Mata Dajjal

Kata ‘dajjal’ berarti: dusta, ganti, menyamarkan, mengkamuflase, melapisi. Bila ditilik dari hadits-hadits nabi, memang dajjal memiliki kemampuan tersebut. Sesuatu yang benar bisa dipoles menjadi seolah olah salah dihadapan manusia pada umumnya, demikian pula sebaliknya.

Banyak riwayat yang bersumber dari hadits menceritakan tentang ciri ciri fisik maupun sifat dari si Dajjal tersebut.

Sebagai contoh, adalah pengakuannya sebagai Tuhan atau penguasa. Dengan bukti dapat menghidupkan orang mati, menurunkan hujan di masa paceklik, menumbuhkan tanaman dan lain sebagainya yang semua itu, untuk orang beriman adalah Ini kebohongan dan pengelabuan saja.

Dajjal menggunakan syubhat dan syahwat untuk menundukkan seseorang. Dalam hadits Bukhari dan Muslim misalnya, kelak dajjal (di masa kemarau panjang) akan membawa air dan api. Apa yang terlihat oleh orang sejatinya adalah air bisa dilihat sebagai api, Sementara yang terlihat api, hakikatnya adalah air. Terminologi seperti inilah yang sering kali akan menjerumuskan manusia kepada hal hal yang syubhat dan mendorong manusia untuk menganggap remeh dan tidak berhati hati dalam urusan syahwat.

Dajjal juga disifati mempuyai kecepatan yang luar biasa. Melalui bacaan hadits-hadits nabi, salah satu kemampuan dajjal adalah kecepatannya. Dia dapat mengelilingi dunia hanya di empat puluh hari, dengan satu hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti satu bulan; dan hari ketiga bagaikan satu minggu, kemudian berikutnya normal seperti hari biasa (HR. Muslim).

Sifat berikutnya mengenai daya jangkau fitnah Dajjal yang berdampak sangat luas. Dalam suatu hadits rasulullah menyampaikan bahwa tidak ada satu negeripun yang tak dijangkau oleh dajjal, kecuali Mekah dan Madinah.

Ini menunjukkan bahwa daya jangkau fitnah dajjal ini tidak hanya terbatas pada negara tertentu, tetapi masiv dan menyeluruh ke berbagai negara secara global, kecuali wilayah yang dilindungi oleh Allah (Mekah dan Madinah).

Sebenarnya masih banyak sifat sifat subtansial lainnya, bisa dirujuk dari hadits-hadits shahih.

Pertanyaannya, diera modern seperti sekarang ini, apa.? Siapa,? Dan dalam wujud seperti apa yang mempunyai sifat sifat Dajjal tersebut..??

Semua jawaban kembali pada kepekaan dan kejelian masing-masing individu dalam memaknainya. Tapi yang jelas, sejak Adam hingga kiamat tidak pernah sepi dari sinyal-sinyal kedatangan dajjal. Setiap nabi pun juga selalu mewanti-wanti tentang hal ini.

Tempat Keluarnya Dajjal

Dajjal akan muncul dari arah timur dari negeri Persia, disebut Khurasan. Dari Abu Bakar Ash Shiddiq, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ يَتْبَعُهُ أَقْوَاٌََََََََََََُُُّّْْْْ

“Dajjal itu keluar dari bumi sebelah timur yang disebut Khurasan. Dajjal akan dibawa oleh kaum yang wajah mereka seperti tameng yang dikirim kulit ”. [1]

Namun kemunculan Dajjal baru terlihat jelas kompilasi hingga di tempat antara Irak dan Syam. Dalam hadits An Nawas bin Sam’an yang marfu – -ampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintah,

إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا ِ َ َ َ َ َ

“Dajjal itu keluar di antara Syam dan Irak. Dia lantas rusak kanan dan kiri. Wahai para hamba Allah, tetap teguhlah ”. [2]

Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi akan menjadi pengikutnya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفاً مِنَ الْيَهُودِ عَلَيِّمُيُمِّي

“Dajjal akan keluar dari Yahudiyah, Ashbahan, dan 70.000 orang Yahudi yang akan membeli mahkota akan jadi pengikutnya.” [3]

Ibnu Katsir mengatakan bahwa menentang Dajjal adalah dari Ashbahan dari daerah yang disebut Yahudiyah.

Sekarang Coba perhatikan Handphone yang ada ditangan anda sekarang dan renungkan daya pengaruhnya bagi kita, Bagi anak anak kita, dan bagi semua manusia yang terjangkau teknologi.?

Coba perhatikan Facebook dan Google,

Tidak ada manusia sejagat tidak mengenal media sosial Facebook dan mesin pencari nomor satu, Google. Menjadi situs favorit para penggemar Internet. Menurut majalah TIME (2010), dua situs itu paling banyak dibuka. Facebook bertahan meski banyak bermunculan media sosial lainnya. Sementara Google menjadi tumpuan banyak orang mencari ilmu. Situs ini semacam dewa ketahui semuanya. Bahkan dilengkapi dengan media sosial, surat elektronik, peta, kalender, penyimpan dokumen, terjemahan, dan fasilitas situs pribadi (blog).

Dibalik dua nama situs besar itu adalah Mark Zuckerberg, penemu dan pendiri Facebook, dan Sergey Brin, penemu serta pendiri Google. Fakta menarik lainnya, lelaki kedua itu berdarah Yahudi. Bangsa dijanjikan dalam semua perjanjian agama. Ini dibuktikan di dunia maya pada masa sekarang, dua dari 100 situs versi terbaik Forbes (2011) yaitu Google dan Facebook.

Berdarah Yahudi menjadi berkah dan kerepotan sendiri untuk Zuckerberg dan Brin. Situs mereka sering memberlakukan pemblokiran di negara yang menerapkan syariat Islam hanya karena mereka bagian dari Zionis. Di sisi lain, pengguna Facebook banyak dari kalangan muslim. Indonesia menjadi negara pengguna media sosial ini dilakukan oleh majalah ekonomi di Ibu Kota Jakarta. Begitu juga dengan Google. Kecepatan dan kelengkapan data yang diberikan membuat situs ini jadi mesin pencari terpopuler, menang Yahoo! mengatasi sebaliknya lebih dulu muncul.

Meski punya sistem keamanan situs canggih, ada pelak dari pembobol jaringan sistem keamanan, biasa disebut hacker. Para hacker canggih dapat menembus kode sekuritas yang tidak diperbarui. Google tidak pernah bisa mengakses pekan lalu Melawan gelombang protes film menghina Muhammad SAW, Innocence of Muslims, percaya ini ulah hacker, hanya 30 menit saja. Facebook malah berkali-kali lipat kerusakan. Tahun ini sudah dua kali Facebook tidak dapat diakses oleh penggunanya.

Selain ahli Internet dan bahasa komputer, Zuckerberg dan Brin disinyalir juga menggunakan situs ciptaannya untuk menyiapkan simbol-simbol penerimaan Yahudi. Sebelum berubah menjadi timeline, Facebook menggunakan istilah dinding. Menurut situs jafi.org.il, dinding itu mewakili Tembok Ratapan ada di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Dinding ini digunakan orang Yahudi untuk berdoa dan meratapi dosa. “Tidak heran banyak orang juga meratapi nasib di dinding Facebook,” tulis situs itu. Lain hari, Zuckerberg menyambut sebagai makan dan berharap orang lain tidak melihat Yahudinya.

Arus informasi begitu cepat, subhat.. finah dan kegaduhan dunia bisa terjadi dalam sesaat. Salah bisa terlihat benar dan benar bisa nampak salah.

“Jangan Jangan benda ini adalah bentuk lain dari mata Dajjal, benda satu mata yang berupa layar kaca yang mempunyai jangkauan, kecepatan dan daya pengaruh besar terhadap keimanan secara masif.

Membentuk Kepribadian

Tantangan dan persaingan dunia saat ini terlihat sangat ketat, mengatasinya? Ketahanan diri adalah salah satu kunci jawaban. Ketahanan diri mencerminkan keuletan dan ketangguhan yang perlu ditumbuhkan kembangkan di dalam diri seseorang atau pada suatu bangsa ( kekokohan dan keuletan ).

Penyelidikan jati diri dimulai dari pribadi hingga seluruh bangsa, sebagi satu strategi strategis untuk dapat hidup sejahtera dan aman merupakan cara ampuh untuk mengatasi masalah yang memprihatinkan, yang bermuara pada saat dibutuhkan perundingan.
Mari kita melihat ke daerah yang lebih mengecil, yaitu seorang warga negara yang menjadi pribadi yang memiliki kehidupan sendiri dan mau tidak mau harus bergabung dan membutuhkan pribadi lain untuk membuat kehidupan yang lebih baik. Salah satunya adalah Lingkungan Pekerjaan, Di mana kita dapat diakses satu pribadi dengan pribadi lainnya.
Kondisi kerja dan kesibukan para pekerja saat ini memperbolehkan hiruk pikuk, hal ini tidak harus menghindari cara kita untuk dapat memaknai dan memberikan nilai lebih untuk diri kita sendiri, jadi teman / rekan kerja, atasan akan selalu bersama kita.
Sudah terbayangkan bagaimana indahnya kerja kami jika satu sama lain saling mendukung, mendukung, dan satu hal lagi yang tidak kalah penting berpenampilan menarik baik dari dalam maupun luar. Terkadang dan tutur kata masih kurang penting oleh beberapa kalangan, namun dalam dua hal ini yang membuat lingkungan menjadi kondusif. Untuk menanggulangi lingkungan kerja yang kurang kondusif, maka dari masing-masing pribadi dari setiap karyawan harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional, dan mengelola diri menjadi pribadi yang tangguh. Beberapa konsep tentang kepribadian akan digunakan sebagai acuan tolok ukur kepribadian yang baik di ranah profesional maupun sosial.
II Mendiskusikanasan
  1. A. Kepribadian dan Citra Diri
  2. Kesadaran akan Arah ( sense of direction )
  3. Pengertian ( pengertian )
  4. Keberanian ( Keberanian )
  5. Amal atau Memberi ( Amal )
KEPRIBADIAN dalam diri individu, baik atau buruk, dibentuk oleh beberapa faktor. Menurut Roucek dan Warren, sosiolog Amerika, ada tiga faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang, yaitu faktor biologis / fisik, psikologi / kejiwaan, dan sosiologi / Lingkungan.
Faktor biologis / fisik adalah faktor yang timbul lahiriah di dalam diri seorang individu. Contoh, seseorang yang membantah dengan fisik atau penampilannya kurang ideal, pasti dia akan rendah diri, pemalu, sukar bergaul, dan sifat minder lainnya. Ataupun sebaliknya.
Faktor psikologi / kejiwaan, adalah faktor yang membentuk seseorang yang ditunjang dari berbagai watak, seperti, pemarah, pemalu, agresif, dan lain-lain.Contoh, pemarah temperamen jika diminta atau didesak untuk melakukan sasuatu yang tidak disukai, maka akan memuncak amarahnya.
Faktor sosiologi / Lingkungan, adalah faktor yang membentuk kepribadian seseorang sesuai dengan realitas yang tampak pada kehidupan kelompok atau lingkungan masyarakat sekitar tempat berpijak. Contoh, seseorang yang lahir di Lingkungan yang penuh solidaritas, pasti orang ini akan memiliki kepribadian solider atau sikap pengertian terhadap sesama.
Ada pepatah mengatakan, “Jika kita hidup di kehidupan yang nyata dan jika menyelaminya pasti akan terbawa arus”. Jadi, jika seseorang hidup di antara faktor pendukung pembentukan kepribadian tersebut, maka faktor tersebut juga memenuhi persyaratan, pasti sangat tergantung pada pembentukannya kepribadian individu tersebut.Lingkungan Pertama Utama. Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tua, saudara-saudara, dan juga mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. Melalui Lingkungan Pertama, anak-anak mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan sehari-hari. Agar proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian menjadi baik, lingkungan pertama, khusus orang tua, harus mengusahakan agar anak-anak selalu dekat dengan orang tua; memberikan pengawasan dan pengawasan yang wajar, Jadi jiwa anak tidak tertekan; Mengajak anak agar dapat menentukan yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, yang pantas dan tidak pantas; memperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak.Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk;orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya memperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak. Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanyamemperlakukan anak dengan baik; dan menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan atau kekeliruan. Berhati-hatilah dalam membimbing anak. Penyebab, kehilangan terjadi sesuatu yang berbeda dengan hal-hal itu, anak-anak akan mengalami kekecewaan. Sebuah kekecewaan yang bisa jadi begitu dalam. Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya Rasa kecewa ini bisa terjadi lantaran orang tua kurang memperhatikan anak-anak, karena terlalu sibuk; orang tua terlalu memaksakan kehendak dan keputusannya kepada anak dengan tantangan hukuman, akan diterima oleh anak cukup berat, dan akhirnya anak akan menjadi tertekan jiwanya
Saat Anda melihat seseorang dari dekat, apa yang Anda lihat atau bantu? Soegianto Hartono pelatih dan konsultan citra diri sukses, memunculkan apa yang Anda lihat dari seseorang, mencari gambar diri sendiri, mencari tahu, menonton, menonton, menonton, acara, dan lain-lain. juga tentang kepribadiannya. Sebaliknya orang lain akan melihat diri Anda dari sisi ini juga. Lewat pandangan yang bersumber dari citra diri seseorang tentang siapa Anda, apakah Anda adalah seseorang yang layak untuk digunakan rekan bisnis, teman, pacar, suami atau teman, dan sebagainya. Apakah orang-orang di sekitar Anda suka mendekatkan diri dengan Anda, atau menjauhkan diri dari Anda,
Jika Anda memiliki citra diri yang baik dan positif, pasti akan lebih banyak orang yang ingin berteman dengan Anda, atau mendekatikan diri Anda. Sebaliknya jika Anda membalikkan citra diri yang tidak baik dan negatif, sudah pasti Anda akan kecewa, karena banyak orang yang menolak untuk bertemu dengan Anda.
Untuk meyakinkan citra diri Anda, sudah selayaknya milik Anda memiliki kesadaran dalam pemahaman kepekaan terhadap lingkungan dan termasuk diri Anda sendiri. Anda harus sadar tentang penampilan Anda dan juga sikap dan interaksi Anda itu positif dan bermanfaat bagi orang lain atau sebaliknya membuat orang lain sebel bertemu dengan Anda. untuk membangun kesadaran ini terlebih dahulu kita harus sesering mungkin melihat ke dalam diri kita sendiri, dan mempertimbangkan pengaruh pada hubungan dan komunikasi yang kita sampaikan terhadap tanggapan dari orang lain. Dari sinilah kesadaran Anda akan meningkat. Jika Anda memiliki kesadaran yang tinggi, Anda akan mudah menyesuaikan diri dan melakukan perbaikan terhadap citra diri Anda,
Maxwell Maltz dalam bukunya yang berjudul “ The New Psycho-Cybernetics ” (2004) memberikan resep tentang kompetensi kepribadian, dengan rumusan akronim yang mudah dipahami yaitu: SUKSES. Berikut ini prinsip-prinsip yang diberikannya, yang mungkin akan berguna sebagai bahan refleksi.
Bagaimana mungkin Anda berhasil jika Anda sendiri tidak tahu arah Kemana dan ingin tujuan. Sebagai orang yang sukses tentu memiliki tujuan yang realistik, jelas, pasti dan di yakini dengan segenap hati. Jika saat ini Anda belum tahu apa yang ingin Anda tuju, minta Anda meminta kepada Anda sendiri: “Apa yang ingin saya?”, “Apa yang ingin saya capai?”, “Kemana saya ingin menuju?”.
Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda akan tersadarkan dan mulai membaca apa yang menjadi minat atau keinginan Anda.
Setelah Anda mengetahui apa saja yang Anda inginkan, tetapkan target Anda dan mulailah untuk tujuan.
Komunikasi yang baik secara tidak langsung akan menghasilkan pengertian yang baik. Anda tidak akan menjawab tepat jika informasi yang Anda tindaklanjuti itu keliru dalam mengartikannya.Untuk memecahkan masalah Anda harus memahami sifat sejatinya.Mengembalikan Kita ke dalam Hubungan antar Manusia adalah karena salah pengertian. Kita berharap orang lain beraksi dan memberikan tanggapan serta mencapai kesimpulan yang sama seperti kita memperoleh kesimpulan atau situasi.
Manusia menilai terhadap mental mereka sendiri, bukan terhadap apa yang ada. Terkait reaksi atau posisi orang lain yang disetujui untuk membuat kita membunuh, sebagai kepala yang keras atau berniat jahat, yang diberikan karena mereka artikan dan mereka yang mendukung situasinya berbeda-beda. Mereka dikeluarkan sesuai dengan apa yang dimaksudkan benar-benar sesuai dengan situasinya. Mengakui orang lain kompilasi keliru, menyetujui menganggapnya sengaja atau berniat jahat, akan membantu melancarkan hubungan antar manusia dan menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari mereka.
Tanyakanlah kepada diri sendiri “Bagaimanaakah hal ini dapat dilakukan untuk dia?” “Bagaimana cara membuatnya?” “Bagaimana perasaannya tentang hal ini?”. Coba pahami dulu.
Seringkali kita ciptakan kerumitan kita menambah opini kita sendiri terhadap fakta-fakta yang ada dan sampai pada kesimpulan yang keliru (fakta versus opini).
Fakta: Dua orang teman sedang berbisik-bisik dan berhenti kompilasi Anda datang
Opini: Pasti mereka sedang menggosipkan aku (reaksi negatif)
Jika Anda dapat menganalisa situasi yang tepat dan dapat membantu Anda, maka Anda dapat memilih tanggapan yang lebih tepat dan produktif.
Kita harus dapat melihat kebenaran dan menerimanya, apakah itu baik atau buruk. Seringkali kita memperingatkan data yang diperoleh dengan kesulitan, mengatasi, atau hasrat kita sendiri.
Mempunyai sasaran serta memahami situasinya belumlah cukup. Anda harus memiliki komitmen untuk bertindak, sebab hanya dengan tindakanlah yang bisa diubah menjadi tantangan. Perbedaan antara orang sukses dan gagal yang membutuhkan lebih banyak ide atau ide yang lebih baik, lebih suka untuk bertaruh atas ide-idenya sendiri, dan mengambil uang yang dapat diperhitungkan, serta melakukan.Oleh karena itu, situasinya dapat ditukar dengan seksama, dapat dilihat sesuai keinginan Anda, berbagai alternatif tindakan yang mungkin bagi Anda serta variasi-frekuensi yang mungkin dapat timbul dari masing-masing-masing alternatif tindakan tersebut.
Pilihlah alternatif tindakan yang memberikan janji terbaik dan lakukan. Jangan menunggu sampai semuanya sudah pasti, sebab Anda akan terhambat dalam interaksi. Setiap kali Anda melakukan, mungkin saja Anda keliru. Setiap keputusan yang Anda ambil mungkin bisa keliru. Tapi janganlah sampai hal itu menghalangi Anda dalam mencapai sasaran yang Anda inginkan. Setiap orang harus memiliki uang untuk mengambil risiko, membuat masalah, gagal terhindar.Selangkah ke Arah yang keliru lebih baik dari pada berdiam diri Anda selama hidup. Begitu Anda melangkah, Anda bisa mengoreksi kesalahan yang pernah Anda perbuat. Ingatlah: Otak bawah sadar Anda akan memandu Anda jika Anda bertindak.
Kepribadian-kepribadian sukses tertarik terhadap dan penghargaan sesamanya. Mereka menghargai masalah dengan kebutuhan sesamanya. Mereka menghormati manusia dan memperlakukan sesamanya sebagai manusia, dari objek belaka. Mereka sadar bahwa setiap orang adalah anak Allah dan individu yang unik yang berhak menerima martabat dan penghormatan.
Memberi adalah Amal, jadi jangan mengharapkan ketidakseimbangan, berusahalah memberi dengan ikhlas, dengan demikian citra diri Anda akan meningkat.Memberi ibarat menanam bibit di sebidang tanah yang subur, dan pada saat bibit yang Anda tanam akan menanam pohon yang besar dan menghasilkan buath-buah manis
Jika Anda bekerja pada suatu perusahaan, Instansi pemerintah, atau berbisnis baik dalam bidang produk maupun jasa untuk diterima oleh orang lain, maka dapatkan tiga hal di bawah ini sebagai bantuan yang sesuai dengan kemampuan Anda:
– memberikan nilai tambah bagi orang lain
– Berikan peningkatan hidup bagi orang lain
– memberikan manfaat bagi orang lain
Anda akan mengembangkan citra diri yang lebih baik dan lebih baik jika Anda mulai menggunakan orang lain.Memperlakukan semua orang dengan hormat adalah amal, karena alasan itu perlu selalu dibalas individu dan seketika. Anda tidak bisa memandangnya sebagai transaksi tetapi harus memandangnya sebagai konstribusi Anda terhadap masyarakat
  1. Harga Diri ( Esteem )
  2. Kepercayaan Diri (Percaya Diri)
  3. Penerimaan Diri ( Penerimaan Diri )
    1. B. Konsep 3 B ( Otak, Perilaku dan Kecantikan )
    2. C. Jati diri Bermoral dan Berkarakter
Pribadi yang sukses itu memiliki harga diri yang sehat, di mana mereka tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, tidak suka memuji, tidak suka mengkritik atau menjelekkan orang lain, mampu berlapang hati berkompromi dengan baik serta dapat bersabar dalam setiap gerakan.
Memiliki kualitas diri seperti ini di awali dari penerimaan diri sendiri. Dapat mereka puas puas dengan senangnya bisa puas dengan diri sendiri. Harga diri ini tidak dapat dibeli dengan uang, tetapi harus di bentuk di dalam diri dan melalui proses pembelajaran yang cukup panjang dengan ketekunan dan kesabaran, serta menerima kepahitan selama proses pembelajaran itu berlangsung.
Pada saat pertama kali memulai sesuatu, keluarkan kepercayaan besar kita kecil karena kita belum belajar dari pengalaman kita bisa sukses. Oleh karena itu, kepercayaan diri dibangun atas pengalaman sukses. Dari tindakan yang pertama kali akan muncul hasil yang menjadi umpan balik untuk melakukan tindakan selanjutnya. Setelah beberapa kali kita melakukan tindakan dan hasil yang lebih baik, maka rasa percaya diri itu semakin menguat.
Kepercayaan diri bisa tumbuh jika kita mulai mengingat sukses-sukses di masa lalu dan melupakan kegagalan di masa lalu. Tidak menjadi masalah saat Anda gagal di masa lalu. Yang penting adalah kesuksesan yang diperlukan Ingat Anda, kuatkan Anda, dan renungkan Anda.
Perlu kita ingat bahwa setiap kesuksesan yang ada pada seseorang tidak terlepas dari bayang-bayang gagal termasuk di dalam kekecewaan, pertimbangan, dan keterhinaan. Kepribadian Sukses, menerima, dan keterhinaan yang alami dengan hati besar.
Menerima diri kita menerima diri kita sekarang apa adanya, dengan segala kesalahan, kelemahan, kekurangan, kekeliruan serta aset dan kekuatan-kekuatan kita. Kita harus mengatasi kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan kita sebelum kita dapat mengoreksinya. Orang yang paling sedih dan tersiksa di dunia ini adalah mereka yang terus-menerus meyakinkan diri mereka sendiri akan menghukum orang lain. Tidak ada kelegaan atau kepuasan yang akhirnya Anda dapat membatalkan semua kepura-puraan dan siap menjadi diri sendiri. Berusaha mempertahankan kepura-puraan bukan hanya merupakan tekanan mental yang hebat, tetapi juga akan terus-menerus menuntun pada kekecewaan dan kesulitan pada saat seseorang memperbaiki di dunia nyata dengan kondisi diri yang fiktif.
Mengubah gambaran diri Anda mengubah diri Anda, mengubah mengubah gambaran mental Anda, memperkirakan Anda, konsepsi Anda dan memahami Anda akan diri sendiri. Kita bisa mengubah kepribadian kita, tetapi tidak bisa mengubah diri kita. Belajarlah diri Anda apa adanya dan mulailah dari sana. Belajarlah untuk mentolerir ketidaksempurnaan pada diri Anda secara emosional. Penting kita sadari kekurangan kita tidak perlu sampai kita membiasakan diri. Janganlah membenci diri sendiri karena Anda tidak sempurna. Tak ada seorang pun yang sempurna dan mereka yang pura-pura dia sempurna akan terkurung dalam kenelangsaan. Tidak ada kesuksesan sejati atau kebahagiaan sejati sebelum kamu bisa menerima dirimu sendiri.
Otak atau pikiran merefleksikan pengetahuan yang diperlukan dalam hidup. Brain juga berhubungan dengan pilihan keahlian yang didalami. Keahlian ini membawakan seseorang pada perannya saat ini. Penggalian keahlian yang mendukung peran penting seseorang. Brain lebih bermakna tidak tunggal, sebut multibidang. Misalnya, seorang guru profesional perlu memiliki pengetahuan subbidang materi ajarnya, penyampaian materi ajar, psikologi anak, strategi memotivasi agar anak berminat mengelaborasi kreativitas potensinya, bahasa Inggris, menulis, mencari teknologi informasi, etika, dan masih banyak lagi. Analogi yang kira-kira sama dapat digunakan untuk pekerjaan lain, seperti jurnalis, dokter, petani, pedagang, direktur perusahaan, dan berbagai peran lainnya.
Perilaku atau perilaku. Dalam kehidupan, keahlian atau pengetahuan saja tidak cukup. Menurut David Goleman, perlu perlindungan yang disebut kecerdasan emosional. Menurutnya, ada empat kompetensi penting yang digunakan seseorang. Pertama, mampu membaca transisi diri dan mempengaruhi orang lain. Kedua, dapat mengontrol transisi dengan baik pada perubahan Lingkungan. Ketiga, mampu mengatasi orang lain dan berpikirnya terhadap organisasi. Keempat, mampu menginspirasi, memengaruhi, mengembangkan orang lain, serta mengatasi konflik. Refleksi dari kecerdasan emosional yang diambil dari sikap yang diambilnya.Mampukah seorang pejabat yang telah membayar uang penuh dan dibayar penuh yang dibayar dengan uang yang dihaturkan dengan uang penuh dan tidak mahal? Apakah ada yang punya kekuatan bertahan dari narkoba yang ada di sana? Apakah seorang siswa dapat menahan diri dari menyontek yang saat itu bisa menahan? Kesanggupan memenangkan nilai-nilai luhur merefleksikan kecerdasan emosional seseorang.
Konsep tiga, kecantikan, atau kemenarikan pribadi.Tanpa menafikan kodrat, penerimaan diri adalah refleksi damai atas berkah Ilahi. Optimalisasi potensi diri dapat meningkatkan kualitas interaksi. Kemenarikan pribadi dapat digali dengan berbagai cara. Misalnya, penggunaan ekspresi wajah; gerak tubuh yang memuat cara duduk, berjalan, dan bersalaman; pengaturan jarak; penggunaan suara yang tepat; serta kemenarikan fisik, seperti kebersihan tubuh dan penampilan sesuai konteks. Ketiga konsep tersebut menarik. Namun, realitasnya, sistem pendidikan formal di Indonesia cenderung kurang mewadahi.
Menurut Leila Mona Ganiem, pendidikan formal cenderung membahas otak dan perilaku sedikit bahasan . Di pendidikan informal semacam pelatihan , pengembangan pribadi lebih menekankan keindahan dan perilaku sedikit bahasan . Mengacu pada peningkatan kebutuhan merekonstruksi kurikulum yang menjembatani terciptanya manusia Indonesia yang mengerti budayanya dan memiliki karakter tangguh.
Sungguh memprihatinkan ketika mendengar bangsa Indonesia tidak memiliki jati diri dan nilai-nilai budaya yang menurun, karena jati diri siapa pun akan menilai diri sendiri dari orang lain. Demikian juga jati diri bangsa akan membedakan bangsa ini dengan bangsa lain.
Sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dan konsultan pengembangan pribadi, Leila Mona Ganiem mengungkapkan apa yang berjudul ‘Pendidikan Budaya dan Karakter Menurun’ ( Republika , 18 Januari 2010) mengusik perasaannya. Nilai-nilai budaya, seperti tata krama, etika, kreativitas, keteguhan hati, tangguh, pantang menyerah, bangga terhadap budaya sendiri, berjuang dan berprestasi dengan optimal, serta nilai-nilai luhur lainnya, kian jarang kita temukan. Urgensi yang muncul dari kenyataan ini adalah kebutuhan pribadi manusia Indonesia yang berbudaya dan berkarakter tangguh.
Dalam diskusi ini, maka penyemaian jati diri merupakan suatu upaya strategis dan konseptual yang paling meyakinkan. Jati diri seorang pribadi atau bangsa akan menarik dari penampilan rasa, hak cipta serta karsa atau sistem nilai ( sistem nilai ), sikap pandang ( sikap ), dan perilaku ( perilaku ) yang dibutuhkan. Menurut Soemarno Soedarsono (1999), ada pembagian yang tidak dapat disediakan sebagai landasan jati diri untuk dicoba di gali dari kehidupan nyata dalam upaya meningkatkan nilai-nilai intrisik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara:
Refleksi hati nurani merupakan cerminan sikap seseorang yang tidak berhenti-henti mencoba dan mencari tumpuan hati. Kecerdasan Emosi (EQ) merupakan elemen yang sangat penting di samping kecerdasan otak (IQ). Setiap orang yang memiliki IQ tinggi tanpa dukungan kecerdasan yang memadai, akan diminta untuk menyelesaikannya dalam transisi.Ia harus lebih memahami hati nurani, membina, dan meminjam tepat.
Keramahan yang tulus dan santun adalah suatu realita dalam kehidupan di daerah pedesaan. Alihkan disetujui realita ini dapat dibudayakan kembali secara nasional.
Ketakwaan kepada Tuhan YME, malah telah mengakar kuat, meski disetujui dikaburkan dan kurang dihayati seperti yang diperlukan.
Keuletan dan ketangguhan merupakan unsur yang sangat menentukan dalam pencapaian meraih.Tanpa hal kedua ini, Indonesia dipastikan belum dapat menikmati kemerdekaan pada tahun 1945.
Kecerdasan yang arif merupakan pendapat obyektif tentang bangsa Indonesia. Kita bukan bangsa yang bodoh, malah sebaliknya bisa dikategorikan potensi.Tidak sedikit putri-putri Indonesia yang telah membuktikan prestasi memuaskan di bidang pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri.
Harga diri merupakan budaya tua dan luhur, yang diwariskan oleh-dan-bangsa Indonesia. Ini adalah selayaknya di pertahankan dan menjadi tumpuan jati diri bangsa.
Dengan memahami ini maka jati diri kita bukan merupakan perbedaan antara seseorang atau suatu bangsa dengan yang lain lahiriah, tetapi lebih menekankan pada eksistensinya atau manusia selaku yang diciptakan oleh sang pencipta.
Untuk menjadi pribadi yang efektif, seseorang harus mampu memadukan kompetensi dan karakter atau watak. Sebagai pribadi, dia dapat membantu dengan baik dan benar-benar tahu siapa dirinya ( siapa dia ) dan apa yang bisa membantunya ( apa yang dia bisa? )
AKU AKU AKU. Penutup
Citra diri seseorang merupakan gambaran tentang bentuk seseorang yang menyertakan penampilannya, dan juga mengenai kepribadiannya. Menjadi pribadi profesional perlu membangun diri dengan kesungguhan, disiplin, kinerja yang baik dan manajemen diri yang berkualitas, meningkatkan mengubah diri Anda, meningkatkan mengubah mental Anda, memperkirakan Anda, konsepsi Anda dan memahami Anda akan diri sendiri. kepribadian yang kuat adalah kualitas pribadi yang melandaskan dirinya pada: memiliki percaya diri dan berpegang teguh pada prinsip hidup; sikap mandiri sambil tetap mendambakan kebersamaan; berjiwa dinamis, kreatif dan pantang menyerah; visi untuk lebih mengedepankan kepentingan umum pada kepentingan pribadi.
Agar dapat tampil sebagai pribadi yang efektif, sejak dini, perlu di semai, dibina, dan dimantapkan. Keefektifan ini hanya dapat disetujui jika didukung kompetensi dan karakter sebagai satu kesatuan. Dalam pendidikan formal dan informal perlu diterapkan konsep hubungan dengan pembahasan yang lebih banyak. Karena pendidikan formal lebih banyak membahas konsep otak , dan informal atau pelatihan lebih banyak membahas konsep kecantikan .
Terimakasih sudah membaca.😊🙏

Keputusan Intuitif

 

Penelitian terbaru tentang cara kerja otak kita telah menggerakkan perdebatan sehubungan dengan pengambilan keputusan intuitif versus pengambilan keputusan rasional . Berapa banyak kita harus mengandalkan intuisi ketika membuat keputusan sulit? Dalam bukunya, The Power of Intuition , Gary Klein menyarankan bahwa 90 persen keputusan penting dibuat menggunakan intuisi kita. Bahkan jika hanya sebagian yang benar, ini akan menyarankan bahwa pendekatan apa pun untuk meningkatkan pengambilan keputusan harus mengatasi gaya pengambilan keputusan ini.

Apa yang kita maksudkan ketika berbicara tentang intuisi?

Ketika berbicara tentang intuisi, kita menggambarkan sesuatu yang diketahui, dirasakan, dipahami, atau dipercayai oleh naluri, perasaan, atau sifat tanpa bukti aktual, alih-alih dengan menggunakan pikiran sadar, alasan, atau proses rasional . Ini tidak menyiratkan bahwa pengambilan keputusan intuitif tidak rasional. Sebaliknya, kami bermaksud bahwa penjelasan untuk suatu pilihan tidak tersedia secara langsung melalui pemikiran sadar atau logis.

Penelitian otak menunjuk ke bagian otak yang bekerja secara bersamaan dengan proses berpikir sadar kita, bertindak sebagai sistem cerdas paralel. Sistem ini akan menciptakan respons (biasanya emosional) yang saling bersaing dalam menentukan respons seseorang. Ketika dibimbing oleh pengalaman dengan pola sebelumnya, respons ini dapat dianggap sebagai hasil dari intuisi.

Masalah dengan intuisi dan pengambilan keputusan

Intuisi memainkan peran penting dalam pilihan yang kita buat. Sayangnya, bekerja sendirian, intuisi dapat menjadi sumber kesalahan yang signifikan dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa masalah dengan intuisi yang dapat dihindari dengan proses pengambilan keputusan yang terstruktur .

  • Informasi yang cacat – Pengambilan keputusan intuisi akan merespon dengan cepat terhadap informasi yang tidak akurat, tidak memadai, tidak dapat diandalkan, atau tidak lengkap berdasarkan pola dari pengalaman sebelumnya.
  • Bias emosional jangka pendek – Penelitian kognitif telah menunjukkan bahwa keputusan para ahli sekalipun dipengaruhi oleh emosi yang tidak berhubungan selama pembuatan keputusan.
  • Kurangnya pertimbangan alternatif – Intuisi umumnya bergantung pada pengenalan pola dan akan menunjukkan solusi yang telah bekerja dengan baik dengan pola yang dirasakan saat ini. Ini akan membatasi opsi yang dipertimbangkan walaupun Anda mungkin berhadapan dengan situasi keputusan baru yang mungkin memerlukan solusi baru atau unik.
  • Prasangka – Emosi membantu membentuk intuisi kita dan dapat memungkinkan pengalaman yang cacat untuk mengesampingkan fakta dan bukti yang masuk akal.
  • Kurangnya keterbukaan – Setiap orang memiliki basis pengalaman berbeda yang menyediakan platform untuk intuisi mereka. Mengingat bahwa intuisi seseorang tidak mudah dijelaskan, maka sulit untuk menggunakan intuisi dalam konteks kelompok.
  • Penerapan yang tidak pantas – Orang yang memiliki pengalaman, keahlian , dan intuisi yang baik dalam satu bidang dapat menjadi terlalu percaya diri dan menerapkan intuisi mereka di bidang yang tidak dikenal atau tidak terkait. Ini juga termasuk menggunakan “Aturan Jempol” yang mungkin tidak cocok dengan kebutuhan konteks keputusan saat ini.

Bisakah pengambilan keputusan intuitif dipelajari dan ditingkatkan?

Para ahli di MIT dan Korps Marinir percaya demikian, dan begitu juga kita. Model kognitif terus dikembangkan dan dikembangkan yang membantu kita memahami intuisi dan pengambilan keputusan. Model Pengambilan Keputusan Pengakuan Primer, yang dikembangkan oleh Gary Klein dan yang lainnya, menunjukkan bahwa pengenalan pola atau isyarat adalah elemen penting dari pengambilan keputusan intuitif, bersama dengan kemampuan untuk melakukan simulasi mental yang cepat tentang bagaimana suatu opsi akan dilakukan terhadap hasil lain yang sebelumnya sukses. . Model ini, dan lainnya, menunjuk pada pendekatan berikut untuk pengambilan keputusan intuitif yang lebih baik:

  • Gunakan proses terstruktur ketika waktu memungkinkan – Ini akan memberikan kerangka kerja untuk menangkap dan belajar dari keputusan sebelumnya. Itu juga akan menjaga dari kesalahan yang dapat terjadi saat menggunakan intuisi. Proses Inovasi Keputusan 4 langkah kami sangat memanfaatkan pendekatan ini.
  • Dengarkan lebih baik – Mendengarkan yang lebih baik akan memastikan mendapatkan lebih banyak informasi situasional. Semakin baik pola terbentuk, semakin besar kemungkinan bahwa intuisi akan memberikan solusi yang cocok dengan masalah .
  • Renungkan suatu keputusan sebelum diimplementasikan – Carilah area di mana emosi mungkin mendistorsi persepsi Anda tentang situasi saat ini.
  • Periksa kepercayaan – Apakah mereka didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat diandalkan?
  • Konsultasikan dengan orang lain – Dapatkan umpan balik dan validasi bahwa keputusan Anda tampaknya masuk akal. Juga, perhatikan penilaian yang tidak sesuai.
  • Berkomunikasi – Alasan di balik intuisi Anda terkadang dapat dibuat eksplisit melalui diskusi dengan orang lain. Kegagalan untuk melakukan ini dalam keputusan bisnis dapat merusak implementasinya.
  • Tingkatkan pengalaman – Cobalah hal-hal baru. Pola berkembang dari pengalaman. Lebih banyak pengalaman akan menciptakan dan membentuk pola yang sukses. Ini mengarah pada intuisi yang lebih baik.
  • Belajar melalui pengulangan di lingkungan yang berbeda – Pengulangan di lingkungan emosional yang berbeda akan membantu meningkatkan konsistensi pengambilan keputusan intuitif.
  • Belajarlah untuk mengenali dan menafsirkan emosi Anda – Emosi memberikan sinyal dari pola dan pengalaman sebelumnya. Mempelajari apa yang mereka indikasikan dan keandalannya meningkatkan kemampuan Anda untuk mengetahui kapan harus mengandalkan intuisi Anda.
  • Ciptakan lingkungan belajar yang tepat – Pengambilan keputusan intuitif yang lebih baik datang dari membuat lebih banyak keputusan. Lingkungan yang dapat memberikan toleransi dan / atau risiko rendah untuk kesalahan, dan yang memeriksa keputusan tanpa menyerang kebanggaan dan martabat orang yang membuatnya, akan mengarah pada pilihan intuitif yang lebih baik.
  • Gunakan game pengambilan keputusan – Game mensimulasikan kehidupan dan menyediakan lingkungan berisiko rendah untuk mengembangkan pola yang dapat meningkatkan intuisi.
  • Penilaian situasi dan studi kasus – Digunakan dalam bisnis dan militer (mis., Setelah ulasan tindakan), mempelajari hasil sebelumnya dengan fokus pada proses pengambilan keputusan akan membantu membangun pola untuk intuisi.

Kapan masuk akal untuk menggunakan gaya pengambilan keputusan yang intuitif?

Dimulai dengan kasing yang mudah, tentu masuk akal untuk menggunakan pengambilan keputusan intuitif untuk keputusan yang sepele atau bernilai rendah. Kegagalan pengambilan keputusan akan memiliki sedikit konsekuensi, dan intuisi akan memberikan pilihan cepat. Keputusan ini sederhana, tidak penting, dan dalam banyak kasus dapat mengakibatkan kebiasaan. Memilih jenis kopi yang sama setiap hari karena Anda senang dengan rasanya adalah contoh yang baik.

Keputusan yang melibatkan emosi sering dikenakan intuisi yang adil dan akan sering memainkan peran utama dalam hubungan pribadi. Namun, emosi dapat berubah, dan ketika hubungan mengalami kesulitan, jangan kaget jika intuisi Anda tidak lagi menghasilkan hasil yang Anda harapkan. Pada saat-saat ini, hubungan berjalan dengan baik karena pengambilan keputusan intuitif harus menjadi lebih terbuka, eksplisit dan rasional. Orang menemukan bahwa mereka mungkin perlu membuat pilihan yang tidak didukung oleh emosi mereka.

 

Akhirnya, ketika kecepatan sangat penting untuk hasil yang sukses, berharap harus lebih bergantung pada pengambilan keputusan intuitif. Contohnya termasuk pilihan yang harus dibuat dalam pertempuran atau saat terjadi bencana alam oleh responden pertama yang tiba di lokasi krisis. Dalam kedua kasus, peserta menjalani pelatihan ekstensif yang membantu membangun pola pengalaman yang akan meningkatkan intuisi dan pengambilan keputusan.#

Terimakasih telah membaca.

Baca dan Tonton Juga:

Melatih Berfikir Kritis

Melepaskan Pikiran Negatif

Berfikir Positif dan Melepaskan Pikiran Negatif

Apakah Anda pernah begitu kewalahan dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Dan anda Berharap dapat menghentikan semuanya selama sehari, satu jam, atau bahkan hanya satu menit?. Apakah anda belum menemukan bagaimana memahami situasi yang anda alami sehingga sulit untuk berfikir positif dan melepaskan pikiran negatif yang sering terlintas dalam kepala anda.?

Saya selalu berusaha untuk menjadi sepositif mungkin, karena saya percaya bahwa ada sisi terang untuk segalanya, bahkan jika terkadang sisi terang itu justru tampak sedikit gelap.
Perjuangan tidak berarti Anda bersikap negatif, tetapi berpura-pura tidak akan menyakiti Anda juga.

Saya perlu menulis ini untuk mengingatkan diri saya dan semoga mengingatkan Anda tentang apa yang benar-benar penting. Apa yang ingin Anda lakukan itu penting, tujuan Anda penting, apa pun itu. Kesehatan mental, emosional, dan fisik Anda penting, dan apa pun yang di perlukan untuk mempertahankan itu penting.

Berfikir Positif dalam menangani masalah

Apa pun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini yang mengganggu ketenangan Anda perlu di tangani. Bagi saya, saya cenderung membiarkan masalah yang bukan milik saya tidak akan memakan saya dan menghancurkan saya. Mereka mengatakan kesengsaraan suka di temani dan tidak ada keraguan tentang itu.

Hari ini saya perlu mengingatkan diri sendiri bahwa saya harus memutuskan tantangan apa yang saya hadapi, dan dalam kebanyakan situasi saya dapat memilih untuk tidak melakukannya.
Pikirkan apa yang Anda khawatirkan saat ini dan berapa banyak kekhawatiran itu yang sebenarnya ada dalam kendali Anda?

Jika itu di luar kendali Anda, lalu apa gunanya bagi Anda untuk mengkhawatirkannya? Saya tahu, lebih mudah di ucapkan daripada di lakukan, tetapi selalu ada titik awal. Apa pun yang akan terjadi, maka akan terjadi. Kita bisa menggunakan energi ini untuk melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri, daripada membuangnya untuk sesuatu atau seseorang yang tidak layak.


Pikirannya bertiup betapa mudahnya kita dapat mengubah apa yang kita lakukan dengan hidup kita, kita dapat mengubahnya dalam sedetik jika kita benar-benar menginginkannya. Kita berbicara tentang seberapa besar kita menginginkan sesuatu atau seberapa buruk kita ingin mengubah sesuatu tetapi kita tidak pernah mengambil langkah selanjutnya dalam melakukannya.

Kami mendapatkan satu kehidupan dan mencoba melakukannya dengan benar, dan kadang-kadang saya melupakannya dan kehilangan pandangan untuk sesaat tetapi sangat penting untuk diingat. Sama klise dengan perkataannya, kami mengendalikan hidup kami, kami memutuskan apa yang menjadi prioritas dan saya sangat merekomendasikan menjadikan diri Anda nomor satu dalam daftar prioritas anda. Apa pun itu yang mencoba mengambil tempat itu atau membuat Anda merasa sesuatu yang lebih penting, adalah masalahnya.

Berfikir positif ataupun negatif sepenuhnya di tangan anda

Berfikir positif

Tidak ada yang akan bangun setiap hari dan memastikan bahwa Anda adalah prioritas pertama Anda, jadi Anda harus bangun setiap hari dan lakukan itu. Saya menyarankan agar lain kali hidup Anda kewalahan dan Anda merasa perlu satu hari, satu jam atau bahkan hanya satu menit, ambillah.

Catatan kecil:

Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya kesehatan mental saya. Saya harap setiap orang yang membaca ini mengetahui hal itu. Karena begitu Anda membahayakan itu atau membiarkan orang lain membahayakan itu, adalah suatu halangan untuk kembali. Itu bukan sesuatu yang dapat Anda lihat dan sering kali bukan sesuatu yang bahkan kita sadari sampai menjadi sangat buruk. Juga jika seseorang yang Anda kenal memberi tahu Anda sesuatu tentang kesehatan mental mereka, jangan menganggap mereka membuat alasan atau berbohong. Ini sangat penting.

Stress berasal dari dalam diri kita sendiri

 

Stress itu tidak berasal dari luar diri, tapi dari dalam diri. Kejadian yang ada di luar kita hanya memicu apa yang sudah ada di dalam diri kita, perasaan yang kita tekan selama ini. Banyak orang yang tidak menyadari, ketika mereka berusaha menghilangkan stress yang di alami, mereka hanya fokus pada efek sampingnya saja, bukan pada penyebab stress itu sendiri. Ini sama saja kita berusaha untuk menurunkan demam tanpa mengobati infeksinya.

Tubuh kita di kendalikan pikiran dan perasaan kita

Pada dasarnya, pikiran dan perasaan mengontrol tubuh kita. Oleh karena itu, untuk mengobati tubuh, maka pikiran dan perasaannya harus di ubah terlebih dahulu. Apa yang ada di pikiran biasanya di tunjukkan lewat tubuh kita. Ketika kita melepaskan perasaan tersebut, maka ribuan atau bahkan jutaan pikiran yang berhubungan dengan perasaan tersebut menjadi hilang. Kita melepaskan perasaan tersebut tanpa memberikan makna, menghakiminya, atau menolaknya. Kita hanya melihat perasaan tersebut, merasakannya, tanpa perlu mengubah perasaan tersebut. Pada dasarnya, perasaan itu tidak nyata, datang dan pergi.

Belajar Berfikir Positif dan Melepaskan Pikiran Negatif

Itulah sebabnya kenapa anda harus belajar Berfikir Positif dan Melepaskan Pikiran Negatif. Biasanya, banyak orang kesulitan mencapai fase kedamaian ini karena mereka berusaha menolaknya. Mereka berusaha untuk mengontrol perasaan dan pikiran tersebut. Jika anda bisa melepaskan pikiran tersebut, melihatnya datang dan pergi. Maka, anda akan menyadari kalau pikiran tersebut bukanlah diri anda yang sebenarnya. Emosi dan marah bukanlah diri anda. Perasaan duka kehilangan yang mendalam bukanlah diri nada. Perasaan takut juga bukanlah diri anda. Diri anda yang sebenarnya sedang mengamati semua perasaan pikiran pikiran negatif tersebut. Anda berhentilah menyamakan diri anda dengan perasaan tersebut. Ini adalah kesadaran yang harus anda raih dan tentu saja untuk mencapai di tahap ini, anda pasti akan mengalami proses pembelajaran dan latihan yang terus menerus. 


Terimakasih telah membaca.

 

Baca dan Tonton Juga:

Mengelola Emosi Negatif

Cara Meningkatkan Motivasi Diri

Memotivasi Diri Sendiri , Bagaimana Caranya?

Memotivasi Diri Sendiri , bagaimana caranya? karena Hidup selalu tak terduga. Anda pergi tidur pada suatu malam berharap besok akan menjadi hari yang cerah tetapi keesokan paginya membawa ke hari terburuk Anda.

Masalah yang terjadi dalam hidup anda

Anda berpikir bahwa hari-hari hanya bisa menjadi begitu buruk tetapi kemudian kehidupan menunjukkan kepada Anda bahwa itu bisa menjadi lebih buruk lagi.

Dan anda terus-menerus bertanya-tanya apa yang telah Anda lakukan hingga hal ini terjadi, dan Anda tidak pernah mendapatkan jawaban.

Selanjutnya Anda merasa sepertinya Hidup ini tidak adil. Anda tidak dapat menemukan orang lain untuk disalahkan.

Pada kondisi seperti ini Anda tidak bisa menyalahkan diri sendiri atas sebagian besar waktu yang telah berlalu. Segalanya terjadi begitu saja.

Membicarakan dengan orang yang anda percayai untuk memotivasi diri anda


Apa yang bisa kita lakukan, adalah mencoba mengingat beberapa hal.

Ya berbicara dengan orang-orang yang dekat dengan Anda itu bermanfaat, menahan perasaan Anda akan memakan Anda hidup-hidup diri anda sendiri dan semakin lama Anda menahannya semakin menyakitkan. Namun, jika Anda menyukai saya dan tidak ingin membicarakan masalah Anda dengan orang lain, mudah-mudahan posting ini akan menghilangkan sebagian kekhawatiran Anda.

Kita semua Sangat mungkin mengalami perasaan seperti yang untuk merasa seperti yang Anda alami. Syukurlah hidup tidak berhenti untuk apa pun atau siapa pun, yang berarti bahwa apa pun itu, akan berlalu.

Awalnya mungkin terlihat seperti selamanya, tetapi selalu ada harapan yang lebih layak di nanti, yakni terselesaikannya masalah dan hari yang lebih baik untuk dijalani.

Masalah adalah stimulus untuk memotivasi diri sendiri

Secara pribadi ketika ada sesuatu yang salah dalam hidup saya, saya selalu mencoba menggunakannya sebagai motivasi untuk mendorong diri saya lebih keras. Ini adalah stimulus motivasi terbaik menurut saya.

Hal lain yang perlu di ingat adalah bahwa tidak semua orang akan memahami Anda. Akan tetapi itu tidak berarti ada yang salah dengan Anda atau dengan mereka. Dan hal itu tidak berarti bahwa mereka tidak peduli.

Seseorang tidak selalu bisa menjalin komunikasi dengan cara baik, jadi cobalah untuk tidak mengambil jalan yang salah ketika itu terjadi. Berangkat dari itu, jangan pernah biarkan kata-kata orang “memperburuknya” di mana justru membuat Anda merasa masalah Anda tidak mendapatkan solusi.

Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri dan mulailah memotivasi diri sendiri

Sekarang, ada beberapa hal yang tidak dapat Anda lakukan ketika hidup seperti tampak terbalik.
Anda tidak bisa menyalahkan diri sendiri untuk hal itu. Banyak hal terjadi di luar kendali Anda dan tindakan menyalahkan diri sendiri. Karena menyalahkan diri sendiri tidak akan mengubah apa pun kecuali membuat Anda merasa lebih buruk.

Luangkan satu atau dua hari untuk menyatukan diri dan mengumpulkan pikiran Anda jika perlu, dan cobalah bangkit kembali. Anda mungkin tidak berhasil sejauh yang ingin Anda lakukan segera. Tetapi MENCOBA akan membuat Anda jauh lebih jauh daripada tidak mencoba.

Anda dapat merasa seperti Anda sendirian, apa pun yang Anda alami, tidak masalah. Merasa sendirian menjadi salah satu perasaan terburuk karena Anda merasa mandek dan tak berdaya dan tidak bisa menoleh ke mana. Jika Anda merasa seperti ini, silakan hubungi seseorang yang Anda kenal dan anda percayai.

Terakhir, jangan merasa ingin menyerah pada diri sendiri. Ini berlaku apakah itu terhadap kesehatan mental Anda, tujuan Anda, keluarga Anda, teman-teman Anda atau bahkan sekadar menjalani hari yang berat. Saya tahu itu kadang-kadang bukanlah tugas yang mudah.

Syukuri apapun yang terjadi dalam hidup ini

Ingatlah Ini adalah kehidupan yang telah Allah berikan dan Anda sudah melaluinya sejauh ini. Anda membiarkan kehidupan menghancurkan Anda atau Anda berhasil keluar untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pilihan ada di tangan Anda, mengapa Anda tidak ingin melihat seberapa jauh kehidupan akan lebih baik bagi anda?

Terima kasih sudah membaca.

Tonton dan Baca Juga:

Bagaimana merubah kegagalan menjadi kesuksesan

Membangkitkan semangat dari dalam

Membentuk Mental Tangguh

Bagaimana kita tahu seperti apa masa depan kita nantinya? Kita dapat melakukan semua hal yang “benar” dan masih tidak pernah “berhasil”, dan kita sering melihat orang lain melakukan hal-hal yang “benar” dan mereka mendapatkan semua yang mereka impikan, jadi apa bedanya?

Memang, saya jelas belum melakukan apa-apa, tetapi saya masih percaya saya memiliki beberapa hal untuk dikatakan. Perbedaannya adalah bagaimana kita memandang hidup kita sendiri. Kita tidak akan berhasil kecuali jika kita berusaha, dan kita tidak akan berusaha jika kita terus meragukan diri kita sendiri. Menjadi sadar diri tentang apa yang kita lakukan adalah apa yang akan membuat kita tetap berada di tempat kita berada sekarang karena kita takut bergerak maju.

Perbedaannya adalah seberapa banyak kita jujur percaya pada diri sendiri. Sungguh sungguh percaya pada diri sendiri dan tidak hanya mengatakan bahwa kita akan melakukan, kita harus cukup peduli untuk memberi tahu diri sendiri bahwa kita memiliki apa yang diperlukan dan akan melakukan apa pun utk mewujudkannya. Jika kita mulai meragukannya, bahkan hanya sedikit, maka kita tidak akan melakukan yang terbaik dan akhirnya kita akan bertanya-tanya pada diri sendiri apakah ada gunanya mencoba. Kita akan mulai malas dan akhirnya kita akan berhenti peduli. Kita akan sampai pada kesimpulan bahwa itu tidak masalah jika kita meletakkan semuanya, atau bisa jadi kita mengganggap diri sebagai pecundang yang selalu gagal karena semuanya berakhir sama. Dan itu cara berpikir yang berbahaya karena kita sudah menerima kegagalan. Semua karena bisa jadi kita tidak memiliki apa yang diperlukan dalam jiwa kita.
Hentikan mentalitas seperti itu karena hal itu sesuatu yang buruk untuk percaya diri tentang apa yang kita lakukan. Tidak mengapa untuk diketahui bahwa kita tahu apa yang kita lakukan. Sangat penting untuk percaya diri dan merasa aman ketika kita bersemangat tentang sesuatu. Kita tidak akan menjadi yang terbaik hanya dengan mengatakan bahwa kita ingin menjadi sesuatu, dan kita tidak harus menjadi yang terbaik untuk tetap hebat. Jadi, kita harus melakukannya. Berhentilah menyusutkan dirimu. Berhentilah berpikir bahwa orang lain lebih baik daripada kita.

Ternyata Kitalah yang membuat perbedaan dalam cara hidup selama ini. Jika kita terus membandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita, maka kiya tidak akan pernah bahagia. Akan selalu ada orang yang terlihat seperti mereka bekerja dan melakukan jauh lebih baik daripada kita. Tetapi itu tidak berdampak pada kesuksesan kita. Kita harus bangga pada diri sendiri untuk semua yang telah kita capai sejauh ini dan kita harus yakin bahwa kita akan melakukan lebih banyak di masa depan.

Berpikir mempersiapkan diri untuk yang terburuk dan melindungi diri kita dari cedera jika kita gagal adalah hal yang baik, tetapi tidak selalu demikian. Karena Ini dapat meyakinkan kita untuk menyerah sebelum mencoba atau berhenti mencoba sebelum semuanya maksimal. Sikap mental seperti Ini meyakinkan kita untuk tidak peduli terhadap diri kita sendiri.

Perbedaan dalam cara hidup kita ternyata adalah apakah kita membiarkan diri menjadi optimis.. apakah kita berhenti memukul diri sendiri.. dan apakah kita benar-benar peduli dengan apa yang kita lakukan..!

Kita semua memiliki apa yang diperlukan. Kita semua dapat mencapai apa pun yang kita inginkan secara harfiah, mungkin masalahnya adalah karena kita belum menyadarinya.

Terima kasih sudah membaca ☀️☀️🙏😊

Bangsa Yang Tergadai

Mengapa pilpres yang hanya soal pergantian presiden dan kita sudah pengalaman menyelenggarakannya beberapa kali tapi kemarin demikian panas, tegang, sulit saling mengalah, dan banyak kecurangan yang begitu masif dan bahkan berani terang-terangan? Petahana bisa dengan mudahnya menangkap siapa saja yang dianggapnya provokator. Sisi lain, oposan banyak mengerahkan gerakan rakyat yang disebut people power walaupun sebuah gerakan damai.

Kata “kalah” waktu itu, tampak sulit diterima oleh kedua belah pihak. Apakah kekalahan bida diterima hanya oleh kubu 02? Tidak. Kubu 01 juga sama.

Bagi kubu 02, pemilu kemarin penuh rekayasa, karena dianggap penuh kecurangan struktural dan masif yang disiapkan sejak awal, catatannya kecurangan di tim BPN mencapai ribuan, termasuk membangun opini melalui quick count yang diyakini hanya pesanan semata, hanya konstruksi untuk mempengaruhi pikiran dan mental masyarakat agar hasil pemilu bisa diterima dari hasil quick count dan perhitungan KPU.

Bagi kubu 01, pemilu yang lalu tidak akan mungkin bisa terima jika mereka kalah, karena diyakininya ada kelompok Islam radikal menyatu pada kubu 02 yang dituduhkannya akan merubah NKRI dan Pancasila. Prabowo iya nasionalis tapi dia didompleng oleh elemen Islam radikal dan ini membahayakan kelangsungan NKRI. Itulah pikiran di kubu 01. Maka, bagaimana pun caranya, 02 tidak boleh menang walaupun itu kekuatan rakyat.

Kalau soal pemilu biasa yang jurdil dan kondisi negara normal, kubu Jokowi dan kubu Prabowo pasti akan menerima kalah dan menang sebagai hal yang biasa. Tapi mengapa kondisi jadi rumit, panas, tegang dan gawat? Mengapa ada ribuan kecurangan yang dibaca masyarakat dari berita-berita media dan ditonton langsung dari banyak sekali video yang beredar? Mengapa survei dan quick count yang fungsinya membantu menghitung cepat tapi kali ini banyak kontroversial dan tak diterima oleh satu paslon? Berarti ada sesuatu. Itu jawabannya.

Bukankah pada banyak pemilu sebelumnya, quick count tidak jadi masalah? Karena tidak ada nuansa kecurangan apalagi masif. Di pilpres 2019 lalu, masalahnya jelas karena pemilunya tidak wajar. Bukankah sepanjang sejarah pemilu Indonesia baru kali ini begitu banyak kecurangan yang disaksikan masyarakat? Mengapa ada korban kematian panitia begitu banyak hingga 550 lebih? Ada apa? Apa artinya? Sekali lagi, artinya ada sesuatu, ada yang tidak wajar, ada misteri yang besar yang sekarang jadi kontroversi. Bukankah mudah saja memahami itu? Diagnosis Ikatan Dokter Indonesia sudah membuktikan mereka bukan mati oleh kelelahan. Kelelahan bukan penyebab langsung kematian. Bila kematian massal itu diautopsi, sebabnya akan terbuka.

Mana mungkin sebuah hasil pemilu akan diterima oleh peserta bila kecurangan begitu banyak? Di negara manapun pasti akan jadi masalah, yang kalah pasti akan protes karena permainan tidak fair, karena pemilu tidak jujur. Ada apa dengan kematian panitia KPPS hingga 500 orang lebih? Apakah ini pemilu yang biasa? Pemilu yg normal dan wajar? Tentu tidak. Semua masyarakat tahu dan merasakan ini pemilu yang tidak biasa, tidak wajar. Kematian massal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jadi, sekali lagi, ada apa dengan pemilu pilpres 2019?

Mengamati dan merasakan ketidakwajaran Pilpres 2019 sebenarnya bukan soal Jokowi lawan Prabowo, bukan hanya soal pergantian presiden, bukan soal Islam moderat dan Islam radikal, bukan soal Pancasila vs Khilafah, bukan soal nasionalisme religius vs nasionalisme sekuler. Bukan soal rebutan kekuasaan antar anak bangsa. Kalau hanya itu semua, pemilu tidak akan segawat dan segenting saat itu. Dalam banyak hal masyarakat kita sudah terbiasa dan menerima perbedaan.

Maka, jawabannya tidak lain adalah sesuatu yang lebih besar dari sekedar pemilu. Yang lebih besar dari sekedar pergantian presiden yaitu masalah kedaulatan negara dan masa depan bangsa. Hanya, yang satu kubu seperti tidak perduli, tidak menyadari, karena lebih memandang aspirasi politik kelompoknya. Kubu lain tahu, sangat perduli dan melihat urusan yang lebih besar, yaitu soal kedaulatan bangsa dan negara yang sedang tergadaikan. Soal ancaman kepada rakyat yang akan jadi kacung di negerinya sendiri.

Ini era global. Negara-negara besar mencaplok negara-negara lain tidak melalui penjajahan langsung tapi melalui neo-kolonialisme, melalui imperialisme politik yang gejalanya sudah banyak di Indonesia tapi masih juga sulit diyakinkan kepada sebagian masyarakatnya.

Samuel Huntington menjelaskan secara rasional dalam bukunya “The Clash of Civilization and Remaking New Order,” bahwa negara-negara raksasa dengan ledakan penduduknya yang sudah tak terkendali di negerinya karena sudah lewat batas, pasti akan mencari sumber-sumber alam dan penghidupan dengan membanjiri negara-negara tetangganya dan menganeksisasi secara ekonomi dan politik. Kolonialisme dulu karena kerakusan, sekarang kolonialisme karena mempertahankan hidup dari negara yang terlalu besar.

Penduduk Cina sekrang sudah sekitar 1,4 milyar yang sumber alamnya sudah tak bisa diandalkan. Bagaimana ia harus mempertahankan hidup? Seperti air, dengan meluber keluar, menganeksasi bangsa-bangsa lain. Dan Cina sudah membuktikan itu dengan jebakan-jebakan utang yang besar yang membuat negara lain tidak berdaya: Tibet sudah jadi negara Cina, Malaysia sudah terlambat untuk bisa lepas dari hegemoni Cina.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman mengungkapkan, Zimbabwe memiliki utang sebesar 40 juta dollar AS kepada China dan tak mampu membayar sehingga harus mengganti mata uangnya menjadi Yuan sebagai imbalan penghapusan utang sejak 1 Januari 2016. Nigeria yang disebabkan oleh model pembiayaan melalui utang yang disertai perjanjian merugikan dalam jangka panjang membuat China mensyaratkan penggunaan bahan baku dan buruh kasar asal China untuk pembangunan infrastruktur di Negeria.

Sri Lanka yang juga tidak mampu membayarkan utang luar negerinya untuk pembangunan infrastruktur dan harus melepas Pelabuhan Hambatota sebesar Rp 1,1 triliun atau sebesar 70 persen sahamnya dijual kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China. Angola mengganti nilai mata uangnya. Zimbabwe juga.

Kapan Indonesia sadar?

Hutang Indonesia sudah mencapai 5000an Trilyun dan Indonesia akan kesulitan membayarnya. Satu-satunya cara adalah intervensi Cina harus diterima menghegemoni Indonesia dengan dikte-dikte ekonomi dan politiknya yang kini semakin kuat.

Melalui konglomerasi raksasa, Indonesia harus dibawah kendali mereka. Jokowi dan petahana adalah akses yang bisa diintervensi yang selama menambah terus utangnya hingga titik kritis. Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang sangat berkuasa, sudah menandatangi 23 kontrak proyek dengan Cina untuk memperkuat dan semakin mengunci Indonesia dengan utang.

Liputan Kompas dan banyak media lain mengkhawatir bahaya jebakan hutang ini dan banyak tokoh mengkritiknya. Tapi Wiranto malah menyambutnya dengan membentuk Tim Hukum Nasional yang bernuansa dihidupkannya politik otoriter Orde Baru.

Kesadaran ancaman atas kedaulatan negara disikapi berbeda oleh kedua kubu capres dan masing-masing pendukungnya. Petahana menganggapnya bukan masalah karena mungkin sudah akrab tanpa melihat dampak dan akibatnya, kubu oposisi sangat merasakan ini berbahaya bagi kelangsungan bangsa dan negara.

Kapan keduanya akan menyadari bersama? Mungkin kelak kalau bangsa ini, tanpa sadar dan tidak berdaya, sudah menjadi bagian dari negeri asing. Kita baru akan menyadari ketika kedaulatan sudah hilang di negeri yang dimerdekakan oleh hasil keringat darah rakyat, para pejuang dan para ulama dari 350 tahun kolonialisme.

Sekarang sudah nyata siapa pemenang pemilu dan siapa yang memimpin negeri ini. Dan disini titik perubahan besar bangsa ini akan dimulai. Perubahan bangsa yang kaya dan berdaulat menjadi bangsa kacung yang tergadai negerinya atas hutang yang semakin menumpuk, juga lepasnya aneka kekayaan negeri yang sekarang sebagiannya sudah terbukti.#

Wallahu a’lam.#

Pemimpin Penipu

Seorang pemimpin diibaratkan seperti nahkoda kapal yang harus siap-siaga dalam setiap pelayaran guna bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan seisi kapal. Mulai dari lingkup kecil, sosok ayah sebagai tulang puggung rumah tangga adalah pemimpin bagi setiap anggota keluarganya. Sementara di lingkup yang lebih besar (masyarakat), sosok lurah, bupati, gubernur dan juga presiden atau pemimpin negara merupakan figur-figur yang harus bertanggung jawab atas kesejahteraan para rakyatnya.

Menjadi sosok pemimpin yang dicintai anggotanya (baca: rakyat) adalah mimpi dan harapan besar dari setiap pemimpin. Hal ini dapat dimengerti karena salah satu parameter sederahana yang dapat digunakan untuk mengukur seorang pemimpin itu sukses atau tidak adalah dengan melihat respon serta kecintaan masyarakat kepadanya. Bila respon masyarakat kepadanya baik, maka bisa dipastikan pemimpin itu telah sukses dalam mengayomi para anggotanya. Namun sebaliknya, bila respon masyarakat kepadanya buruk, maka besar kemungkinan bahwa ia telah gagal dalam melaksanakan amanah sebagai pemimpin rakyat.

Islam sebagai ‘pemimpin’ dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya, dalam sejarahnya telah mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin yang dicintai rakyat. Contoh paling masyhur dan nyata adalah Nabi Muhammad saw, yang selain menjadi Rasul (utusan) juga menjadi pemimpin negara kala itu. Islam, melalui ‘tangan emas’ Rasulullah mampu mensejahterakan, bahkan mengayomi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang ras, suku bahkan agama. Rasulullah tidak hanya dicintai kaum muslimin, tapi lebih dari itu orang-orang non-muslim juga merasa mendapatkan perlindungan serta pengayoman di bawah payung kepemimpinannya. Sosok pemimpin seperti inilah yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh umat. Sosok pemimpin yang bertanggung jawab, adil, jujur, tidak otoriter, berpihak kepada yang lemah dan merakyat.

Meskipun sekarang Rasulullah telah tiada, namun paling tidak spirit kepemimpinan beliau dapat terus terwariskan ke dalam setiap diri pemimpin yang benar-benar berusaha meneladaninya. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaparkan beberapa hadits tentang pemimpin dan kepemimpinan serta kriteria-kriteria pemimpin yang dicintai rakyat.

Menumbuhkan Kesadaran Kepemimpinan dalam Diri

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Dari Abdullah (Ibn Umar) ra (berkata), Rasulullah saw bersabda: “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya (kepada anaknya). Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Ketahuilah, kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertang jawaban) dari hal yang dipimpinnya.”

Hadits yang dibawa Ibnu Umar ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya (vol. 3, no. 2554, no. 2409, no. 2558, vol. 4, no. 2751, vol. 7, no. 5188, no. 5200) dengan beberapa varian matan yang berbeda, namun dengan subtansi yang tetap sama. Selain itu, hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya (vol. 3, no. 1829), al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath (vol. 4, no. 3890), Malik dalam al-Muwatha’ (no. 991), Abu Dawud dalam Sunan-nya (vol. 3, no. 2930), al-Tirmidzi dalam Sunan-nya (vol. 4, no. 1705), al-Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (no. 4881, no. 6975), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya(vol. 10. No. 4489, no. 4490, no 4491) dan beberapa mukharrij lainnya dalam karya-karya mereka. Hadits ini tidak perlu diragukan lagi keotentikannya, karena diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang terkenal ketat dalam meriwayatkan hadits serta beberapa imam lainnya.

Satu pesan besar dari hadits ini adalah spirit tanggung jawab. Siapapun dia dan apapun profesinya, pada hakikatnya ia adalah pemimpin. Pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat. Seorang suami akan ditanya tentang kepemimpinannya terhadap keluarga. Seorang istri akan ditanya tentang tugasnya dalam rumah tangga. Seorang penuntut ilmu akan ditanya tentang ilmu yang ia dapatkan. Seorang pemimpin negara juga akan ditanya tentang tanggung jawabnya terhadap rakyat yang dipimpinnya. Tanggung jawab dalam hal ini tidak semata-mata bermakna melaksanakan tugas saja, kemudian setelah itu tidak memberikan dampak apapun bagi yang dipimpin. Melainkan lebih dari itu, yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah lebih kepada upaya seorang pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pihak yang dipimpinnya.

Dengan menyadari bahwa setiap individu pada dasarnya adalah pemimpin (minimal bagi dirinya sendiri), niscaya akan tumbuh rasa tanggung jawab atas apa yang diamanahkan kepadanya. Jika setiap orang telah tahu dan sadar bahwa apa yang ada padanya hanyalah titipan dan amanah, maka tentu ia akan berhati-hati dalam mengelola dan menggunakannya.

Pemimpin yang Jujur

عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Artinya: “Dari al-Hasan, ia berkata, ‘Ubaidullah ibn Ziyad mengunjungi Ma’qil ibn Yasar yang sedang sakaratul maut. Kemudian Ma’qil berkata: aku akan memberitahumu sebuah hadis yang aku dengar langsung dari Rasulullah saw. Seandainya aku tahu kalau aku masih bisa hidup (setelah ini), maka aku tidak akan menceritkan ini kepadamu. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “tiada seorang yang diamanati oleh allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti allah mengharamkan baginya surga.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya (vol. 9, no. 7150), Muslim dalam Shahih-nya (vol. , no. 142), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (vol. 10, no. 4495), al-Darimi dalam Sunan-nya (vol. 2, no. 2796), al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra (vol. 9, no. 18359) dan Syu’ab al-Iman (vol. 6, no. 6976), dan al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir (vol. 20, no. 474).

Hadits di atas merupakan ancaman besar bagi para pemimpin yang tidak jujur. Para pemimpin yang senantiasa menipu rakyat demi keuntungan pribadi dan juga kelompoknya. Mereka yang tanpa merasa salah berbuat tidak jujur kepada rakyat ini diancam oleh Allah dengan haramnya surga. Bentuk keharaman ini menurut al-Manawi ialah dengan cara menundanya masuk surga (Al-Manawi, Faid al-Qadir, vol. 5, hal. 623). Begitu besar ancaman yang diberikan Allah kepada para pemimpin yang suka menipu rakyat, mengindikasikan betapa pentingnya kejujuran harus selalu ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Jujur adalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang jujur adalah ia yang dapat mengemban amanah tanpa harus takut bila suatu ketika rakyat yang dipimpinnya menuntut sikap transparansi tentang apa yang telah ia lakukan. Lebih jauh lagi, rasa kejujuran yang dimiliki oleh seorang pemimpin juga harus mampu menjadi stimulus bagi para ‘bawahan’nya untuk turut melestarikan kejujuran di tengah roda pemerintahan.#

Kejahatan Demokrasi

Selama ini kita cenderung menilai bahwa Masyarakat awam dari lapisan rakyat kelas menengah bawah saja yang sering kali dianggap sebagai pelaku kejahatan demokrasi.
Sering kali Kejahatan demokrasi yg dilakukan masyarakat hanya ditampilkan sebagai sebuah dampak yang diperoleh dari adanya ketidakpuasan akan suatu kebijakan oleh pimpinan dlm suatu pemerintahan, sehingga akhirnya kejahatan demokrasi hanya mengacu pada “Kejahatan demokrasi secara individual”, padahal Pada kenyataanya kejahatan tidak hanya dilakukan individu karena ketidakpuasan atas suatu kebijakan pemimpin/ pemerintahan,
Akan tetapi ada satu bentuk kejahatan demokrasi yang justru berasal dari kelas sosial ekonomi tinggi, kelas pendidikan tinggi dan kelas struktural yang tinggi, baik itu di dalam pemerintahan maupun lembaga swasta yang punya kaitan erat dg pemerintahan.

Kejahatan demokrasi sebetulnya termasuk dalam white collar crime atau lazim kita sebut sebagai Kejahatan Kerah Putih, yang merupakan suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang/ kelompok yang memiliki posisi dan wewenang cukup tinggi pada sektor pemerintahan maupun sektor swasta, sehingga dapat mempengaruhi dan mengendalikan suatu kebijakan tertentu, pengambilan keputusan tertentu atau menganulir keputusan tertentu yg pada akhirnya akan mempengaruhi opini masyarakat, mempengaruhi jalannya sistem pemerintahan, maupun sistem hukum maupun politik yg berlaku di suatu negara. Sasaran kejahatan demokrasi adalah utk tujuan kepentingan kekuasaan pribadi atau kelompok tertentu.
Pembentukan opini dg kebohongan melalui media, pencitraan yg berlebihan dan tidak proporsional, penggalangan dana kampanye melalui BUMN, pemerasan2 kepada perusahaan2 swasta, umbar janji yg tak terpenuhi dlm masa kampanye, dll, semua sebetulnya merupakan bentuk dari kejahatan di dalam demokrasi.

Dalam era demokrasi seperti saat ini, dengan tingkat persaingan politik yang sangat tinggi telah banyak mendorong praktisi2 politik utk berbuat curang demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Disetiap institusi pemerintah, partai, bahkan swasta kita sangat sulit menemukan orang2 bersih yang tdk tersentuh oleh yang namanya kejahatan demokrasi, padahal dampak terburuk dari kejahatan ini akan menyebabkan lemah dan hancurnya tatanan sistem hukum dalam suatu pemerintahan, karena Kejahatan ini mampu menciptakan jalur hukum yang berliku liku dimana kerap kali yang didapati hanya jalan buntu tanpa penyelesaian. Menelusuri kejahatan ini seperti tak ubahnya menelusuri suatu labirin yang panjang dan rumit. Karena kejahatan ini bersifat konspirasi kolegial atau persekongkolan yang belibatkan banyak kelompok baik pemerintah, partai politik, swasta maupun penegak hukum.

Fenomena Maraknya kejahatan demokrasi memang sangat meresahkan, tetapi kita tetap harus yakin dan tidak boleh apatis terhadap kondisi seperti sekarang ini, karena ada hal lain yang menjadi penyeimbang dari penjahat penjahat semacam ini. Meraka adalah para mistikus2 demokrasi.
Mereka sangat menjunjung etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Mereka menghadirkan bukan hanya kemampuan, melainkan juga hati dan jiwa mereka dalam bekerja dan mengemban amanat rakyat.

Kita bisa melihat dalam sejarah dunia bahwa masih banyak Para pemimpin eksekutif dlm pemerintahan dan para wakil2 rakyat dlm parlement kaliber dunia tidak hanya sukses dlm memimpin pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat, mereka juga mampu meraih kesuksesan secara sosial maupun spiritual batiniah.

Bagi mereka, berpolitik di alam demokrasi tidak hanya utk hidup dan mencari kekuasaan serta kemapanan ekonomi, tetapi bagaimana mereka bisa bekerja agar punya makna bagi orang lain, bagi bangsa, masyarakat dan terutama bagi masa depan dirinya di akherat kelak.#

Qanaa’ah

Qanaa’ah didefinisikan sebagai sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Rela dan menerima pemberian Allah subhanahu wata’ala apa adanya adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan, dan ketamakannya. Karena manusia diciptakan dalam keadan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta. Kita mungkin tidak sadar, dalam kehidupan kita hari ini, kita terlalu cenderung memilih sesuatu yang berharga, mewah, tercanggih, terbaru, dan termodern semata-mata ingin mengikut trend yang digembar-gemborkan oleh pihak media dan Barat.Namun, persoalan dari penjelasan di atas adalah penilaian yang salah bahwa Qana’ah ini membawa diri kita kepada malas berusaha, tidak berdaya saing, kurang produktivitas atau cukuplah berusaha ala kadarnya saja. Karena itu kita perlu memperjelas dalam diri tentang konsep Qana’ah itu yang sebenarnya.Qana’ah bukanlah berarti hilang semangat untuk berkerja lebih keras demi menambah rezeki. Malah, ia bertujuan supaya kita sentiasa bersyukur dengan rezeki yang dikurniakan Allah. Karena sikap qana’ah tidak berarti fatalis menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar. Orang-orang qana’ah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun semua itu bukan untuk tujuan menumpuk dan menikmati kekayaan.

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus bersikap terhadap harta, yaitu menyikapi harta dengan sikap qana’ah (kepuasan dan kerelaan). Sikap qana’ah ini harus dimiliki oleh orang yang kaya maupun orang yang miskin adapun wujud qana’ah yaitu merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak iri melihat apa yang ada di tangan orang lain dan tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan segala cara, sehingga dengan semua itu akan membuat orang merasa puas dan tidak mencari melebihi apa yang dibutuhkan, dan mencegah orang dari menurutkan hawa nafsu yang tidak pernah puas.Beberapa hadits nya :Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Tidaklah kekayaan itu dengan banyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu akan menjadi sebaik-baik hamba Allah, jadilah kamu seorang qana’ah, nanti kamu akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah, sedikitkanlah tertawa karena banyak tertawa itu mematikan hati.” (Hadis riwayat al-Baihaqi). Allah SWT berfirman mengenai sifat dasar manusia dalam surat Al Imran ayat 14: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.
Secara singkat, Qana’ah itu mengandung lima perkara:Menerima dengan rela akan apa yang ada.
Memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas, dan berusaha.
Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah.
Bertawakal kepada Allah.
Tidak tertarik oleh tipu dunia.
Berikut ini diberikan 10 kiat menuju qana’ah, yang jika kita laksanakan maka dengan izin Allah seseorang akan dapat merealisasikan nya, yaitu:1. Memperkuat Keimanan kepada Allah subhanahu wata’alaJuga membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah subhanahu wata’ala, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Barangsiapa yang kaya hati maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu.Sebaliknya siapa yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.2. Yaqin bahwa Rizki Telah TertulisSeorang muslim yakin bahwa rizkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Sebagaimana di dalam hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, disebutkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di antaranya,“Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah subhanahu wata’ala yang memberinya rizki dan bahwa rizkinya telah tertulis.3. Memikirkan Ayat-ayat al-Qur’an yang AgungTerutama sekali ayat-ayat yang berkenaan dengan masalah rizki dan bekerja (usaha). ‘Amir bin Abdi Qais pernah berkata, “Empat ayat di dalam Kitabullah apabila aku membacanya di sore hari maka aku tidak peduli atas apa yang terjadi padaku di sore itu, dan apabila aku membacanya di pagi hari maka aku tidak peduli dengan apa aku akan berpagi-pagi, (yaitu):“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathiir:2)“Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus:107)“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”(QS. Huud:6)“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. ath-Thalaq:7)4. Ketahui Hikmah Perbedaan RizkiDi antara hikmah Allah subhanahu wata’ala menentu kan perbedaan rizki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi, saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, serta agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa.Allah subhanahu wata’ala berfirman,“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentu kan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS.Al an’am 165)5. Banyak Memohon Qana’ah kepada AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling qana’ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah subhanahu wata’ala agar diberikan qana’ah, beliau bedoa,“Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim, beliau menshahihkannya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi).Dan karena saking qana’ahnya, beliau tidak meminta kepada Allah subhanahu wata’ala kecuali sekedar cukup untuk kehidu pan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta) sebagaimana sabda beliau, “Ya Allah jadikan rizki keluarga Muhammad hanyalah kebutuhan pokok saja.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)6. Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan KepandaianKita harus menyadari bahwa rizki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti. Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana’ah, terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.7. Melihat ke Bawah dalam Hal DuniaDalam urusan dunia hendaklah kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)Jika saat ini anda sedang sakit maka yakinlah bahwa selain anda masih ada lagi lebih parah sakitnya. Jika anda merasa fakir maka tentu di sana masih ada orang lain yang lebih fakir lagi, dan seterusnya. Jika anda melihat ada orang lain yang mendapatkan harta dan kedudukannya lebih dari anda, padahal dia tidak lebih pintar dan tidak lebih berilmu dibanding anda, maka mengapa anda tidak ingat bahwa anda telah mendapatkan sesuatu yang tidak dia dapatkan?8. Membaca Kehidupan SalafYakni melihat bagaimana keadaan mereka dalam menyikapi dunia, bagaimana kezuhudan mereka, qana’ah mereka terhadap yang mereka peroleh meskipun hanya sedikit. Di antara mereka ada yang memperolah harta yang melimpah, namun mereka justru memberikannya kepada yang lain dan yang lebih membutuhkan.9. Menyadari Beratnya Tanggung Jawab HartaBahwa harta akan mengakibatkan keburukan dan bencana bagi pemilik nya jika dia tidak mendapatkan nya dengan cara yang baik serta tidak membelanjakannya dalam hal yang baik pula.Ketika seorang hamba ditanya tantang umur, badan, dan ilmunya maka hanya ditanya dengan satu pertanyaan yakni untuk apa, namun tentang harta maka dia dihisab dua kali, yakni dari mana memperoleh dan ke mana membelanjakannya. Hal ini menunjukkan beratnya hisab orang yang diberi amanat harta yang banyak sehingga dia harus dihisab lebih lama dibanding orang yang lebih sedikit hartanya.10. Melihat Realita bahwa Orang Fakir dan Orang Kaya Tidak Jauh Berbeda.Karena seorang yang kaya tidak mungkin memanfaatkan seluruh kekayaannya dalam satu waktu sekaligus. Kita perhatikan orang yang paling kaya di dunia ini, dia tidak makan kecuali sebanyak yang dimakan orang fakir, bahkan mungkin lebih banyak yang dimakan orang fakir. Tidak mungkin dia makan lima puluh piring sekaligus, meskipun dia mampu untuk membeli dengan hartanya. Andaikan dia memiliki seratus potong baju maka dia hanya memakai sepotong saja, sama dengan yang dipakai orang fakir, dan harta selebihnya yang tidak dia manfaatkan maka itu relatif (nisbi).

Sungguh indah apa yang diucapkan Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, “Para pemilik harta makan dan kami juga makan, mereka minum dan kami juga minum, mereka berpakaian kami juga berpakaian, mereka naik kendaraan dan kami pun naik kendaraan. Mereka memiliki kelebihan harta yang mereka lihat dan dilihat juga oleh selain mereka, lalu mereka menemui hisab atas harta itu sedang kita terbebas darinya.”