Mencari Potensi Diri

Apa itu potensi diri? Potensi diri dapat dipahami sebagai kemampuan dalam diri seseorang yang belum teraktualisasi, belum dipraktikkan, dan belum digunakan…

Bangsa Yang Tergadai

Mengapa pilpres yang hanya soal pergantian presiden dan kita sudah pengalaman menyelenggarakannya beberapa kali tapi kemarin demikian panas, tegang, sulit saling mengalah, dan banyak kecurangan yang begitu masif dan bahkan berani terang-terangan? Petahana bisa dengan mudahnya menangkap siapa saja yang dianggapnya provokator. Sisi lain, oposan banyak mengerahkan gerakan rakyat yang disebut people power walaupun sebuahLanjutkan membaca “Bangsa Yang Tergadai”

Pemimpin Penipu

Seorang pemimpin diibaratkan seperti nahkoda kapal yang harus siap-siaga dalam setiap pelayaran guna bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan seisi kapal. Mulai dari lingkup kecil, sosok ayah sebagai tulang puggung rumah tangga adalah pemimpin bagi setiap anggota keluarganya. Sementara di lingkup yang lebih besar (masyarakat), sosok lurah, bupati, gubernur dan juga presiden atau pemimpin negaraLanjutkan membaca “Pemimpin Penipu”

Kekhalifaan Islam

Khilafah atau kekhalifahan Islam adalah Kepemimpin atau pemerintahan yang menjadikan Syariat Islam (Quran & Hadist) sebagai sumber hukum tertinggi yang diakui dan dipatuhi oleh seluruh umat Islam diseluruh dunia…

Dipenghujung Waktu

Penghujung Waktu Kita berdiri ditepian hari menanti panggilan pertanggung jawaban yg pasti akan kita lalui…Kita berdiri diujung waktu menunggu kedatangan Izroil yang telah ditetapkan terhadap tiap tiap diri kita..Kita berdiri dg kaki gemetar dan penglihatan nanar memandang dunia yang sewaktu waktu meluluh lantakkan batin dan iman kita…Kita berdiri menanti seribu pertanyaan yg akan menghantarkan tiapLanjutkan membaca “Dipenghujung Waktu”

Esensi ikhlas dan riya’

Orang bijak berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya, seperti dia menyembunyikan kejelekannya. Keikhlasan niat dalam amalmu lebih bermakna daripada amal itu sendiri. ”nabi Saw menjawab, “Sebuah lembah di neraka Jahanam yang disediakan bagi para pembaca Al-Qur’an yang berbuat riya”