada saat bibit yang Anda tanam akan menanam pohon yang besar dan menghasilkan buath-buah manis
Jika Anda bekerja pada suatu perusahaan, Instansi pemerintah, atau berbisnis baik dalam bidang produk maupun jasa untuk diterima oleh orang lain, maka dapatkan tiga hal di bawah ini sebagai bantuan yang sesuai dengan kemampuan Anda:
– memberikan nilai tambah bagi orang lain
– Berikan peningkatan hidup bagi orang lain
– memberikan manfaat bagi orang lain
Anda akan mengembangkan citra diri yang lebih baik dan lebih baik jika Anda mulai menggunakan orang lain.Memperlakukan semua orang dengan hormat adalah amal, karena alasan itu perlu selalu dibalas individu dan seketika. Anda tidak bisa memandangnya sebagai transaksi tetapi harus memandangnya sebagai konstribusi Anda terhadap masyarakat
  1. Harga Diri ( Esteem )
  2. Kepercayaan Diri (Percaya Diri)
  3. Penerimaan Diri ( Penerimaan Diri )
    1. B. Konsep 3 B ( Otak, Perilaku dan Kecantikan )
    2. C. Jati diri Bermoral dan Berkarakter
Pribadi yang sukses itu memiliki harga diri yang sehat, di mana mereka tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, tidak suka memuji, tidak suka mengkritik atau menjelekkan orang lain, mampu berlapang hati berkompromi dengan baik serta dapat bersabar dalam setiap gerakan.
Memiliki kualitas diri seperti ini di awali dari penerimaan diri sendiri. Dapat mereka puas puas dengan senangnya bisa puas dengan diri sendiri. Harga diri ini tidak dapat dibeli dengan uang, tetapi harus di bentuk di dalam diri dan melalui proses pembelajaran yang cukup panjang dengan ketekunan dan kesabaran, serta menerima kepahitan selama proses pembelajaran itu berlangsung.
Pada saat pertama kali memulai sesuatu, keluarkan kepercayaan besar kita kecil karena kita belum belajar dari pengalaman kita bisa sukses. Oleh karena itu, kepercayaan diri dibangun atas pengalaman sukses. Dari tindakan yang pertama kali akan muncul hasil yang menjadi umpan balik untuk melakukan tindakan selanjutnya. Setelah beberapa kali kita melakukan tindakan dan hasil yang lebih baik, maka rasa percaya diri itu semakin menguat.
Kepercayaan diri bisa tumbuh jika kita mulai mengingat sukses-sukses di masa lalu dan melupakan kegagalan di masa lalu. Tidak menjadi masalah saat Anda gagal di masa lalu. Yang penting adalah kesuksesan yang diperlukan Ingat Anda, kuatkan Anda, dan renungkan Anda.
Perlu kita ingat bahwa setiap kesuksesan yang ada pada seseorang tidak terlepas dari bayang-bayang gagal termasuk di dalam kekecewaan, pertimbangan, dan keterhinaan. Kepribadian Sukses, menerima, dan keterhinaan yang alami dengan hati besar.
Menerima diri kita menerima diri kita sekarang apa adanya, dengan segala kesalahan, kelemahan, kekurangan, kekeliruan serta aset dan kekuatan-kekuatan kita. Kita harus mengatasi kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan kita sebelum kita dapat mengoreksinya. Orang yang paling sedih dan tersiksa di dunia ini adalah mereka yang terus-menerus meyakinkan diri mereka sendiri akan menghukum orang lain. Tidak ada kelegaan atau kepuasan yang akhirnya Anda dapat membatalkan semua kepura-puraan dan siap menjadi diri sendiri. Berusaha mempertahankan kepura-puraan bukan hanya merupakan tekanan mental yang hebat, tetapi juga akan terus-menerus menuntun pada kekecewaan dan kesulitan pada saat seseorang memperbaiki di dunia nyata dengan kondisi diri yang fiktif.
Mengubah gambaran diri Anda mengubah diri Anda, mengubah mengubah gambaran mental Anda, memperkirakan Anda, konsepsi Anda dan memahami Anda akan diri sendiri. Kita bisa mengubah kepribadian kita, tetapi tidak bisa mengubah diri kita. Belajarlah diri Anda apa adanya dan mulailah dari sana. Belajarlah untuk mentolerir ketidaksempurnaan pada diri Anda secara emosional. Penting kita sadari kekurangan kita tidak perlu sampai kita membiasakan diri. Janganlah membenci diri sendiri karena Anda tidak sempurna. Tak ada seorang pun yang sempurna dan mereka yang pura-pura dia sempurna akan terkurung dalam kenelangsaan. Tidak ada kesuksesan sejati atau kebahagiaan sejati sebelum kamu bisa menerima dirimu sendiri.
Otak atau pikiran merefleksikan pengetahuan yang diperlukan dalam hidup. Brain juga berhubungan dengan pilihan keahlian yang didalami. Keahlian ini membawakan seseorang pada perannya saat ini. Penggalian keahlian yang mendukung peran penting seseorang. Brain lebih bermakna tidak tunggal, sebut multibidang. Misalnya, seorang guru profesional perlu memiliki pengetahuan subbidang materi ajarnya, penyampaian materi ajar, psikologi anak, strategi memotivasi agar anak berminat mengelaborasi kreativitas potensinya, bahasa Inggris, menulis, mencari teknologi informasi, etika, dan masih banyak lagi. Analogi yang kira-kira sama dapat digunakan untuk pekerjaan lain, seperti jurnalis, dokter, petani, pedagang, direktur perusahaan, dan berbagai peran lainnya.
Perilaku atau perilaku. Dalam kehidupan, keahlian atau pengetahuan saja tidak cukup. Menurut David Goleman, perlu perlindungan yang disebut kecerdasan emosional. Menurutnya, ada empat kompetensi penting yang digunakan seseorang. Pertama, mampu membaca transisi diri dan mempengaruhi orang lain. Kedua, dapat mengontrol transisi dengan baik pada perubahan Lingkungan. Ketiga, mampu mengatasi orang lain dan berpikirnya terhadap organisasi. Keempat, mampu menginspirasi, memengaruhi, mengembangkan orang lain, serta mengatasi konflik. Refleksi dari kecerdasan emosional yang diambil dari sikap yang diambilnya.Mampukah seorang pejabat yang telah membayar uang penuh dan dibayar penuh yang dibayar dengan uang yang dihaturkan dengan uang penuh dan tidak mahal? Apakah ada yang punya kekuatan bertahan dari narkoba yang ada di sana? Apakah seorang siswa dapat menahan diri dari menyontek yang saat itu bisa menahan? Kesanggupan memenangkan nilai-nilai luhur merefleksikan kecerdasan emosional seseorang.
Konsep tiga, kecantikan, atau kemenarikan pribadi.Tanpa menafikan kodrat, penerimaan diri adalah refleksi damai atas berkah Ilahi. Optimalisasi potensi diri dapat meningkatkan kualitas interaksi. Kemenarikan pribadi dapat digali dengan berbagai cara. Misalnya, penggunaan ekspresi wajah; gerak tubuh yang memuat cara duduk, berjalan, dan bersalaman; pengaturan jarak; penggunaan suara yang tepat; serta kemenarikan fisik, seperti kebersihan tubuh dan penampilan sesuai konteks. Ketiga konsep tersebut menarik. Namun, realitasnya, sistem pendidikan formal di Indonesia cenderung kurang mewadahi.
Menurut Leila Mona Ganiem, pendidikan formal cenderung membahas otak dan perilaku sedikit bahasan . Di pendidikan informal semacam pelatihan , pengembangan pribadi lebih menekankan keindahan dan perilaku sedikit bahasan . Mengacu pada peningkatan kebutuhan merekonstruksi kurikulum yang menjembatani terciptanya manusia Indonesia yang mengerti budayanya dan memiliki karakter tangguh.
Sungguh memprihatinkan ketika mendengar bangsa Indonesia tidak memiliki jati diri dan nilai-nilai budaya yang menurun, karena jati diri siapa pun akan menilai diri sendiri dari orang lain. Demikian juga jati diri bangsa akan membedakan bangsa ini dengan bangsa lain.
Sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dan konsultan pengembangan pribadi, Leila Mona Ganiem mengungkapkan apa yang berjudul ‘Pendidikan Budaya dan Karakter Menurun’ ( Republika , 18 Januari 2010) mengusik perasaannya. Nilai-nilai budaya, seperti tata krama, etika, kreativitas, keteguhan hati, tangguh, pantang menyerah, bangga terhadap budaya sendiri, berjuang dan berprestasi dengan optimal, serta nilai-nilai luhur lainnya, kian jarang kita temukan. Urgensi yang muncul dari kenyataan ini adalah kebutuhan pribadi manusia Indonesia yang berbudaya dan berkarakter tangguh.
Dalam diskusi ini, maka penyemaian jati diri merupakan suatu upaya strategis dan konseptual yang paling meyakinkan. Jati diri seorang pribadi atau bangsa akan menarik dari penampilan rasa, hak cipta serta karsa atau sistem nilai ( sistem nilai ), sikap pandang ( sikap ), dan perilaku ( perilaku ) yang dibutuhkan. Menurut Soemarno Soedarsono (1999), ada pembagian yang tidak dapat disediakan sebagai landasan jati diri untuk dicoba di gali dari kehidupan nyata dalam upaya meningkatkan nilai-nilai intrisik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara:
Refleksi hati nurani merupakan cerminan sikap seseorang yang tidak berhenti-henti mencoba dan mencari tumpuan hati. Kecerdasan Emosi (EQ) merupakan elemen yang sangat penting di samping kecerdasan otak (IQ). Setiap orang yang memiliki IQ tinggi tanpa dukungan kecerdasan yang memadai, akan diminta untuk menyelesaikannya dalam transisi.Ia harus lebih memahami hati nurani, membina, dan meminjam tepat.
Keramahan yang tulus dan santun adalah suatu realita dalam kehidupan di daerah pedesaan. Alihkan disetujui realita ini dapat dibudayakan kembali secara nasional.
Ketakwaan kepada Tuhan YME, malah telah mengakar kuat, meski disetujui dikaburkan dan kurang dihayati seperti yang diperlukan.
Keuletan dan ketangguhan merupakan unsur yang sangat menentukan dalam pencapaian meraih.Tanpa hal kedua ini, Indonesia dipastikan belum dapat menikmati kemerdekaan pada tahun 1945.
Kecerdasan yang arif merupakan pendapat obyektif tentang bangsa Indonesia. Kita bukan bangsa yang bodoh, malah sebaliknya bisa dikategorikan potensi.Tidak sedikit putri-putri Indonesia yang telah membuktikan prestasi memuaskan di bidang pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri.
Harga diri merupakan budaya tua dan luhur, yang diwariskan oleh-dan-bangsa Indonesia. Ini adalah selayaknya di pertahankan dan menjadi tumpuan jati diri bangsa.
Dengan memahami ini maka jati diri kita bukan merupakan perbedaan antara seseorang atau suatu bangsa dengan yang lain lahiriah, tetapi lebih menekankan pada eksistensinya atau manusia selaku yang diciptakan oleh sang pencipta.
Untuk menjadi pribadi yang efektif, seseorang harus mampu memadukan kompetensi dan karakter atau watak. Sebagai pribadi, dia dapat membantu dengan baik dan benar-benar tahu siapa dirinya ( siapa dia ) dan apa yang bisa membantunya ( apa yang dia bisa? )
AKU AKU AKU. Penutup
Citra diri seseorang merupakan gambaran tentang bentuk seseorang yang menyertakan penampilannya, dan juga mengenai kepribadiannya. Menjadi pribadi profesional perlu membangun diri dengan kesungguhan, disiplin, kinerja yang baik dan manajemen diri yang berkualitas, meningkatkan mengubah diri Anda, meningkatkan mengubah mental Anda, memperkirakan Anda, konsepsi Anda dan memahami Anda akan diri sendiri. kepribadian yang kuat adalah kualitas pribadi yang melandaskan dirinya pada: memiliki percaya diri dan berpegang teguh pada prinsip hidup; sikap mandiri sambil tetap mendambakan kebersamaan; berjiwa dinamis, kreatif dan pantang menyerah; visi untuk lebih mengedepankan kepentingan umum pada kepentingan pribadi.
Agar dapat tampil sebagai pribadi yang efektif, sejak dini, perlu di semai, dibina, dan dimantapkan. Keefektifan ini hanya dapat disetujui jika didukung kompetensi dan karakter sebagai satu kesatuan. Dalam pendidikan formal dan informal perlu diterapkan konsep hubungan dengan pembahasan yang lebih banyak. Karena pendidikan formal lebih banyak membahas konsep otak , dan informal atau pelatihan lebih banyak membahas konsep kecantikan .
Terimakasih sudah membaca.😊🙏

Membentuk Mental Tangguh

Bagaimana kita tahu seperti apa masa depan kita nantinya? Kita dapat melakukan semua hal yang “benar” dan masih tidak pernah “berhasil”, dan kita sering melihat orang lain melakukan hal-hal yang “benar” dan mereka mendapatkan semua yang mereka impikan, jadi apa bedanya?

Memang, saya jelas belum melakukan apa-apa, tetapi saya masih percaya saya memiliki beberapa hal untuk dikatakan. Perbedaannya adalah bagaimana kita memandang hidup kita sendiri. Kita tidak akan berhasil kecuali jika kita berusaha, dan kita tidak akan berusaha jika kita terus meragukan diri kita sendiri. Menjadi sadar diri tentang apa yang kita lakukan adalah apa yang akan membuat kita tetap berada di tempat kita berada sekarang karena kita takut bergerak maju.

Perbedaannya adalah seberapa banyak kita jujur percaya pada diri sendiri. Sungguh sungguh percaya pada diri sendiri dan tidak hanya mengatakan bahwa kita akan melakukan, kita harus cukup peduli untuk memberi tahu diri sendiri bahwa kita memiliki apa yang diperlukan dan akan melakukan apa pun utk mewujudkannya. Jika kita mulai meragukannya, bahkan hanya sedikit, maka kita tidak akan melakukan yang terbaik dan akhirnya kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri apakah ada gunanya mencoba. Kita akan mulai malas dan akhirnya kita akan berhenti peduli. Kita akan sampai pada kesimpulan bahwa itu tidak masalah jika kita meletakkan semuanya, atau bisa jadi kita mengganggap diri sebagai pecundang yang selalu gagal karena semuanya berakhir sama. Dan itu cara berpikir yang berbahaya karena kita sudah menerima kegagalan. Semua karena bisa jadi kita tidak memiliki apa yang diperlukan dalam jiwa kita.
Hentikan mentalitas seperti itu karena hal itu sesuatu yang buruk untuk percaya diri tentang apa yang kita lakukan. Tidak mengapa untuk diketahui bahwa kita tahu apa yang kita lakukan. Sangat penting untuk percaya diri dan merasa aman ketika kita bersemangat tentang sesuatu. Kita tidak akan menjadi yang terbaik hanya dengan mengatakan bahwa kita ingin menjadi sesuatu, dan kita tidak harus menjadi yang terbaik untuk tetap hebat. Jadi, kita harus melakukannya. Berhentilah menyusutkan dirimu. Berhentilah berpikir bahwa orang lain lebih baik daripada kita.

Ternyata Kitalah yang membuat perbedaan dalam cara hidup selama ini. Jika kita terus membandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita, maka kiya tidak akan pernah bahagia. Akan selalu ada orang yang terlihat seperti mereka bekerja dan melakukan jauh lebih baik daripada kita. Tetapi itu tidak berdampak pada kesuksesan kita. Kita harus bangga pada diri sendiri untuk semua yang telah kita capai sejauh ini dan kita harus yakin bahwa kita akan melakukan lebih banyak di masa depan.

Berpikir mempersiapkan diri untuk yang terburuk dan melindungi diri kita dari cedera jika kita gagal adalah hal yang baik, tetapi tidak selalu demikian. Karena Ini dapat meyakinkan kita untuk menyerah sebelum mencoba atau berhenti mencoba sebelum semuanya maksimal. Sikap mental seperti Ini meyakinkan kita untuk tidak peduli terhadap diri kita sendiri.

Perbedaan dalam cara hidup kita ternyata adalah apakah kita membiarkan diri menjadi optimis.. apakah kita berhenti memukul diri sendiri.. dan apakah kita benar-benar peduli dengan apa yang kita lakukan..!

Kita semua memiliki apa yang diperlukan. Kita semua dapat mencapai apa pun yang kita inginkan secara harfiah, mungkin masalahnya adalah karena kita belum menyadarinya.

Terima kasih sudah membaca ☀️☀️🙏😊

Cara Memperkuat Kemauan

Memperkuat Kemauan

Bayangkan sebuah jembatan papan kayu di antara dua bangunan – keduanya setinggi 30 lantai. Bentang jarak kedua Bangunan itu lebarnya 50 meter, dan ada jembatan tunggal papan kayu untuk menghubungkannya. Jembatan Papan kayu sangat sempit. Sekarang, jika kita diminta melewati papan kayu untuk mencapai sisi lain dengan hadiah 100 juta Maukah maukah kita melakukannya? Apakah kita akan mempertaruhkan segalanya untuk berjalan di atas papan kayu guna mencapai visi kita?
Semuanya tergantung seberapa kuat kemauan yang ada dalam diri kita.

Sekarang, jika kita beri tahu bahwa di sisi lain bangunan itu ada keluarga kita yang sedang terancam nyawanya, dan menyeberangi papan kayu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka. Apakah kita akan mengambil risiko untuk berjalan di atas papan kayu tersebut..?

Di sini kita menemukan perbedaan persepsi. Dalam skenario pertama, mendapatkan hadiah 100 juta bukanlah faktor motivasi yang kuat untuk menyeberangi jembatan (kecuali mungkin untuk beberapa jiwa pemberani dan punya kemampuan khusus!). Tetapi untuk skenario kedua, ketika kehidupan keluarga kita dipertaruhkan, banyak yang akan memutuskan untuk melakukannya.

Ketika kita tahu jika kita tidak melakukan maka nyawa anggota keluarga kita dipertaruhkan, disinilah menemukan motif. Apa yang baru saja kita alami adalah perubahan tujuan. Jika visinya adalah untuk menyeberangi jembatan, maka penyelamatan anggota keluarga adalah merupakan alasan untuk melintasinya.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, Jika kita tidak memiliki tujuan yang kuat, maka kita akan kehilangan motivasi.

Banyak dari kita yang mempunyai visi dalam hidup, akan tetapi tidak memiliki tujuan yang kuat – karena itulah kebanyakan dari kita tidak mencapainya. Jika kita ingin mencapai dan mewujudkan impian kita, visi kita harus didukung dengan tujuan yang kuat. Kita harus memiliki tujuan yang cukup kuat untuk setiap bidang kehidupan kita.

Jika kita merasa tidak merasa cukup maksimal menjalani upaya yang telah kita tetapkan guna mencapai suatu tujuan – maka tanyakan pada diri sendiri, apakah tujuan kita cukup kuat untuk mencapai cita cita tersebut.?

Kita perlu tahu apa yang sebenarnya memotivasi kita.

Di bawah ini adalah pertanyaan untuk membantu kita memahami lebih baik dengan cara yang belum pernah kitajelajahi sebelumnya. Dan jawaban yang kita tuliskan akan memberi kita petunjuk tentang apa yang benar-benar ingin kita capai dengan mendapatkan hasil tertentu.

Buang daftar tugas Anda

Adalah baik untuk mengambil tindakan dalam hidup. Tetapi, jika kita tidak fokus pada hasil dan tujuan, kita hanya mengambil tindakan dalam hidup kita tanpa sistem yang jelas untuk mengukur hasil kita dan kemudian kita mungkin hanya akan merasa hidup kita adalah sekedar rentetan daftar yang harus dilakukan.

Menetapkan Hasil, Tujuan,dan Rencana gebrakan aksi.

Mari kita Lihat saja daftar tugas kita: bisa jadi kita akan memiliki lebih 10 item rencana untuk dilakukan. Tetapi, jika kita benar-benar melihatnya, kita akan melihat bahwa ternyata kita hanya berusaha untuk mencapai hasil 4-5 minggu ini. Berfokus pada hasil 4-5 untuk minggu ini dalam banyak kasus lebih produktif daripada 10 item yang kita pikir harus kita lakukan.
Inilah intinya: Identifikasi beberapa hasil yang ingin kita capai selama seminggu: dan kemudian, tanyakan “Mengapa”? Kita ingin mencapainya. Kita akan menemukan energi untuk melakukannya selama minggu daripada menatap daftar tugas tanpa emosi.
Kita perlu menyusun Rencana Tindakan Masif yang Berorientasi pada Hasil yang Didorong Tujuan,

1. Hasil
Mengapa kita melakukan tugas tertentu? Apa hasil yang kita harapkan dari tugas itu? Setelah kita selesai dengan tugas, hasil seperti apa yang kita harapkan?
Jadi, pertanyaan pertama dalam hal ini adalah memvisualisasikan hasil- perubahan yang ingin kita lihat sebagai hasil dari pekerjaan kita.

2. Tujuan
Tujuan mengacu pada elemen ‘mengapa’. Ini berarti untuk menjawab pertanyaan: apa tujuan kita dari tindakan tertentu misalnya, Apa tujuan kita? Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan? Terkadang orang mencapai apa yang ingin dicapai tetapi mereka bingung setelah mencapainya. Alasan kebingungan mereka adalah kurangnya tujuan.

3. Rencana aksi besar-besaran
Begitu kita memutuskan apa yang kita inginkan dan mengapa kita menginginkannya, kita perlu memiliki rencana tindakan yang tepat.

Bagaimana kita akan mencapai tujuan kita?
Untuk ini, disarankan untuk bertemu orang-orang yang telah mencapai tujuan yang ingin kita capai. Ini memberi kita kekuatan dan pemahaman yang jelas bahwa tujuan itu rasional dapat dicapai.

Rencana tindakan adalah komitmen kita terhadap jalan mencapai tujuan kita. Kita juga harus memahami bahwa begitu kita memutuskan rencana tindakan kita, kita perlu mengimplementasikannya. Jika hasil yang diinginkan tidak tercapai, kita perlu mengubah arah tindakan. Kita harus ingat bahwa “mereka yang menang tidak pernah berhenti, dan mereka yang berhenti tidak pernah menang”. Jadi, untuk menjadi pemenang, kita bisa belajar dari kehidupan orang-orang yang telah berhasil mencapainya. Kita harus tetap fokus dan gigih di jalan yang kita sudah putuskan.

Ingat, hidup kita bukanlah daftar pekerjaan. pada hasil, dengan tujuan kuat diikuti oleh tindakan besar-besaran, dan kita akan memiliki motivasi yang Anda butuhkan dalam mencapainya… Insha ‘Allah. #

Gesekan Mental

Menangani Gesekan Mental

Bayangkan kita mengendarai mobil dengan tangan dalam posisi istirahat. Kita mungkin tidak akan berjalan sangat cepat, dan inilah yang terjadi ketika kita mengarahkan diri kita untuk menjalani suatu “kehidupan”. Ini menyebabkan kita menjadi tidak produktif tanpa kita sadari.

Tanpa memahami sikap kita, kita tidak dapat memperoleh motivasi untuk bertahan atau mencapai tujuan kita. Akibatnya, kita sering kali menunda-nunda. Inilah sebabnya mengapa banyak program peningkatan diri berfokus pada “kepercayaan diri”. Kita akan berbicara tentang memahami sistem kepercayaan diri dan cara membuatnya bekerja untuk diri kita sendiri.

Bagaimana kita berpikir memengaruhi perilaku kita. Sering kali kepercayaan ini tersembunyi jauh di dalam pikiran bawah sadar kita. Keyakinan seperti “Sekarang sudah terlambat” atau “Saya seorang korban” sering kali dapat membuat seseorang lebih banyak diam dalam persepsi yang salah, padahal sebenarnya banyak sekali yang bisa di lakukan.

Tiga Jenis Sistem Kepercayaan diri
1. Keputusasaan:
Jika seseorang tidak memiliki harapan, ia merasa atau percaya suatu hasil tidak mungkin terjadi. “Tidak ada harapan” – ini adalah keyakinan bahwa hasilnya tidak mungkin dan dengan demikian tidak ada gunanya apapun yang kerjakan.

2. Ketidakberdayaan:
Dalam kondisi ini, seseorang percaya sesuatu itu mungkin, tetapi dia tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. “Saya terlalu lemah”, “Itu mungkin tetapi saya tidak mampu”, “Saya tidak memiliki apa yang diperlukan” adalah contoh-contoh ketidakberdayaan yang berbicara sendiri.

3. Tidak Berharga:
Beberapa orang bahkan tidak akan mencoba karena mereka pikir mereka tidak layak untuk mencapai sesuatu.

Sebagai Muslim, kita harus melawan sikap ini karena kita harus menaruh harapan dan kepercayaan pada Allah, dan ingat bahwa Allah memiliki kuasa atas semua hal. Ketika kita mentransfer harapan kita dari diri kita yang terbatas kepada Allah Yang Mahatinggi, bahkan tugas yang paling sulit pun bisa menjadi sangat mungkin dan sangat mudah (Sejarah Islam bersaksi tentang ini seperti Pertempuran Badr!)

Jika Anda berpikir: “Ini semua baik, tetapi tidak akan berhasil – Saya sudah pernah mencobanya sebelumnya dan tidak bisa melakukannya”, ubah pemikiran itu menjadi: “Jika saya melakukan semua yang saya pelajari dan coba, maka saya akan menjadi mampu mencapainya insya Allah ”. Memiliki pendekatan positif akan mendorong kita maju menuju tujuan kita.

Harga Diri dan Sistem Kepercayaan Kita.
Harga diri kita secara langsung terkait dengan keyakinan batin kita.

Dibawah Ini adalah kuis yang dapat Anda lakukan untuk menemukan tingkat harga diri Anda. Seperti pemeriksaan kesehatan biasa, tes ini membantu Anda menemukan di mana Anda berdiri pada tingkat harga diri Anda. Jawab 16 pertanyaan di bawah ini dengan Benar atau Salah. Jawab benar hanya jika Anda 100% yakin tentang jawabannya. Sekalipun 99% benar, jawablah salah.

Setelah anda menyelesaikan test dibawah ini, gunakan kunci jawaban untuk menemukan tingkat harga diri Anda.

Tandai Benar atau Salah pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Orang lain tidak lebih beruntung dari saya.

2. Saya menerima diri saya apa adanya, dan saya senang dengan diri saya sendiri.

3. Saya menikmati bersosialisasi.

4. Saya pantas mendapatkan cinta dan hormat.

5. Saya merasa dihargai dan dibutuhkan.

6. Saya tidak membutuhkan orang lain untuk memberi tahu saya bahwa saya telah melakukan pekerjaan dengan baik.

7. Menjadi diri sendiri itu penting.

8. Saya berteman dengan mudah.

9. Saya bisa menangani kritik tanpa merasa jengkel.

10. Saya mengakui kesalahan saya secara terbuka.

11. Saya tidak pernah menyembunyikan perasaan saya yang sebenarnya.

12. Saya selalu berbicara sendiri dan menyampaikan pandangan saya.

13. Saya orang yang riang bahagia.

14. Saya tidak khawatir dengan pendapat orang lain tentang pandangan saya.

15. Saya tidak perlu persetujuan orang lain untuk merasa baik.

16. Saya tidak merasa bersalah melakukan dan mengatakan apa yang saya inginkan.

Kunci jawaban:

1) Jumlah benar di atas 14: Anda melakukannya dengan sangat baik.

2) 12-14 benar: Anda melakukan cukup baik. Ada ruang untuk diperbaiki.

3) 8 – 11 benar: Menampilkan tanda-tanda harga diri rendah.

4) Kurang dari 8 benar: Tingkat harga diri rendah.

Sangat penting untuk mengetahui di mana Anda berdiri dalam hal harga diri karena percaya pada diri sendiri sangat penting untuk produktivitas Anda.

Anda tahu, jika kepercayaan Anda tidak memberdayakan Anda, maka tidak heran Anda tidak termotivasi untuk mencapai tujuan Anda? Apakah mengherankan bahwa Anda menghindari melakukannya, dan karenanya Anda menunda-nunda?

Berdayakan diri kita,
Mengubah keyakinan dan mengganti dengan keyakinan yang memberdayakan adalah penting untuk kesuksesan kita. Ingatkan diri kita tentang sikap positif baru yang telah kita putuskan untuk diadopsi. Berikut adalah teknik yang dapat Anda gunakan:

Setiap kali pikiran negatif muncul di benak, segera katakan – “Tidak apa-apa, saya bisa melakukannya dengan bantuan Allah”. Dan tiba-tiba, Anda akan mulai merasa lebih percaya diri dan optimis!

“Dalam hidup, pastilah ada masalah, dan dibalik masalah pastilah ada penyelaian dan juga peluang. Kita semua memiliki peluang di sekitar kita, untuk itu mari mulai melakukan perbuatan baik, berusaha lulus atas ujian hidup apapun, meningkatkan kwalitas keimanan dan kemampuan untuk membuat perbedaan dari diri kita sebelumnya, demi mencapai tujuan yang kita harapkan. Insyaallah tercapai.. Aamiin. #