Hikmah dibalik setiap Takdir

Terkadang manusia harus menjalani ketentuan dan ketetapan yang dalam pandangan matanya terlihat pedih dan menyakitkan, jiwanya ikut membenci, sedih dan galau, lalu sampai pada suatu titik dimana ia berkesimpulan bahwa apa yang dialaminya merupakan takdir buruk dari Allah Ta’ala kepada dirinya. Padahal tanpa diketahuinya, takdir itu di kemudian hari menjadi kebaikan yang banyak. Sebaliknya, betapa banyak orang yang terlihat baik dan semua urusannya lancar tanpa masalah, namun ternyata di kemudian hari semua berujung pada keburukan dan petaka.

Beriman Terhadap Takdir

Iman kepada Takdir merupakan salah satu pokok iman dan merupakan rukun iman yang enam. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini merupakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653).

Patut diketahui bahwa keimanan terhadap takdir harus mencakup empat prinsip yang harus diimani oleh setiap muslim. Keempat prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, mengimani bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci, sejak zaman azali hingga selamanya, baik itu perbuatan yang dilakukan oleh Allah Ta’ala maupun perbuatan makhluk-Nya.

Kedua, mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfuzh catatan takdir segala sesuatu.

Ketiga, mengimani bawa segala sesuatu tidak akan terjadi melainkan karena kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah Ta’ala sendiri maupun perbuatan makhluk-Nya.

Keempat, mengimani bahwa segala sesuatu adalah makhluk ciptaan Allah Ta’ala. Dan ciptaan Allah Ta’ala mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya dan gerak-geriknya. (Nubdzah fil ‘Aqidah Al-Islamiyah li Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal. 63-64)

Antara Takdir Allah dan Kehendak Makhluk-Nya

Beriman dengan benar terhadap takdir bukan berarti meniadakan bahwa manusia memiliki kehendak dalam perbuatan-perbuatannya serta memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Hal ini karena dalil syariat dan realita yang menunjukkan ketetapan hal tersebut. Dengan kehendak dan kemampuannya dia bisa melakukan dan meninggalkan sesuatu. Dia juga bisa membedakan antara sesuatu yang terjadi dengan kehendaknya seperti berjalan, dan sesuatu yang terjadi tanpa kehendaknya seperti gemetar. Namun, kehendak dan kemampuan makhluk itu terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “(yaitu) bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At-Takwir : 28-29). (Nubdzah fil ‘Aqidah Al-Islamiyah li Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal 64-65)

Diantara prinsip ahlussunnah adalah bersikap pertengahan dalam memahami Al-Quran dan As-Sunnah. Ahlussunnah beriman bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan seluruh takdir sejak zaman azali, dan Allah Ta’ala mengetahui takdir yang akan terjadi pada waktunya dan bagaimana bentuk takdir tersebut, semuanya terjadi sesuai dengan takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan.

Adapun orang-orang yang menyelisihi Al-Quran dan As-Sunnah mereka bersikap berlebih-lebihan. Yang satu terlalu meremehkan dan yang lain melampaui batas. Kelompok Qadariyyah adalah kelompok yang mengingkari adanya takdir. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak menakdirkan perbuatan hamba. Menurut mereka perbuatan hamba bukan makhluk Allah Ta’ala, namun hamba sendirilah yang menciptakan perbuatannya. Mereka mengingkari penciptaan Allah Ta’ala terhadap amal hamba.

Kelompok yang lain adalah terlalu melampaui batas dalam menetapkan takdir. Mereka dikenal dengan kelompok Jabariyyah. Mereka berlebihan dalam menetapkan takdir dan menafikan adanya kehendak hamba dalam perbuatannya. Mereka mengingkari adanya perbuatan hamba dan menisbatkan semua perbuatan hamba kepada Allah Ta’ala, Jadi menurut mereka hamba dipaksa dalam perbuatannya. (Al-Mufid fi Muhimmati At-Tauhid, hal 37-38)

Takdir Baik dan Takdir Buruk

Takdir terkadang disifati dengan takdir baik dan takdir buruk. Takdir yang baik sudah jelas maksudnya. Lalu apa yang dimaksud dengan takdir yang buruk? Apakah berarti Allah Ta’ala berbuat sesuatu yang buruk? Dalam hal ini kita perlu memahami antara takdir yang merupakan perbuatan Allah Ta’ala dan dampak/hasil dari perbuatan tersebut. Jika takdir disifati buruk, maka yang dimaksud adalah buruknya sesuatu yang ditakdirkan tersebut, bukan takdir yang yang merupakan perbuatan Allah Ta’ala, karena tidak ada satu pun perbuatan Allah Ta’ala yang buruk, seluruh perbuatan Allah Ta’ala mengandung kebaikan dan hikmah. Jadi keburukan yang dimaksud ditinjau dari sesuatu yang ditakdirkan/hasil perbuatan, bukan ditinjau dari perbuatan Allah Ta’ala. (Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah li Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal 70)

Perhatikanlah kisah Ibunya Nabi Musa saat melarungkan bayinya ke sungai Nil. Jika kita membaca susunan kejadian sejarahnya, maka kita akan menemukan bahwa tidak ada yang paling menyakitkan dan menyedihkan dalam kehidupan Ibu Musa selain saat diilhamkan ke dalam hatinya oleh Allah Ta’ala agar menghanyutkan bayinya ke dalam sungai Nil. Namun, cerita ini berakhir dengan keindahan. Allah Ta’ala mengembalikan anaknya tersebut ke dalam pangkuannya dan kelak anaknya tersebut menjadi seorang Nabi yang diutus kepada Bani Israil.

Jangan Hanya Bersandar Kepada Takdir

Segala sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala bukan berarti kita hanya tinggal duduk berpangku tangan dan menunggu semuanya terjadi tanpa melakukan usaha sama sekali. Sungguh ini adalah kesalahan yang nyata. Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk mengambil sebab dan melarang kita dari bersikap malas. Apabila kita telah mengambil sebab dan mendapatkan hasil di luar keinginan, maka kita tidak boleh sedih dan berputus asa karena semuanya telah terjadi. Andai pun Allah Ta’ala menakdirkan yang lain sungguh hal itu akan terjadi pula. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah dan jangan kamu malas! Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan: ‘Seadainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qadarullahi wa maa sya’a fa’ala’ Karena perkataan ‘seandainya’ akan membuka pinta syaitan.” (HR. Muslim no. 2664) (Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad li Syaikh Al-Fauzan, hal 316)

Buah Manis Iman yang Benar Terhadap Takdir

Keimanan yang benar akan memberikan faedah yang berharga. Demikian pula keimanan yang benar terhadap takdir akan memberikan manfaat yang besar, diantaranya sebagai berikut:

  1. Hanya bersandar kepada Allah Ta’ala ketika melakukan berbagai sebab, dan tidak bersandar kepada sebab itu sendiri. Karena segala sesuatu tergantung pada qadar Allah Ta’ala.
  2. Seseorang tidak sombong terhadap dirinya sendiri ketika tercapai tujuannya, karena keberhasilan yang ia dapatkan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala, berupa sebab-sebab kebaikan dan keberhasilan yang memang telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala. Kekaguman terhadap dirinya sendiri akan melupakan dirinya untuk mensyukuri nikmat tersebut.
  3. Munculnya ketenangan dalam hati terhadap takdir Allah Ta’ala yang menimpa dirinya, sehingga dia tidak bersedih atas hilangnya sesuatu yang dicintainya atau ketika mendapatkan sesuatu yang dibencinya. Sebab semuanya itu terjadi dengan qadar Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yng demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan terlalu sedih dan putus asa terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al-Hadid : 22-23) (Nubdzah fil ‘Aqidah Al-Islamiyah li Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal 69-70)

Ada Hikmah di Balik Setiap Takdir

Setiap orang hendaknya berusaha semaksimal mungkin melakukan kebaikan dalam hidupnya, meskipun pada akhirnya ia bukanlah orang yang menentukan hasil akhir atau dampak dari setiap aktivitasnya.

Hendaknya seorang mukmin menghadirkan tawakkal kepada Allah Ta’ala, bekerja dan bersungguh-sungguh menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kemampuannya. Namun, jika terjadi sebuah peristiwa di luar dugaan dan kehendaknya, maka ia harus segera mengingatkan dirinya akan kaidah mulia ini. Allah Ta’ala berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216) (Qawa’id Qur’aniyyah, hal. 21)

Ketahuilah, keburukan yang terjadi dalam takdir tidak selamanya merupakan keburukan yang hakiki bagi hamba, karena terkadang akan menimbulkan hasil akhir berupa kebaikan. Apapun yang menimpa dirinya, segalanya telah diatur oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menginginkan agar dirinya mengimani segala takdir Allah Ta’ala dan menyadari bahwa demikianlah bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya, Dia menjadikan kehidupan beserta segala lika-liku kebahagian dan kesedihan membuat mereka hanya bergantung kepada Allah Ta’ala semata. Wallahul muwaffiq.

Masalah dan Cara Memaknainya

Banyak orang yang menanyakan apa makna dari sebuah hidup dengan berbagai masalah masalah yang dihadapinya? atau kalau mau disederhanakan pertanyaannya menjadi, Apasih yang dicari dalam kehidupan ini, kenapa kita membuat kesalahan dan kenapa selalu ada masalah dalam hidup kita

Pasti dari semua pembaca pernah mengalami atau memiliki pertanyaan diatas dalam perjalanan kehidupan anda, paling tidak pertanyaan ini akan datang pada saat anda mengalami banyak sekali permasalahan-permasalahan yang harus anda hadapi. Lalu apa yang harus anda lakukan?, Hanya mencari jawabannya saja untuk memuaskan dahaga atau emosi anda atas sebuah pertanyaan tersebut? Atau anda mau belajar semua kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan anda yang akan membuat hidup anda menjadi lebih mulya buat anda dan dihadapan Sang Pemberi Hidup yaitu Allah SWT ?

Pada dasarnya Hidup itu adalah sebuah pilihan, intinya tidak bisa kita pungkiri, kita berhak 100% untuk memilih jalannya sendiri sendiri atas semua kehidupan yang kita jalani. Hidup anda akan menjadi baik, bila pilihan hidup anda melakukan banyak kebaikan, namun sebaliknya hidup anda akan tidak baik bila pilihan hidup anda banyak melakukan kesalahan. Lantas timbul pertanyaan, apakah kesalahan itu semuanya mutlak akan memberikan hasil keburukan dalam sebuah kehidupan?, atau sebaliknya, apakah semua kebaikan pasti akan memberikan hasil kemulyaan dalam sebuah kehidupan? Atau ada hubungan timbal balik antara keduanya (kebaikan dan kesalahan) yang berjalan secara harmoni (seimbang) yang memberikan banyak pelajaran dan manfaat kepada kehidupan anda?

Lalu bagaimana pandangan islam tentang kesalahan dan masalah yang terjadi dalam hidup kita.? Simak kajian berikut, semoga kita semua bisa menarik pelajaran yang bermanfaat sebagai bekal untuk melanjutkan hidup kita berikutnya. Aamiin.

Penjara adalah Hadiah Rutin Ulama Oleh Penguasa

Ulama ditahan itu biasa. Ciri ulama pemberani sepanjang sejarahnya adalah akrab dengan penjara. Bagi ulama dan pejuang, penjara itu tempat biasa, kawan akrab, tidak aneh bahkan kenikmatan. Justru bahwa mereka pejuang beneran, pejuang ori, sejauh mana akrab dengan penjara.

Karena keberanian ulama, sepanjang sejarahnya, pasti meresahkan, menggelisahkan dan membuat gerah para penguasa dan penjara adalah hadiah dan pahalanya di dunia sebagai medan perjuangan. Zaman Nabi begitu, zaman kekhilafahan begitu, zaman kolonial begitu, zaman penguasa modern apalagi, zaman Orde Lama dan Orde Baru juga sama. Sekarang, ya apa anehnya. Jangan tanya apa kesalahannya dan mengapa penguasa memenjarakannya.

Sejarah banyak menyimpan catatan para ulama dipenjara. Imam Abu Hanifah pernah dipenjara, As-Sarakhsi, (ulama mazhab Hanafi) pernah penjara, Ibn Taimiyyah pernah dipenjara, Sayyid Qutb pernah dipenjara, Buya Hamka pernah dipenjara. Semuanya akrab dengan penjara. Apa ulama jadi hina dengan dipenjara? Tidak pernah sekalipun dalam sejarah, ulama jadi hina gara-gara masuk penjara. Justru itu kemuliaan yang dikenang sejarah karena penjara adalah simbol perlawanan moral ulama.

Bahkan banyak ulama menyelesaikan karya besarnya yang bermanfaat sebagai amal jariyah dan ilmunya dikenang sepanjang sejarah karena karya² besarnya di dalam penjara: As-Sarakhsi menulis kitab ilmu fikih Mazhab Hanafi yang terkenal, berjudul Al-Mabsūth. Sayyid Qutb menulis Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an” dalam penjara, Buya Hamka menyelesaikan Tafsir “Al-Azhar”-nya dalam penjara.

Penjara adalah hadiah rutin buat para ulama pemberani yang mengkritik atau melawan penguasa yang tidak semua ulama sanggup melakukannya. Ulama yang fokusnya pada jama’ah dan umat (dakwah amar makruf) tidak memasuki politik atau tidak meresahkan penguasa ya tentu akan aman-aman saja walaupun tidak semua ulama merasa aman karena hakikatnya semua ulama pernah dipenjara, hanya bentuknya beda-beda: Ada penjara kenikmatan duniawi, ada penjara sosial, ada penjara popularitas, ada penjara kebebasan diri dan penjara jeruji besi. Semua tergantung medan dakwahnya.

Ciri ulama yang berpengaruh pada penguasa adalah dakwahnya yang mengganggu penguasa. Bukan mengganggu tugasnya mengurusi rakyat tapi menganggu dari kemungkinan lalai atas tugasnya menegakkan keadilan, lalai dari kewajiban menjalankan syariat agama, lalai dari mengingat murka Allah bila memerintah tidak adil, lalai mengingat akhirat yang akan menghisab tugas kepemimpinannya, lalai dari mengingat ancaman neraka jahanam bila menyakiti rakyatnya dan seterusnya.

Penjara adalah ciri seorang ulama berpengaruh kepada penguasa karena ia mendakwahinya dengan kritik atau teguran keras bukan menghibur dan menyenangkannya apalagi salah benar didukung yang oleh Imam Al-Ghazali disebut sebagai ulama su’. Ulama su’ itu konon lebih berbahaya ketimbang dajjal. Wajar, karena ia menjual agama kepada penguasa demi keselamatan dirinya dan kesenangan duniawi yang tugas ulama justru menasehati dan menegur penguasa agar tidak melenceng dari jalan Allah.

Beberapa ulama terdahulu pernah diterpa cobaan hingga pada akhirnya ditahan dan dipenjara karena menentang penguasa saat itu. 

Meski begitu, terpaan masalah itu sekalipun tidak membuat mereka jauh dari Allah SWT. Mereka tetap berjuang dengan berbagai karya-karyanya demi kemaslahatan umat Muslim.

Imam empat mazhab pun pernah merasakan kurungan penjara. Termasuk juga Ibnu Taimiyyah. Berikut ini adalah lima ulama yang pernah ditahan di penjara oleh rezim penguasa saat itu.

1. Imam Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah dicabuk dan dipenjara di era penguasa al-Manshur pada zaman Dinasti Abbasiyah. Dia ditahan karena menolak dijadikan qadhi. Sebelum itu, di zaman Dinasti Umayyah, Imam Abu Hanifah juga pernah ditahan saat Marwan bin Muhammad menjadi penguasa karena menolak tawaran menjadi hakim.

Beliau meninggal dunia pada bulan Rajab 150H/767M ketika berusia 68 tahun), yakni ketika berada di dalam penjara karena memakan makanan yang telah diracuni. Dalam riwayat lain, disebutkan beliau dipukul dalam penjara sampai wafat. 

Meninggalnya Imam Abu Hanifah menjadi kehilangan yang amat besar bagi umat Islam. Sholat jenazahnya dilakukan sebanyak denam gelombang, dan dengan jamaah setiap sholat mencapai 50 ribu orang.

2. Imam Malik

Imam Malik pernah dihukum gubernur Kota Madinah pada tahun 147H/764M. Beliau dihukum karena mengeluarkan fatwa bahwa hukum talaq yang akan dilaksanakan penguasa tidak sah.

Ketika itu, Kerajaan Abbasiyah membuat fatwa, yaitu seluruh penduduk perlu taat kepada pemimpin. Siapa pun yang tidak mau makan akan terjatuh talaq atas istirinya. Lalu Imam Malik dicambuk karena melawan perintah Abu Ja`far al-Manshur, karena meriwayatkan hadist bahwa tidak ada talak bagi orang yang dipaksa.

3. Imam Syafii

Imam Syafii pernah dituding mendukung Syiah oleh orang yang dengki dengan dirinya, yaitu Mutharrif bin Mâzin. Mutharrif memprovokasi Harun Ar-Rasyid untuk menangkap Imam Syafii dan orang-orang Alawiyin.

Mutharrif memfitnah dan melaporkan pada Khalifah Harun bin Rasyid, lalu menyebut Imam Syafii terlibat dalam rencana merongrong kekuasaan Harun Al-Rasyid. Kemudian Imam Syafii ditangkap. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai, lalu diarak di jalanan sebagai sosok yang tertuding melawan kekuasaan negara.

Namun Khalifah Harun Al-Rasyid adalah sosok yang cerdas dan bijaksana. Tuduhan bahwa beliau seorang yang terlibat sebagai bagian dari Syiah Rafidhah yang diduga merencanakan konspirasi perlawanan tidak terbukti kemudian dilepaskan.

4. Imam Ahmad bin Hanbal

Imam Ahmad bin Hanbal pernah dicambuk dan dipenjara selama 30 bulan oleh Khalifah Makmun karena tidak mengakui sisi kemakhlukan Alquran seperti yang diyakini aliran muktazilah.

Khalifah Al-Makmun saat itu menyukai bidang filsafat dan mulai memaksakan pandangannya tentang Alquran bahwa Alquran adalah makhluk, lantas para ulama dipaksa mengikuti pemikirannya. 

Namun Imam Ahmad bin Hanbal menolak mengikuti pemikiran Al-Makmun dan meyakini Alquran adalah kalamullah dan bukan makhluk. Setelah itu Imam Ahmad dipenjara. Lalu bebas setelah Khalifah Al-Mutawakkil menjalankan kekuasaan.

5. Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah juga pernah dipenjara di Kairo lalu diasingkan ke Alexandria karena perbedaan pendapat dengan ulama lain yang sezaman kala itu. Setelah bebas, ia berangkat ke Syam dan mengajar di Damaskus. Namun di sana dia kembali berbeda pendapat dalam hal persoalan sumpah dengan talak.

Karena masalah itu, dia kembali dipenjara selama lima bulan. Ia sempat bebas, tetapi setelah itu dipenjara lagi di penjara Damaskus bersama muridnya yang setia, Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Di penjara, Ibnu Taimiyah mendapatkan waktu yang banyak untuk membaca dan menulis sejumlah buku untuk kemudian dikirim ke luar penjara.

Pada akhirnya, penguasa saat itu malah meminta agar kitab, kertas, tinta dan pena yang digunakan itu dikeluarkan dari dalam penjara Ibnu Taimiyah. Pada tahun 728 H, Ibnu Taimiyah dilarang membaca. Kemudian Ibnu Taimiyah jatuh sakit dan meninggal dunia#

Cara Meningkatkan Motivasi Diri

Bagaimana Anda memotivasi diri sendiri? Kita semua ingin memaksimalkan waktu kita dan melakukan lebih banyak hal yang kita sukai tetapi kadang-kadang kita terjebak dalam rutinitas sehari hari hingga kita tidak menyadari bahwa Motivasi hidup kita merosot tajam. Lalu bagaimana caranya mencegahnya? Bagaimana meningkatkan motivasi diri?

Kita semua ingin hidup setiap hari dengan niat yang jelas untuk lebih dekat mencapai tujuan kita dan menjalani kehidupan yang bahagia dan sukses di dunia dan selamat sampai di akhirat kelak. Kita ingin menjadi lebih baik setiap hari tetapi kita tidak jarang benar-benar melompat untuk mencapainya.

Bentuk motivasi yang paling kuat berasal dari motivasi diri. Anda bisa menyalakan api Anda sendiri.

Tidak cukup hanya menunggu inspirasi untuk mulai bergerak maju. Motivasi Itu tidak hadir begitu saja pada Anda, Motivaai itu bisa diciptakan dan di tanamkan oleh dan untuk anda sendiri.

Semua kemajuan dan motivasi dimulai dengan mengambil tindakan. Satu tindakan akan mengarah ke tindakan lain. Tindakan akan menciptakan hasil yang lebih baik dan pengalaman baru untuk Anda.

Ini mungkin bangun lebih awal, atau berkomitmen untuk melakukan olahraga setiap hari. Bahkan jika itu melakukan sesuatu hanya dalam 5 menit, seringkali dorongan kecil itu cukup untuk membuat mereka bergerak.

Jika Anda fokus pada sejumlah kecil hal untuk membuat perubahan yang Anda inginkan, itu dapat memiliki efek dramatis pada bisnis dan kehidupan Anda secara sosial maupun secara spiritual.

Berikut adalah hal hal yang dapat Anda lakukan sekarang untuk melakukan lompatan itu dan dalam proses meningkatkan kemampuan otak, memori dan motivasi.

Sederhanakan Hidup Anda


Dengan merencanakan kehidupan Anda secara kreatif, Anda dapat menyederhanakannya. Mendelegasikan dan menghilangkan kegiatan yang tidak memotivasi atau menggairahkan Anda memastikan Anda memaksimalkan waktu Anda dan memfokuskan energi Anda untuk mencapai tujuan Anda.

Sangat sulit untuk tetap termotivasi ketika pikiran Anda bingung dan berantakan dengan semua proyek dan tugas yang perlu Anda lakukan. Tetapi jika Anda dapat menyederhanakan, jika Anda bisa membuang yang tidak perlu, hidup Anda akan menjadi lebih fokus. Dan lebih banyak fokus mengarah pada lebih banyak motivasi.

Apa hal dalam kehidupan Anda yang bisa Anda sederhanakan?

Salah satu cara Anda bisa melakukannya adalah dengan menggabungkan tugas. Pikirkan dua hal yang ingin Anda lakukan dan lihat bagaimana Anda bisa menggabungkannya ke dalam satu kegiatan.

Pada dasarnya, Anda menggabungkan banyak tugas yang lebih kecil menjadi satu tugas dan menyelesaikan semuanya bersama-sama. Jadi, alih-alih melakukan satu tugas pada satu hari dan tugas lain pada hari lain, itu menjadi blitz terfokus untuk menyelesaikan banyak hal kecil bersama-sama.

Ini akan membebaskan kita lebih banyak waktu dan memberi Anda rasa prestasi, yang meningkatkan motivasi.

KECANTIKAN DAN BUSANA

Fokus pada Seberapa Jauh Yang telah anda Kerjakan


Salah satu hal yang menghentikan kita untuk menjadi termotivasi dan menunda-nunda adalah bahwa kita mengukur kesuksesan kita bukan dari seberapa banyak yang telah kita lakukan, tetapi seberapa jauh kita dari mimpi dan cita-cita kita.

Jika kita dapat mengubah pemikiran kita dan menjadi lebih sadar tentang bagaimana otak kita bekerja, kita dapat mengatur diri kita untuk sukses.

Kita sering paling bahagia ketika kita menggunakan otak kita untuk memecahkan masalah, memvisualisasikan, mencapai dan mengukur kemajuan kita.

Jika Anda berbicara secara spesifik daripada generalisasi, ada peluang untuk merasa lebih bahagia dan lebih bersemangat.
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah mulai melatih otak Anda untuk mengukur spesifik, yang mendasari perasaan Anda dalam kenyataan yang dapat meningkatkan motivasi.

Daripada berfokus pada cita-cita Anda, pikirkan apa yang telah Anda kerjakan san raih dari titik awal tertentu.

Opsi kedua akan memungkinkan Anda untuk merayakan kesuksesan dan membangun motivasi dan memfokuskan kembali pikiran anda, sementara opsi pertama dapat memfokuskan pikiran Anda pada seberapa jauh Anda dari tujuan Anda.

Biarkan otak Anda menentukan tujuan Anda sendiri dan memiliki pengalaman Anda sendiri.

Tetapkan Tujuan Yang Dapat Diukur
Ini bagus untuk motivasi dan melatih otak untuk fokus hanya pada hal-hal yang spesifik dan terukur.

Ketika kita membuat kemajuan nyata menuju tujuan kita, itu membuat kita jauh lebih bahagia. Kita bisa termotivasi dan terinspirasi.

Kita semua merasakan di mana kita berada pada saat ini. Masa lalu telah berlalu dan masa depan adalah baik, ya masa depan adalah kehidupan anda berikutnya.

Pada saat ini, kita merasa seperti kita membuat kemajuan, bergerak maju ke arah yang benar atau tidak. Kita tidak bisa menghentikan waktu. Kita hanya dapat memanfaatkan waktu kita dengan lebih baik.

Jadi, pikirkan tujuan apa yang ingin Anda capai untuk ke depan. Tanyakan pada diri Anda apa arti di balik masing-masing tujuan.

Tuliskan tujuannya. Berikan pengukuran spesifik terhadap setiap tujuan dan visualisasikan apa arti pencapaian tujuan bagi Anda dalam hal kemajuan pribadi Anda.

Ubah Motivasi Anda dari Menjadi Memberi


Beberapa orang hanya fokus pada apa yang bisa mereka dapatkan dari kehidupan dan hubungan. Ini semua tentang saya, saya, saya.

“Ketika Anda mengubah cara Anda memandang sesuatu; hal-hal yang Anda lihat akan terjadi perubahan juga. “

Namun, jika Anda datang dari posisi melayani dan membantu, dan lebih sadar membangunkan dunia di sekitar Anda, pola pikir Anda dapat bergeser dari sekadar menerima menjadi memberi.

Dan ketika Anda membuat perubahan ini, yang berasal dari ruang memberi, otak Anda mulai menemukan cara yang lebih kreatif untuk menyebarkan lebih banyak dan lebih banyak kelimpahan.

Jauh lebih memuaskan untuk fokus memberi. Jika Anda benar-benar fokus pada hal ini, itu bisa menjadi tujuan dan fokus sejati untuk Anda.

Daripada berfokus pada transaksi sederhana, Anda berfokus pada memperdalam hubungan dan melakukan hal-hal yang benar-benar akan membuat orang bahagia.

Jika Anda berfokus pada memberi dan berterima kasih dan mengelilingi diri Anda dengan orang-orang dengan pola pikir yang sama, energi motivasi Anda akan selalu tinggi.

Ada juga manfaat tambahan. Ketika pemberi datang bersama hasilnya bisa jauh lebih besar dari pada tingkat individu karena semuanya memiliki kapasitas untuk dikalikan.

Ketika motivasi Anda adalah untuk memberikan otak Anda akan memikirkan cara yang lebih kreatif untuk melakukannya. Pikiran acak akan muncul di kepala Anda dan Anda akan menemukan cara yang lebih kreatif untuk meningkatkan orang lain baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi Anda.

Jika Anda tidak yakin apa yang benar-benar memotivasi Anda, ini akan membantu:

Buat dan Ulangi Kebiasaan Baru


Terkadang, perubahan terkecil menghasilkan hasil terbesar. Ketika Anda memulai kebiasaan baru, apakah itu pergi ke olah raga, membuat menulis atau meningkatkan berbicara Anda kuncinya adalah konsistensi dan pengulangan.

Dengan benar-benar melakukan sesuatu yang baru berulang-ulang, otak Anda menggunakan jalur baru yang membantu Anda menciptakan peningkatan bertahap.

Jika Anda ingin memulai rutinitas pagi yang baru , kuncinya adalah pengulangan. Jika Anda ingin mulai bangun subuh , kuncinya adalah tetap menggunakan pengulangan. Jika Anda bersiap untuk berlari 5 km, kuncinya adalah berlari setiap hari dan membangun kekuatan dan stamina itu.

Jika Anda memiliki visi tentang diri Anda sebagai seseorang yang tidak menyelesaikan proyek, maka Anda menganggap diri Anda sebagai orang itu. Tetapi jika Anda mengatakan pada diri sendiri setiap hari bahwa Anda adalah berhasil maka Anda akan mulai berpikir dan bertindak menuju proses keberhasilan.

Jika Anda menunda-nunda proyek besar, mulailah dari yang kecil dan lakukan sesuatu untuk memajukannya, meskipun hanya lima menit. Hari berikutnya kerjakan proyek itu lagi.

Kuncinya adalah memutuskan apa yang ingin Anda tingkatkan dan kemudian mengerjakannya setiap hari. Peningkatan 1% setiap hari dapat menghasilkan hasil besar pada akhirnya.

Dengan Doa Arahkan Pikiran Bawah Sadar Anda Sebelum Tidur


Banyak orang sukses tidak pernah tidur tanpa permintaan ke pikiran bawah sadar mereka.

Otak Anda adalah alat pemecahan masalah yang fantastis. Jika ada keputusan yang Anda perjuangkan atau proyek yang Anda cari jawabannya, cukup luangkan beberapa menit sebelum Anda tidur untuk berdoa dan memvisualisasikan tantangan, ide, pertanyaan dan pengalaman.

Anda dapat mengikuti proses serupa dengan tujuan Anda. Visualisasikan tujuan Anda setiap malam dan visualisasikan seperti apa pencapaian tujuan itu nantinya.

Pikiran bawah sadar Anda kemudian akan bekerja, menciptakan koneksi dan gagasan yang berbeda. Ketika Anda bangun, tuliskan semua yang terlintas dalam pikiran dan kemudian lakukan sesuatu.

Anda akan terkejut betapa menakjubkannya pikiran bawah sadar Anda: Mengapa Berdoa dan mensublimasi alam bawah sadar sebelum Tidur Membantu Anda Mendapatkan Jawaban.

Fokus pada Lingkungan Anda


Orang-orang yang Anda habiskan bersama akan mengubah hidup Anda dengan satu atau lain cara. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang dan hal-hal yang mendukung Anda dalam bisnis dan kehidupan Anda.

Orang-orang sinis dapat menjatuhkan Anda dengan mereka, tetapi orang-orang yang mendukung akan memotivasi Anda untuk menjadi lebih bahagia dan sukses.

Sepanjang hari, kami memiliki pilihan mengenai apa yang kami habiskan dengan waktu dan dengan siapa kami akan menghabiskan waktu bersama.

Anda bisa bersama orang-orang yang menahan dan menurunkan energi Anda, atau bersama orang-orang yang menginspirasi kreativitas Anda dan merayakan kesuksesan Anda.

Habiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang membuat Anda merasa lebih hidup dan lebih bahagia dan lihat ke mana arahnya.

Nyatakan Lebih Banyak Rasa Syukur


Ketika Anda bersyukur untuk menyatakan terima kasih kepada Allah atas apa yang Anda miliki dan orang-orang di sekitar Anda, perubahannya bisa sangat besar.

Jika Anda bersyukur atas apa yang Anda miliki, Akan hilang perasaan iri atas apa yang dimiliki orang lain.

Ketika Anda mengucapkan terima kasih kepada orang-orang penting dalam hidup Anda, itu mengubah cara Anda memandang mereka dan bagaimana perasaan mereka terhadap Anda.

Rasa terima kasih meningkatkan energi Anda dan perasaan berlimpah Anda. Dengan rasa terima kasih, semuanya dihargai.

Rasa terima kasih juga membuat Anda jauh lebih kreatif dan memperdalam motivasi Anda. Catatan tulisan tangan, perasaan yang lebih ekspresif, catatan instan atau panggilan kepada orang-orang yang paling penting menjadi hal biasa.

Namun, hal tentang rasa terima kasih adalah bahwa ia membutuhkan pengejaran aktif di semua bidang bisnis dan kehidupan Anda. Ini bukan tentang apa yang telah dilakukan orang itu untuk Anda. Ini tentang bagaimana perasaan Anda tentang mereka, dan nilainya bagi Anda.

Inilah latihan cepat:


Pikirkan tentang orang-orang yang paling penting bagi Anda.

Selanjutnya, tuliskan 5 hal yang Anda syukuri, atau hargai, tentang orang itu.

Anda bisa memberi tahu mereka 5 hal atau menyimpannya untuk diri Anda sendiri dan merasakan bagaimana Anda bersama orang itu pada saat Anda bertemu lagi.

Fokus penting lainnya untuk rasa terima kasih adalah diri Anda sendiri. Apa yang Anda syukuri hari ini?

Meluangkan waktu untuk melihat ke dalam dan menghargai apa yang telah Anda bangun momentum dan motivasi dan membuat Anda jauh lebih bahagia.

Tingkatkan Energi Anda

Energi adalah motivator yang sangat besar. Jika kita bersemangat atau bersemangat tentang seseorang atau sesuatu, kita biasanya sangat termotivasi.

Pikirkan tentang terakhir kali Anda mencapai sesuatu yang penting. Saya menduga energi dan motivasi Anda tinggi?

Jika Anda pernah berhasil mencapai sesuatu, atau berhasil menjalankan proyak besar, energi Anda akan setinggi langit dan Anda ingin menyelam lagi untuk meningkatkan kinerja Anda sebelumnya.

Ketika kita bersemangat dan termotivasi tentang hal-hal yang kita lakukan, kita membawa energi tingkat tinggi.

Jika Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu melakukan hal-hal yang menggairahkan dan memotivasi Anda, itu adalah sesuatu yang sangat besar bagi bisnis dan kehidupan Anda?

Tingkat energi yang tinggi menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberi Anda tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.

Coba ini:
Pilih tiga hal yang memberi Anda kegembiraan dan motivasi yang tinggi. Berkomitmen untuk menghabiskan setidaknya satu jam lagi untuk setiap hal setiap bulan.

Lihat apa yang bisa Anda capai. Jika itu memberikan hasil yang Anda inginkan, bertujuan untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada 3 hal itu dan menghapus 3 hal yang ingin Anda habiskan lebih sedikit.

Visualisasikan Masa Depan Ideal Anda

Jika motivasi Anda kurang, cobalah fokus pada tujuan di balik apa yang Anda lakukan atau pada bagaimana ia memainkan tujuan yang lebih besar dari apa yang ingin Anda capai.

Salah satu cara hebat untuk meningkatkan kekuatan dan motivasi otak Anda adalah mulai berpikir lebih besar dan kemudian menantang diri Anda untuk berpikir lebih besar tentang visi masa depan ideal Anda.

Di mana Anda ingin berada dalam waktu 3 tahun atau 5 tahun kedepan.???
Apa tujuan Anda yang lebih besar dalam bisnis dan kehidupan Anda???
Apa yang harus terjadi untuk membuat Anda bahagia dengan kemajuan Anda???

Mengidentifikasi dan kemudian berfokus pada visi Anda yang lebih besar memberi Anda perasaan mengerjakan sesuatu yang lebih besar dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri Anda. Ini memberi makna dan tujuan yang lebih dalam untuk kehidupan sehari-hari Anda.

Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk sesuatu atau membuat banyak pengorbanan untuk mencapai sesuatu, itu akan membantu menempatkan segala sesuatu ke dalam perspektif dan memastikan motivasi Anda tetap kuat.

Ingin memulai lagi dengan hidup Anda dan menjalani masa depan ideal Anda, tetapi Anda benar-benar tidak ingin melepaskan apa yang Anda miliki sekarang??

Kamu tidak harus! Inilah buktinya.

Ambil Lebih Banyak Tindakan
Jika Anda telah menolak mengambil proyek besar untuk sementara waktu, baik itu di rumah atau di tempat kerja, atau dalam usaha, semua hal lain dalam hidup Anda dapat mulai menderita.

Terkadang, Anda hanya harus menghadapi penolakan dan ketakutan Anda dan melakukan apa yang Anda hindari. Satu hal itu, bisa membuat perbedaan nyata bagi hidup Anda.

Kita semua memiliki banyak hal untuk dilakukan dan kadang-kadang mudah merasa kewalahan dengan tugas-tugas yang ada.

Kuncinya adalah memprioritaskan waktu, sehingga kita akan berusaha menggunakan waktu sebaik mungkin dan membuat komitmen internal untuk memulai.

Kesimpulan

Berikut adalah beberapa hal untuk Anda pertimbangkan ketika Anda merenungkan tulisan ini:

Apa yang memotivasi Anda saat ini?
Apakah Anda terinspirasi seperti yang Anda inginkan?
Apakah Anda terbuka untuk pengalaman baru?
Apakah Anda terus belajar cara-cara baru dan lebih baik untuk hidup?
Apakah Anda mempraktikkannya?
Apakah Anda ingin lebih termotivasi dan terinspirasi?

Semoga tulisan ini dapat memberikan beberapa wawasan baru dan untuk Anda dapat menggunakan beberapa metode ini untuk membantu Anda hidup setiap hari dengan niat yang jelas untuk lebih dekat dalam mencapai tujuan Anda, Tujuan kesuksesan di dunia dan Akhirat kelak, semoga.
Aamiin.

Stress Traumatis dan Bagaimana Menyembuhkannya

Stres Traumatis dan Bagaimana Menyembuhkannya. Perang hingga pelecehan anak. Dari KDRT sampai perceraian, Dari kekerasan domestik hingga perbudakan seks. Dari kegagalan usaha sampai kehancuran rumah tangga. Ini hanya beberapa contoh dari pengalaman traumatis yang tak terhitung jumlahnya yang dapat menyebabkan seseorang menjadi Stres dan traumatis. Stres traumatis adalah gangguan psikis kompleks yang sering kali dialami oleh banyak orang. Lalu bagaimana metode terapi dan penanganan yang bisa dilakukan bagi orang yang mengalaminya?

Kebanyakan orang yang memiliki pengalaman traumatis akan merespons dengan dua tindakan “lawan atau lari” yang umum meski hal ini sangat berisiko dengan aliran adrenalin berlebih yang menyertai tindakan ini.

Stres traumatis betapa sulitnya mengatasi, mengelola, dan mengendalikan gejalanya, setiap hari, setiap minggu, setiap tahun, bahkan sampai seumur hidup seseorang.

Memahami gangguan Stres traumatis

Pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan ini dapat memberikan kemampuan bagi siapa saja yang menderita untuk mengatasi gejala-gejalanya, mengindarinya dan melepaskan diri dari beratnya stres taumatis. 

Untuk mencapai hal ini, penderita Stres dan trauma membutuhkan rencana tindakan yang disesuaikan dengan kebutuhan, sistem pendukung yang baik, dan banyak keuletan. Dan Anda perlu mencari tahu apa yang cocok untuk Anda.

Apakah anda muak dan lelah menahan pikiran-pikiran yang sering tidak disukai, perasaan takut yang ekstrem, kilas balik yang menakutkan, dan bersikap yang berlebihan selama bertahun-tahun, Padahal anda ingin bergerak maju dalam menjalani hidup.

Ketika Anda menemukan diri Anda pada titik di mana Anda tidak lagi ingin hidup dalam ketakutan atau memiliki respons “melawan atau lari”, maka disinilah saatnya anda akan bergelut melawan Stres dan trauma sesungguhnya.

Secara pribadi, kita biasanya berpikir bahwa kita akan hidup dalam kondisi ketidakseimbangan dan ketakutan selama sisa hidup kita. Mengalami stres dan traumatis biasanya sudah dialami sejak lama, menyakitkan dan sangat menguras tenaga, tetapi kita tidak boleh menyerah.

Ada orang yang mengalami stres dan traumatis yang berlebih karena paparan trauma yang parah dan berkepanjangan, yang membuatnya ketakutan sejak usia muda. Sebagian besar hidupnya hanya fokus pada mencoba untuk mengambil napas normal dan hidup dengan detak jantung yang terus-menerus gelisah dan indera kewaspadaan yang meningkat.

Adrenalin yang menumpuk di tubuh penderita stres traumatis memicu semua kegelisahan dan ketidaknyamanan yang ekstrim. Yang pada akhirnya mencapai titik tertinggi di mana penderita tidak lagi mau bertarung melawannya. Dia merasa kosong dan terjebak dalam tubuh dan kehidupannya sendiri, dan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan bisa seumur hidup. Orang orang disekeliling kita sering kali mereka ingin kita ‘berhenti menjadi seperti itu.’ 

Sistem Pendukung Yang Kuat untuk Menangani Stres Traumatis

Memiliki sistem pendukung yang kuat sangat penting untuk membantu penderita bergerak maju. Sistem pendukung Anda tidak harus terdiri dari sekelompok orang: satu orang yang peduli pada Anda dapat membuat semua perbedaan.

Ketika Anda mengalami Stres dan traumatis kelenjar adrenal Anda hiperaktif. Stimulus yang paling tidak signifikan dapat memicu tombol “on” Anda dan dapat menghabisi Anda sendiri.

Saya sangat yakin bahwa setiap orang dapat mengatasi Stres traumatis mereka, tetapi ini adalah proses bertahap yang membutuhkan penurunan respons gairah Anda, dan pada dasarnya menghubungkan kembali otak Anda.

Pemulihan dari Stres dan traumatis tidak bisa langsung dalam sesaat. Ini tidak sesederhana mengambil pil untuk mengatasi sakit kepala, atau pil lain untuk membuat Anda tidak terlalu cemas. Pemulihan stres dan traumatis mengharuskan Anda menerima, mengenali, dan mengubah perilaku Anda. Pemulihan ini hanya dapat dilakukan jika Anda mempelajari dan mengeluarkan gangguan, memahami gejala, dan mengetahui bagaimana mereka mempengaruhi Anda secara pribadi.

Belajar melatih otak Anda bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun karena Anda harus menurunkan tingkat stimulasi ke tingkat yang nyaman, fungsional, dan dapat dikelola.

Pemulihan Stres traumatis membutuhkan kerja dan upaya yang sungguh sungguh

Itu membutuhkan banyak keberanian dan pertaruhan nasib sendiri, karena Anda harus mempertanyakan kesadaran dan realitas Anda saat ini dan bersedia menghadapi dan mengendalikan sisi gelap Anda. Hal itu membutuhkan rencana tindakan yang baik.

Setelah Anda berhasil melakukan ini, Anda tidak akan lagi membiarkan faktor ketakutan mengambil alih diri Anda. Anda akan dapat mengingat saat-saat dalam hidup Anda di mana Anda merasa santai dan memaksimalkan ingatan-ingatan itu alih-alih membiarkan ingatan traumatis memengaruhi, bahkan mengatur hidup Anda.

Tetapi tanpa melatih kembali otak Anda, ingatan menjadi tertekan, dan Anda tidak dapat mengatasi gejalanya.

Tidak Ada Petunjuk Khusus yang Dapat Dilakukan Setiap Orang Untuk Mengatasi Masalah tersebut. Namun, jika Anda mengingat pikiran dan tubuh Anda terjebak dalam keadaan stimulasi yang tidak proporsional (hiper-drive), maka Anda akan berusaha belajar untuk sebuah pelatihan keterampilan dan pendampingan guna melatih kembali dan menyambungkan kembali psikis Anda ke arah normal.

Dalam pengalaman saya, tekanan hidup memainkan peran penting dalam puncak stimulasi saya, yang berlangsung sekitar 3 tahun, dan saya benar benar berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengendalikannya.

Jika Anda menderita Stres Traumatis dan Anda bosan membiarkan hal itulah mengatur hidup Anda, maka berjuanglah. Mulailah dengan mempelajari cara menurunkan tingkat adrenalin Anda untuk memasang kembali sistem saraf Anda dan mengatasi segala sesuatu efek yang di timbulkan oleh stres traumatis Anda setiap hari.

Setelah menurunkan gairah Anda, Anda perlu menenangkan ingatan yang mengganggu dari trauma Anda dan mengendalikan otak, pikiran, tindakan, dan yang lebih penting, persepsi dunia di sekitarnya dan reaksi terhadapnya.

Masing Masing Orang Punya Cara Yang berbeda dalam menangani Stres Traumatis

Setiap orang yang terkena stres traumatis yang bisa jadi berbeda. Teknik yang bekerja untuk satu orang mungkin tampak seperti pukulan total bagi orang lain. Tetapi jika Anda fokus untuk menjadi lebih baik, Anda perlu memperluas wawasan Anda, membuka pikiran Anda, dan memberikan pendekatan inovatif kesempatan sebelum mengasumsikan mereka tidak akan berhasil.

Anda bisa tetap di tempat Anda sekarang, dengan hal-hal yang sama, dan tidak melakukan apa pun kecuali Anda akan tetap terjebak dalam keadaan hyperarousal dan tidak pernah menjalani hidup Anda sepenuhnya.

Menerima Stres Traumatis

Langkah pertama untuk memenangkan pertempuran melawannya adalah mengakui bahwa Anda memiliki gangguan dan menerimanya. Anda harus menolak untuk berhenti hidup seperti korban. Kesadaran dan penerimaan ini akan memiliki dampak besar pada kehidupan Anda. Anda harus menerima trauma yang dialami. Mencoba menyangkal, memblokir, atau menghindari kekacauan gejala yang dideritanya tidak akan membuat Anda pulih.

Mecari Bantuan Untuk Mengatasi kondisi stres traumatis anda

Menemukan pendekatan yang tepat untuk menangani masalah hidup bersama Anda mungkin merupakan langkah paling penting untuk mengelola dan menang melawan stress dan trauma Anda.

Berbicara tentang gangguan Anda dan bagaimana itu sangat memengaruhi Anda dapat membuat semua perbedaan di dunia. Beberapa pendekatan metode terapi mungkin mengharuskan Anda mengunjungi kembali peristiwa traumatis dan belajar untuk menerimanya, tetapi yang lain tidak. Anda harus menemukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mental Anda.

Pada awalnya, membicarakan trauma Anda mungkin tampak hampir mustahil. Anda harus mengambil inisiatif karena bantuan prodeaional sangat penting untuk pemulihan. Penting bagi Anda untuk merasa nyaman dan aman dengan terapis Anda. Jika tidak, teruslah mencari sampai Anda menemukan seseorang yang faham tentang pemulihan kesehatan mental yang tepat untuk Anda.

Tenangkan Otak anda

Terapi akan memberdayakan Anda dan memberi Anda alat untuk menghadapi kenangan mengganggu dari trauma langsung. Terlepas dari pendekatan terapi apa yang Anda dan terapis Anda putuskan untuk kasus Anda, saya sangat menyarankan agar siapa pun yang mengalami stres traumati mencari bantuan ahli terapi perilaku kognitif.

Jika Anda bertanya kepada saya, tujuan Anda dengan terapis Anda harus menemukan cara-cara yang dapat membuat Anda peka dari trauma. Dalam arti tertentu, terapis yang baik harus memberi Anda panduan untuk membantu menenangkan otak Anda dari trauma.

Merebut Kembali Kendali Otak Anda

Menenangkan otak Anda hanyalah awal. Setelah itu, Anda harus merebut kembali otak Anda. Itu benar, Anda harus mengendalikan otak Anda dan memproses ulang ingatan Anda sehingga mereka tidak dapat terus membahayakan Anda, untuk menembaki Anda. Ini adalah komponen kunci dalam mengelola gejala yang terkait dengan Stres Traumatis.

Untuk mendapatkan kembali otak Anda, Anda perlu mengubah cara Anda memandang, merasakan, dan memikirkan ingatan Anda. Ini adalah proses pemikiran spiral yang membuat Anda memandang lingkungan sekitar sebagai tidak aman sepanjang waktu.

Anda harus melihat ke belakang dan memahami bahwa apa pun yang terjadi adalah milik masa lalu, itu bukan kesalahan Anda, Takdir Allah telah digariskan ditangan anda dan masa kini Anda layak mendapat takdir baik dan kesempatan yang lebih baik pula. Jika Anda terus berkubang di masa lalu, alih-alih menggunakannya sebagai katalis untuk perubahan, Anda membiarkan peristiwa itu menghancurkan hidup Anda.

Melihat ingatan Anda dari sudut pandang yang berbeda akan membantu Anda memahami bahwa Anda masih di sini, dan Anda kuat.

Reorganisasi Hidup Anda

Stres traumatis dapat membuat hidup berantakan jika Anda tidak memahami gejalanya. Jika Anda berada dalam kegemaran dan merasa terjebak dalam rutinitas lama yang sama, maka perubahan mungkin merupakan ide yang baik.

Perubahan tidak selalu mudah, terutama jika Anda seorang introvert atau tertutup. Tetapi terlibat dalam kegiatan yang sehat adalah yang terpenting. Duduk di rumah, mungkin sendirian, tidak baik untuk suasana hati Anda dan tidak membantu Anda mendorong zona nyaman Anda.

Anda harus mendorong diri Anda melampaui zona nyaman Anda.

Merestrukturisasi hari Anda agar sesuai dengan kegiatan yang lebih sehat adalah cara yang efektif untuk memulai. Mungkin Anda bisa berjalan-jalan setelah makan malam. Rencanakan untuk keluar rumah sebanyak mungkin. Jika ada sesuatu yang dapat membantu Anda mengendalikan gejala Stres traumatis, itu adalah kegiatan luar yang bagus. Selalu ada sesuatu untuk Anda lakukan dan itu akan membuat Anda merasa lebih baik, insyaallah.

Pengurangan Stres Traumatis

Stres traumatis hadir dengan jumlah stres berlebih yang tidak dapat diatasi. Dan Tingkat stres yang meningkat berperan dalam kemampuan Anda mengelola gejala. Berolahraga, menulis, meditasi, atau yoga selalu merupakan pilihan stres dan pengurangan kecemasan yang baik. Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk menenangkan respons pertarungan atau pelarian Anda ke tingkat yang dapat dikelola, maka itulah yang Anda lakukan.

Beri waktu Untuk Pulih dari Stres Traumatis

Pemulihan dari Stres Traumatis tidak terjadi dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih dari dan belajar hidup dengan diagnosis kompleks. Terlepas dari apa yang orang lain katakan, terapis termasuk, hanya Anda yang akan tahu kapan Anda berada di jalan menuju pemulihan karena Anda akan merasakannya. Bagaimana? Ketika hal-hal yang sebelumnya menyebabkan rasa sakit emosional tidak lagi menjadi masalah. Ketika Anda merasa kurang tegang dan adrenalin karena respons stres Anda berkurang atau tidak berlebihan. Saat tubuh dan pikiran Anda rileks.

Tanyakan pada Diri Anda: Apakah Saya Benar-Benar Ingin Mengatasi Stres Traumatis ?

Jika Anda benar-benar ingin mengatasi perjuangan yang dibawa Stres Traumatis, maka Anda harus berusaha karena itu mungkin. Mungkin terasa seperti melewati (berulang kali) melalui gerbang neraka selama pemulihan Anda. Ada saat-saat ketika semuanya begitu sulit, saya hanya ingin menyerah. Tetapi saya senang saya memiliki kekuatan untuk melewatinya, karena itu sangat berharga.

Berusaha memperbaiki situasi Anda harus menjadi fokus dan prioritas utama Anda. Pemulihan penuh mencakup pengalihan kondisi bertarung atau lari, berbasis rasa takut untuk kembali ke keadaan nyaman. Bisa jadi itu yang Anda rasakan sebelum peristiwa itu terjadi.

Ini adalah perjalanan yang panjang, dan saya harap Anda tidak memilih untuk melakukannya sendiri, jika Anda punya pilihan. Stres Traumatis dan kumpulan gejala yang menyertainya adalah tambalan yang menghalangi rasa takut mereka menjaga orang yang selalu Anda cintai.

Dalam arti tertentu, Stres Traumatis memberi Anda perspektif unik tentang realitas dan dunia. Namun, kenyataan ini didasarkan pada rasa takut, rasa bersalah, dan rasa malu. Anda harus mengubah cacat mendasar ini dalam sistem kepercayaan Anda. Dunia adalah tempat yang menakjubkan penuh dengan kehidupan dan keindahan, dan perspektif Anda tentang hal itu mencegah Anda dari menjalani kehidupan yang memuaskan.#

Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat bagi anda.

Note: Jangan lupa untuk memberi tanggapan di kolom komentar di bagian bawah halaman ini.

Baca Juga:

Kecerdasan Emosional Dalam Bisnis

Manfaat Kesabaran

Menjaga Percaya Diri

Bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kepribadian yang baik

Jika Anda memanfaatkan metode ini dengan baik, Anda dapat mempelajari keterampilan baru dan membuat hal yang baru. Bagaimana mengeksplorasi dan bagaimana mengembangkan dan meningkatkan kepribadian yang baik .

Bagaimana mengembangkan kepribadian yang baik.

Kepribadian dan Motivasi akan menciptakan karakter yang akan memiliki banyak dampak positif pada kehidupan dan mata pencaharian Anda sendiri. Ada pendapat bahwa alam tidak dapat diubah dan tidak layak untuk mengubahnya. Karakter adalah pola standar perilaku, kepercayaan, dan mereka unik. Dengan upaya yang sungguh sungguh, Anda dapat mengembangkan an meningkatkan kepribadian Anda.

Apa yang Membuat Kepribadian begitu Penting?

Karakter kita yang membuat kita menjadi siapa kita, tetapi bagaimana kepribadian kita bisa terbentuk? Pengembangan kepribadian telah menjadi subjek yang menarik bagi beberapa perintis terkemuka dalam psikologi. Sejak awal psikologi sebagai ilmu yang berbeda, para ilmuwan telah menyarankan berbagai macam saran untuk menggambarkan bagaimana dan mengapa karakter berkembang.

Apa sebenarnya yang kita maksudkan ketika kita membahas cara meningkatkan kepribadian dan sikap ?

Pengembangan kepribadian menggambarkan bagaimana pola perilaku terkoordinasi yang membentuk karakter unik setiap individu muncul seiring waktu. Beberapa elemen masuk mempengaruhi karakter, seperti genetika, pola asuh, lingkungan, dan faktor sosial. Mungkin di atas segalanya, interaksi terus-menerus dari masing-masing pengaruh inilah yang terus membentuk karakter dengan waktu.

Cara meningkatkan kepribadian Anda


Faktor-faktor apa yang memainkan fungsi paling vital dalam penciptaan karakter?

Bisakah karakter berubah?

Untuk menjawab masalah ini, banyak teori terkenal mengembangkan konsep untuk menjelaskan beberapa langkah dan tahapan yang ada di jalan pengembangan karakter. Teori-teori selanjutnya berkonsentrasi pada beberapa aspek pengembangan karakter yang berbeda, termasuk peningkatan kognitif, sosial, dan etika.

Di bawah ini ada beberapa petunjuk yang membantu Anda mengenai Bagaimana Mengembangkan dan membentuk Kepribadian yang Baik.

Cara Untuk Membangun dan membentuk Kepribadian Anda:

Dengarkan orang lain.
Tidak ada yang lebih menarik dari membuat seseorang mendengar Anda, karena hal itu akan membuat Anda benar-benar merasa seperti-olah Anda satu-satunya orang di planet ini.

Cukup Minati Orang Lain
Semakin banyak minat Anda pada orang dan barang yang berbeda, semakin tinggi Anda akan memiliki kemampuan untuk mencari tahu tentang orang tersebut, yang dapat meningkatkan karakter Anda.  Temukan apa yang membuat pria dan wanita berdampingan dengan meminta banyak pertanyaan terbuka tentang tujuan hidup, hobi, acara televisi favorit dan film, olahraga, dan topik menarik lainnya.  Cara ini akan membantu Anda membangun kepribadian yang biasa.

Miliki Tujuan Untuk Hidup
Banyak karakter yang kuat diciptakan dan dibentuk oleh visi dan tujuan besar yang mereka butuhkan untuk hidup mereka.  Tentukan dengan tepat apa yang paling ingin Anda capai dengan waktu Anda sendiri di dunia. 
Menentukan tujuan adalah langkah penting untuk menciptakan karakter yang lebih menarik dan membangkitkan minat.

Jadikan Pendengar Yang Aktif
Sebagian besar orang senang membicarakan diri mereka sendiri, tetapi setuju untuk bertemu dengan siapa pun yang senang mendengarkan perhatian.  Libatkan individu yang berbeda dengan yang terbaik dan yang terbaik untuk membuat mereka yang terbaik dan terpilih.  Semakin besar Anda membuat mereka bercerita tentang diri mereka sendiri, maka akan semakin besar mereka merasakan eksistensi akan keberadaan Anda.

Berikut ini cara-cara bagus untuk meningkatkan kekuatan karakter Anda:

Jadilah pendengar yang baik
Jika Anda mencari cara membuat kepribadian yang baik?

Dapatkan pendengar yang jauh lebih baik dan Menjadi pembicara yang hebat. Segera setelah Anda mendapat banyak kontribusi, pelajari cara membahasnya dengan orang lain. Tidak ada yang bisa membaca atau memahami semuanya, jadi itu perlu untuk mengetahui dari orang lain hal-hal yang kita tidak punya cukup kesempatan untuk membaca. Jika Anda malu, bergabunglah dengan grup dan forum forum diskusi seperti forum yang memotivasi Anda untuk berbicara tentang apa yang Anda pahami.

Tidak ada yang lebih membosankan daripada mencoba berbicara dengan seseorang yang tidak memiliki pendapat tentang apa pun. Dialog tidak punya tempat tujuan jika Anda tidak perlu memperluas apa pun. Namun, jika Anda memiliki perspektif yang tidak biasa atau pandangan yang berbeda, Anda lebih menarik dan merangsang untuk menggunakan jarak sosial (kecuali jika Anda adalah yang tahu segalanya, tentu saja).

Cobalah untuk memuaskan individu baru terutama yang tidak seperti Anda. Hal paling membosankan berikut setelah tanpa komentar berharap menjadi sesuatu yang bukan Anda.

Membuat diri Anda seperti orang lain sebagai cara untuk mengembangkan kepribadian positif , atau agar disetujui, biasanya menjadi bumerang. Mencoba menjadi foto copy orang lain tidak hanya akan membuat jatuh, tetapi justru malah menunjukkan kurangnya kredibilitas.

Memiliki pandangan dan pola pikir positif. Siapa yang ingin berada di sekitar orang-orang yang negatif, banyak mengeluh, atau tidak ada yang baik untuk dikatakan? Pada kenyataannya, sebagian besar dari kita berlari ketika kita melihat mereka tiba. Sebaliknya, jadilah tipe orang yang optimis yang menyalakan kamar dengan energi Anda begitu Anda memasukkannya. Lakukan dengan mencari yang terbaik dalam hal-hal dan orang-orang.

Bersikap menghibur dan melihat sisi kehidupan yang lucu. Semua orang suka ditemani seseorang yang membuat mereka tertawa, atau tersenyum, jadi carilah aspek lucu dan unik dalam sebuah skenario – selalu ada satu. Bantuan komik kadang-kadang sangat menyenangkan dan pengalihan yang diinginkan. Segera setelah Anda menambahkan kesenangan dan cahaya cenderung ke dalam suasana yang suram atau membosankan, orang lain secara alami akan tertarik kepada Anda, dan tentu saja berterima kasih.

Mendukung orang lain. Menjadi suportif kemungkinan besar adalah kualitas yang paling menawan yang dapat Anda sertakan ke dalam karakter Anda. Ketika Anda menyambutnya, berfungsi sebagai layanan untuk banyak orang lain ketika mereka menginginkannya. Kebanyakan dari kita suka pemandu sorak di sudut kita; seseorang yang memberi semangat, percaya pada kita dan membantu kita menjemput kita ketika kita sedang down.

Memiliki Integritas dan perlakukan individu dengan hormat. Jujur dan jujur pada kata-kata Anda akan memberi Anda harga diri, rasa hormat, dan pengakuan orang lain. Tidak ada yang meningkatkan karakter individu lebih dari etika dan rasa hormat – menghormati orang lain dan juga diri sendiri.

Ambil Tindakan Untuk Membuat Perubahan

Jangan membuat alasan. Berdedikasi untuk melakukan tindakan. Mayoritas individu tidak siap menerima perubahann, apalagi melakukannya ”

Jika kita benar-benar berharap melihat perubahan dalam hubungan sosial kita, kita harus berkomitmen.

“Biasanya, siklusnya adalah: identifikasi beberapa hal yang tidak Anda sukai bersama, lalu menyalahkan diri sendiri tentang hal itu terasa mengerikan, selanjunya buat alasan mengapa Anda tidak dapat memiliki semua yang Anda butuhkan, lanjutkan untuk periode waktu tertentu akan mengalihkan perhatian Anda dan melupakan masalah. Pada akhirnya masalah akan muncul kembali, “

Jangan biarkan masalah Anda jatuh berserakan, lebih proaktiflah!

Setiap orang memiliki sifat yang unik, dan preferensi yang membuatnya kuat. Tetapi masih banyak saja orang yang mengikuti beberapa sekolah atau kursus pengembangan

Jadilah pendengar yang baik
Jika Anda mencari cara membuat kepribadian yang baik? Dapatkan pendengar yang jauh lebih baik dan Menjadi pembicara yang hebat.
Segera setelah Anda mendapat banyak kontribusi, pelajari cara membahasnya dengan orang lain. Tidak ada yang bisa membaca atau memahami semuanya, jadi itu perlu untuk mengetahui dari orang lain hal-hal yang kita tidak punya cukup kesempatan untuk membaca. Jika Anda malu, bergabunglah dengan grup dan forum forum diskusi seperti yang memotivasi Anda untuk berbicara tentang apa yang Anda pahami.

Tidak ada orang di planet ini yang seperti orang lain, setiap individu memiliki sesuatu yang istimewa untuk ditawarkan. Di mana membandingkan diri Anda dengan orang lain dapat mengarahkan Anda ke jalan yang gelap, selalu ada ruang untuk memahami bagaimana menerapkan perubahan secara positif serta apa yang Anda miliki saat ini.#

Berbicara negatif terhadap diri sendiri

Berbicara negatif terhadap diri sendiri

Tanpa sadar kita sering berbicara negatif terhadap diri sendiri, padahal pikiran semacam ini akan berdampak buruk bagi kondisi psikis kita. Sebisa mungkin hindari berbicara negatif terhadap diri sendiri.

Dibawah ini adalah daftar yang sebisa mungkin harus di hindari dalam berbicara terhadap diri sendiri

Aku tidak akan pernah seperti orang-orang sukses itu,” kata mereka pada diri mereka sendiri. “Mereka jauh lebih berkomitmen daripada aku.”

Itu salah satu contoh self-talk yang negatif, dan banyak orang sering kali melakukan hal tersebut.

Berbicara negatif terhadap diri sendiri (self-talk) digolongkan dalam empat kriteria: penyaringan, personalisasi, bencana, dan polarisasi.

1. “Orang ini selalu melakukan ini padaku …”

Ini adalah dua bentuk self-talk negatif dalam satu kalimat. Ini penyaringan karena pembicara telah menyaring segala sesuatu yang positif tentang situasi mereka dan hanya memperbesar yang negatif. Dan itu juga polarisasi, karena orang itu hanya melihat buruk atau baik (buruk, dalam hal ini). Tidak ada jalan tengah dalam kalimat ini.

2. “Hebat, sekarang seluruh hari saya hancur …”

Bencana adalah mengambil satu situasi negatif dan membesar-besarkan efeknya pada gambaran besar. Ini bisa menjadi sesuatu yang sepele seperti membuat pesanan kopi Anda salah, namun Anda akan membiarkannya sampai ke titik di mana ungkapan itu menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.

3. “Dia melakukannya hanya untuk membuatku kesal …”

Ini adalah personalisasi, dan itu berarti Anda membuat sesuatu tentang diri Anda (atau orang tertentu lainnya) bahkan ketika itu sebenarnya bukan masalahnya. Ingat, kebanyakan orang yang Anda temui benar-benar tidak punya waktu atau keinginan untuk keluar dari jalan mereka untuk menargetkan Anda dan membuat hari Anda sengsara.

4. “Aku benar-benar payah dalam hal ini …”

Tentu saja, Anda mungkin mengalami kesulitan dengan sesuatu, tetapi Anda tidak melakukan kebaikan ketika Anda mengkarakterisasi situasi Anda sebagai sesuatu yang “benar-benar Anda payah”, tanpa ada kemungkinan bahwa Anda benar-benar tidak seburuk yang Anda katakan pada diri sendiri.

5. “Saya selalu dalam kesulitan …”

Tidak ada yang “selalu” dalam kesulitan, tetapi berpikir itu berarti Anda akan bertindak seperti itu, dan bertindak seperti itu sebenarnya dapat menandai Anda sebagai jenis masalah yang tidak seorang pun ingin berada di sekitarnya. Anda bisa mengubahnya!

6. “Tidak mungkin ini akan berhasil …”

Sekali lagi, komentar seperti ini hanya menyisakan ruang untuk hal-hal negatif. Dan, mengapa repot-repot melakukan sesuatu jika Anda sudah yakin bahwa itu akan gagal? Jangan jatuh ke dalam perangkap pikiran itu. Apa pun itu, cobalah. Hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda.

7. “Tidak ada yang mau memberitahuku apa pun …”

Ketika Anda menempatkan diri Anda di tengah-tengah apa pun yang Anda anggap salah, menjadi mudah untuk mengidentifikasi hanya dengan situasi negatif. Lebih buruk lagi, Anda juga meminimalkan kepentingan Anda sendiri terhadap apa yang terjadi di sekitar Anda. Sebaliknya, cari cara untuk menjadi bagian dari solusi.

8. “Tidak mungkin …”

Kita semua sudah menggunakan ini, kan? Tetapi hanya sedikit hal yang benar-benar mustahil, kecuali jika Anda meyakinkan diri Anda sebaliknya, itulah yang dirancang untuk dilakukan oleh pernyataan ini. Pikirkan alih-alih mengapa sesuatu itu atau seharusnya tidak hanya mungkin, tetapi mungkin.

9. “Aku tidak akan pernah pandai apa pun …”

Mungkin sebagian besar dari kita pernah berada di sini pada suatu waktu. Tidak ada penyisihan untuk kebaikan potensial yang bisa terjadi. Yang benar adalah, kita semua pandai dalam sesuatu, dan banyak hal. Pembicaraan diri sendiri yang negatif membuat kita tidak fokus pada hal-hal itu. Jangan biarkan itu terjadi.

10. “Mereka tidak menghargai apapun yang saya lakukan …”

Hal yang Anda lakukan mungkin lebih dihargai daripada yang Anda tahu, tetapi untuk alasan apa pun, Anda tidak melihat atau mendengarnya. Daripada meyakinkan diri sendiri bahwa upaya Anda sia-sia, Anda bisa meminta umpan balik kepada seseorang. Mereka akan memperhatikan dan, semoga, menghargai inisiatif Anda.

11. “Orang lain dapat melakukan ini … Saya pecundang …”

Jika Anda kesulitan dengan tugas tertentu, Anda mungkin memiliki kekuatan berbeda yang bisa Anda fokuskan. Dan Anda harus mempertimbangkan bahwa orang lain mungkin tidak menemukan hal-hal semudah yang Anda pikirkan. Jika Anda berada di kapal yang sama dengan orang lain, Anda bisa bekerja bersama untuk mencari tahu bagaimana saling membantu agar berhasil.

12. “Tidak akan ada yang mau mempekerjakan saya lagi …”

Sebuah tugas atau pekerjaan mungkin tidak berjalan seperti yang Anda inginkan, tetapi itu tidak berarti akhir dunia. Anda dapat mengambil langkah mundur, fokus pada hal-hal yang Anda lakukan dengan baik, dan mulai lagi. Tidak ada yang pernah mengatakan jalan menuju sukses adalah garis lurus!

Pembicaraan diri sendiri yang negatif menghalangi kita, masuk ke kepala kita, dan mengalihkan kita dari tujuan kita. Ini meyakinkan kita bahwa tidak ada gunanya mencoba, karena kita mungkin akan gagal juga. Kita semua pernah mengalami perasaan itu.

Tetapi kita lupa bahwa kegagalan adalah elemen penting dari kesuksesan. Itu mengajarkan kita apa yang berhasil dan, sama pentingnya, apa yang tidak berhasil. Itu mengajarkan kita bahwa tidak ada hal berharga yang akan pernah datang dengan mudah.

Anda memiliki kekuatan untuk mengubah cara Anda berbicara kepada diri sendiri, dan apa yang Anda katakan. Berusaha untuk menghindari ini dan ucapan merusak lainnya. Jadilah positif, dan hal-hal positif akan terjadi pada Anda.

Pembicaraan diri sendiri yang negatif menghalangi kita, masuk ke kepala kita, dan mengalihkan kita dari tujuan kita. Ini meyakinkan kita bahwa tidak ada gunanya mencoba, karena kita mungkin akan gagal juga. Kita semua pernah mengalami perasaan itu.

Tetapi kita lupa bahwa kegagalan adalah elemen penting dari kesuksesan. Itu mengajarkan kita apa yang berhasil dan, sama pentingnya, apa yang tidak berhasil. Itu mengajarkan kita bahwa tidak ada hal berharga yang akan pernah datang dengan mudah.

Anda memiliki kekuatan untuk mengubah cara Anda berbicara kepada diri sendiri, dan apa yang Anda katakan. Berusaha untuk menghindari ini dan ucapan merusak lainnya. Jadilah positif, dan hal-hal positif akan terjadi pada Anda.#

Makna Sukses

Sukses Menurut Islam

Semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang berhasil sukses. Kenapa? Masalahnya cuma satu: gagal menemukan arti sukses sebenarnya.

Ada orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang sederhana. Akhirnya, ia pun merasa sudah mencapai sukses meski tanpa berbuat apa-apa. Mengalir seperti air apa adanya, begitu katanya.

Ada juga orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang rumit. Akhirnya, ia pun merasa sulit mencapai sukses, ya sudah mau bilang apa? pasrah aja, barangkali sudah takdir, begitu katanya.

Jadi, apa arti sukses sebenarnya?
Sukses adalah sebuah pencapaian. Apa yang hendak dicapai?

Sukses adalah bergerak maju mencapai tujuan. Kemana hendak dituju?

Sukses adalah mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. Apakah itu?

Sukses adalah sebuah proses perjalanan. Tanpa mendapatkan sesuatu?

Sukses adalah memperoleh penghargaan. Dari siapa?

Mari kita bertanya kepada Yang Maha mengetahui dan Maha Bijaksana.”

“Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya”? (QS. 21:10).

Kemuliaan = Kesuksesan
Kalau begitu, mari kita membaca Alquran untuk memahami:
Apakah arti sukses?
Bagaimanakah mencapai sukses?
Siapakah orang sukses itu?
Apakah arti sukses?

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. 3:185)

Jadi, sukses adalah masuk surga. Terserah apa profesi kita hari ini, yang penting kita bisa masuk surga.

Bagaimanakah cara mencapai sukses? Bagaimanakah cara masuk surga?

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214).

Sukses bukan khayalan. Sukses hanya dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan. Berat ya? jangan khawatir, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah akan menolong kita sebagaimana Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman sebelum kita.

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),” (QS. 40:51)

Pantaskah kita mendapatkan pertolongan Allah?
Bukan soal pantas tidak pantas, yang jadi soal, apakah kita sedang berjuang mencapai sukses hingga Allah berkenan memberikan pertolongan-Nya? Siapa yang berjuang, dialah yang ditolong.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(QS. 47:7).

Nah, jika Allah sudah memberikan pertolongan, apakah masih terasa berat perjuangan menuju sukses sejati?

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mumin bertawakkal. (QS. 3:160)

Bertawakkal kepada Allah = menyerahkan segala urusan kepada Allah = menyelesaikan segala urusan dengan cara-cara Allah = caranya pakai cara Allah, ya hasilnya terserah Allah. Habis perkara.

Jadi, bagaimana soal urusan mencapai sukses sejati, yaitu mencapai surga?
Jawabnya cuma satu: pakai cara Allah, jangan pakai cara sendiri!

Bagaimanakah cara Allah yang harus kita terapkan untuk mencapai sukses sejati?

Nah, untuk dapat menjawabnya, kita harus selesaikan pertanyaan ketiga: Siapakah orang sukses itu?

Sukses Menurut Al-Qur’an

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat lebih baik dan kekal.”(QS. A’Alaa, 87: 14 – 17)

Siapakah orang yang tak ingin meraih kesuksesan? Tentunya, setiap orang mengidam-idamkan kesuksesan. Pada umumnya, masyarakat memahami arti kesuksesan identik dengan pencapaian cita-cita, harapan, serta keinginan. Simpelnya – Kata sukses berarti pencapaian keberhasilan atau keberuntungan atas wujud nyata dari apa-apa yang dicita-citakan.

Lantas bagaimana makna, “Sukses Menurut Alquran?”

Dalam Alquran kata sukses terbagi menjadi 3 (tiga); al-falaah, an-najaat, danal-fauz. Menurut tata bahasa, al-falaah berarti kemenangan, kelestarian, kekekalan, keberuntungan, dan kebertahanan hidup. An-najaat berarti keselamatan atau keterhindarandari bencana serta kegagalan, dan terhalaunya hambatan. Adapun al-fauz berarti keberhasilan atau keberuntungan yang baik.

Dari ketiga kata yang bermakna sukses tersebut di atas, yang mendominasi disebut dalam Alquran adalah Al-falaah. Ini membuktikan pengertian secara bahasa dari kata Al-falaah sudah mencakup makna an-najaat dan al-fauz. Lebih dari 15 kali, kata Al-falaah disebutkan dalam Alquran, baik variasi ataupun derivasinya.

Beragam ayat dalam Alquran yang berkaitan dengan al-falaah, hampir rata-rata berisikan implementasi dan merefleksikan 5 hal tersebut di bawah ini.

Bebas dari hal-hal yang membuat rugi, sakit, dan memperburuk keadaan diri (An-najaat),Mendapatkan dan meraih keadaan dan kondisi yang layak, baik dan sentosa (Al-falaah),Tercapainya harapan serta cita-cita (Al-fauz),Menang dan berhasil menaklukkan berbagai rintangan (Al-fauz wa an-najaat),Menggapai ‘keabadian’ hidup (al-falaah), keberadaannya dikenang secara positif sepanjang sejarah, mendapatkan kehidupan damai (kekal) di dunia dan kehidupan akhirat.

Kata kunci adalah Tidak ada dalam Qur,an urusan dunia yang abadi disebutkan Allah .Susah senang serta kebahagiaan dunia pasti ada jalan keluarnya, sedangkan diakhirat pasti kekal dan abadi.#

Wallahua’lam bishawab.

Meditasi islami

Bagaimana kita dapat memiliki kontrol lebih besar atas pikiran kita pada saat ini informasi yang berlebihan dan kecemasan? Latihan kewaspadaan, atau muraqabah, dapat membantu mendisiplinkan pikiran kita untuk menangani situasi saat ini dan fokus pada hubungan kita dengan Allah.

Kehidupan modern melibatkan hiruk pikuk kebisingan, gangguan, dan informasi yang berlebihan setiap hari. Indera kita terus-menerus distimulasi dari setiap arah ke titik bahwa saat hening yang tenang tampaknya mustahil bagi sebagian dari kita. Agitasi yang terus-menerus ini menghalangi kita untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap momen, mengurangi kualitas doa kita dan kemampuan kita untuk mengingat Allah.

Kita semua tahu bahwa kita membutuhkan lebih banyak kehadiran dalam doa, lebih banyak kontrol atas pikiran dan keinginan kita yang berkeliaran. Tapi apa sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk mencapai ini? Bagaimana kita dapat menjadi lebih penuh perhatian dalam semua aspek kehidupan kita, spiritual dan duniawi? Di situlah praktik melatih perhatian , dalam konteks Islam muraqabah , dapat membantu melatih pikiran kita untuk menjadi lebih disiplin dan dengan demikian dapat meningkatkan ibadah reguler dan kegiatan sehari-hari kita.

Artikel ini membahas kebajikan dari perhatian dan keheningan dalam tradisi Islam. Ini benar mengkonseptualisasikan meditasi dalam Islam dan menyajikan latihan praktis untuk perhatian sehari-hari yang dapat membantu kita mengolah muraqabah dengan Allah dan batin kita.

Kebajikan Perhatian
Mindfulness secara linguistik didefinisikan sebagai “kualitas atau keadaan sadar atau sadar akan sesuatu,” dan lebih khusus lagi, “Keadaan mental dicapai dengan memfokuskan kesadaran seseorang pada saat ini, sementara dengan tenang mengakui dan menerima perasaan, pikiran, dan sensasi tubuh seseorang. , digunakan sebagai teknik terapi. ” [1] Dalam konteks psikologi modern, perhatian adalah “alat yang dapat kita gunakan untuk memeriksa kerangka kerja konseptual.” [2] Dengan mengamati dengan cermat bagaimana kita berpikir dan merasakan, kita memperoleh kemampuan untuk mengubah kerangka kerja konseptual kita, atau pola pikir, untuk keuntungan kita sendiri. Ketika kita berada dalam keadaan lalai, kita bereaksi terhadap pikiran dan emosi secara spontan dan membiarkan mereka menuntun kita ke mana pun mereka mau. Sebaliknya, menumbuhkan kondisi perhatian memberi kita kemampuan untuk mengikuti atau tidak mengikuti pikiran kita seperti yang kita pilih.

Dengan kata lain, perhatian adalah bentuk metakognisi (“kesadaran akan kesadaran seseorang”), kesadaran diri akan apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran dan hati seseorang. Ini adalah fenomena yang menarik perhatian para psikolog dan profesional kesehatan, menghasilkan ratusan makalah ilmiah, studi, dan buku tentang kesadaran setiap tahun. Menumbuhkan perhatian, bahkan dalam konteks non-religius atau netral, telah ditunjukkan untuk memberikan manfaat kesehatan dan kesejahteraan yang terukur. Menurut American Psychological Association, banyak studi peer-review menunjukkan bahwa praktik mindfulness (seperti relaksasi atau meditasi) membantu mengurangi stres, meningkatkan memori, meningkatkan fokus dan konsentrasi, mengurangi reaktivitas emosional, dan meningkatkan hubungan pribadi. Praktek mindfulness juga mempromosikan empati dan kasih sayang dan secara efektif digunakan dalam terapi kognitif klinis. [3] Bidang perhatian yang berkembang, dalam sains dan praktik spiritual, adalah perkembangan menarik yang patut diselidiki secara kritis.

Dalam konteks Islam, perhatian adalah keutamaan dari muraqabah , sebuah kata yang berasal dari akar makna “untuk menonton, mengamati, menghargai dengan penuh perhatian.” [4] Kita sudah dapat melihat kedekatan etimologis dan linguistik antara “perhatian” dan muraqabah . Sebagai istilah spiritual teknis, ini didefinisikan sebagai “pengetahuan konstan tentang hamba dan keyakinan dalam pengawasan Kebenaran, kemuliaan bagi-Nya, atas kondisi luar dan batin seseorang.” [5] Artinya, seorang Muslim dalam keadaan muraqabah adalah dalam pengetahuan penuh yang terus menerus bahwa Allah sadar akan dirinya, secara batiniah dan batiniah. Ini adalah kondisi kesadaran diri yang penuh kewaspadaan dalam hubungan seseorang dengan Allah dalam hati, pikiran, dan tubuh. Dasar dari muraqabah adalah pengetahuan kita bahwa Allah selalu mengawasi kita setiap saat dan, sebagai konsekuensinya, kita mengembangkan perhatian dan kepedulian yang lebih besar terhadap tindakan, pikiran, perasaan, dan kondisi batin kita sendiri. Seperti yang Allah katakan, “Ingatlah bahwa Tuhan tahu apa yang ada dalam jiwa Anda, jadi perhatikanlah Dia.” [6]

Ibn Al-Qayyim dan Al-Ghazali keduanya memiliki bab dalam buku-buku mereka tentang manfaat dan realitas muraqabah . [7] Dan itu bukan hanya sifat karakter yang disarankan, tetapi lebih merupakan realisasi karakter karakter tertinggi , keunggulan spiritual ( al-ihsan ). Sebagaimana Nabi ﷺ didefinisikan dalam hadis terkenal Jibril, keunggulan spiritual “adalah untuk menyembah Allah seolah-olah Anda melihat-Nya, karena jika Anda tidak melihat-Nya, Dia pasti melihat Anda.” [8] Dengan kata lain, keunggulan spiritual adalah untuk sepenuhnya menyadari dan memperhatikan Allah setiap saat – puncak dari iman. Menurut Sheikh Al-Tuwayjiri,

Keunggulan spiritual adalah intisari keimanan, semangatnya, dan kesempurnaannya dengan menyempurnakan kehadiran (al-hudur) dengan Allah SWT, dan perhatian kepada-Nya (muraqabatihi), yang mencakup rasa takut akan Dia, cinta kepada-Nya, pengetahuan tentang Dia, berbalik kepada-Nya , dan ketulusan kepada-Nya . [9]

Buah dari muraqabah , di samping hadiah surga abadi di akhirat, adalah kondisi ketenangan yang mengarah pada kepuasan dalam kehidupan ini, “Sarana menuju keheningan ( al-sakinah ) dihasilkan oleh perolehan hamba dari muraqabah untuknya Tuhan, mulia dan agung adalah Dia, sampai-sampai seolah-olah dia dapat melihat-Nya. ” Semua kondisi spiritual dan mental yang positif berasal darinya, “karena muraqabah adalah dasar dari semua perbuatan hati.” [10]

Muraqabah sebenarnya merupakan pemenuhan penyembahan kepada Allah menurut pemahaman yang tepat tentang nama-nama indah yang menyampaikan pengetahuan sempurna-Nya. Ibn Al-Qayyim menyimpulkan babnya tentang muraqabah , menulis,

Muraqabah harus dikhususkan untuk nama Pengamat (Al-Raqib), Wali (Al-Hafith), Mengetahui (Al-‘Alim), Mendengar (Al-Sami ‘), Mengamati (Al-Basir) . Jadi, siapa pun yang memahami nama-nama ini dan mengabdikan diri untuk memenuhinya akan memperoleh muraqabah. [11]

Muraqabah tentu saja mencakup perhatian pada niat, pikiran, emosi, dan kondisi batin seseorang sendiri. Al-Murta’ish berkata, ” Muraqabah adalah pengamatan seseorang yang paling dalam ( al-sirr ), untuk mengetahui yang tersembunyi dengan setiap saat dan ucapan.” [12] Dalam setiap kata yang kita ucapkan dan dalam setiap pikiran yang kita pilih untuk dikejar, kita harus menyadari pola pikiran dan keadaan emosi kita untuk bereaksi terhadap pengalaman batin kita dengan cara terbaik. Sebagaimanadinyatakanoleh Ibn al-Qayyim, pemeliharaan muraqabah ke dalam adalah “dengan menjaga pikiran, niat, dan gerakan ke dalam… Ini adalah realitas hati yang murni ( al-qalb al-salim)), dimana tidak ada yang diselamatkan selain dengan datang kepada Allah dengan itu. Ini sendiri adalah realitas penyempurnaan batin ( tajrid ) dari orang yang benar, yang berbakti, dan yang sadar akan Allah. Setiap penyempurnaan batin selain ini kurang. ” [13]

Ringkasnya, menurut Sheikh ‘Abd al-Qadir al-Jilani, muraqabah diwujudkan dalam empat aspek:

  1. Pengetahuan tentang Allah SWT.
  2. Pengetahuan tentang musuh Allah, Iblis (Setan).
  3. Pengetahuan tentang kemampuan jiwa Anda untuk menyarankan kejahatan.
  4. Pengetahuan tentang perbuatan yang harus dilakukan demi Allah. [14]

Aspek ketiga ini – kesadaran hati dan pikiran seseorang – bahwa melatih perhatian dalam kerangka Islam dapat membantu kita mencapai, “Untuk mengetahui hal-hal apa yang menjadi ciri (diri), apa yang diinginkan, apa yang dipanggil, dan apa yang diperintahkannya . ” [15] Jenis latihan ini adalah metode untuk melatih pikiran untuk mengidentifikasi cara pikiran dan perasaan berperilaku di dalam diri kita, dengan tujuan mengerahkan lebih banyak kontrol terhadapnya dan dengan demikian memperkaya kesehatan mental dan spiritual kita.

Praktik-praktik kesadaran non-religius atau netral yang dianjurkan oleh para psikolog terapeutik berfokus pada aspek ketiga ini, tanpa mendasarkannya pada pandangan dunia teologis, untuk memberikan daya tarik yang lebih luas pada keragaman populasi pasien mereka dan masyarakat majemuk pada umumnya. Kadang-kadang ini adalah praktik yang berasal dari tradisi Buddha atau Hindu tetapi telah disekularisasi dari tempat ontologis agama mereka. Pendekatan non-religius ini, dengan sendirinya, masih menghasilkan manfaat kesehatan dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat. Itu akan mempertajam pikiran, tidak diragukan lagi, tetapi pikiran adalah alat yang dapat digunakan untuk kebaikan dan kejahatan. Praktik perhatian netral dapat berpotensi dimanfaatkan untuk kejahatan oleh orang-orang yang tidak memiliki pandangan dunia etis. Kejernihan mental yang diperoleh dari perhatian dapat digunakan oleh pemangsa yang bertujuan untuk menipu atau menyakiti orang lain. Tentu saja, seperti itu akan merupakan penyalahgunaan perhatian; lebih banyak alasan untuk mendekati topik secara kritis sesuai dengan pedoman Islam.

Bagi umat Islam, perhatian terhadap kehidupan batin hanyalah satu aspek — meskipun aspek yang kritis dan sering terabaikan — dalam kerangka muraqabah yang lebih besar . Secara keseluruhan, perhatian Islam melibatkan kesadaran komprehensif tentang dasar-dasar akidah Islam, hukum, etika, dan perubahan psikologis halus seseorang.

Untuk mulai menerapkan wawasan ini, kita masih perlu tahu mengapa begitu penting untuk belajar menikmati hanya hadir dalam keheningan , tanpa gangguan atau kebisingan dari dunia, kata-kata kita sendiri, atau monolog batin kita.

Keutamaan Kesunyian dan Keterasingan
Pepatah terkenal mengatakan, “Diam itu emas.” [16] Para pendahulu yang saleh memahami bahwa keheningan ( al-samt ) adalah keadaan default yang disukai, menurut perkataan Nabi ﷺ, “Siapa pun yang percaya pada Allah dan Hari Terakhir, biarkan dia berbicara kebaikan atau tetap diam.” [17] Kata-kata apa pun yang keluar dari mulut kita harus benar dan bermanfaat; kalau tidak, kita harus tetap diam. Jika tidak ada yang baik untuk dikatakan, kita seharusnya tidak mengatakan apa-apa. Tentu saja, ada saat-saat di mana kita harus berbicara, mendukung tujuan yang baik atau menentang tindakan jahat. Nabi ﷺ berkata, “Semoga Allah mengampuni orang yang berbicara dengan benar dan diberi hadiah, atau yang diam dan tetap aman.” [18] Pidato yang netral, tidak menguntungkan atau merugikan, masih diperbolehkan, tetapi karena alasan spiritual dan moral lebih baik terbiasa membisu.

Diam memiliki efek penting pada hati dan karakter kita, karena kebiasaan bicara yang buruk atau sembrono menghasilkan hati yang tidak murni. Nabi ﷺ berkata, “Iman seorang hamba tidak tegak sampai hatinya tegak, dan hatinya tidak tegak sampai lidahnya tegak.” [19] Hati dan lidah saling terkait, jadi untuk menjaga ucapan kita juga untuk menjaga hati kita. Menjelang akhir ini, belajar untuk tidak hanya mentolerir, tetapi menikmati, keheningan adalah aspek pengembangan karakter positif. Nabi ﷺ berkata kepada Abu Dharr (ra), “Anda harus memiliki karakter yang baik dan mengamati keheningan yang lama ( tuli al-samt ). Oleh orang yang di tangannya adalah jiwa Muhammad, tidak ada yang bisa berperilaku dengan perbuatan yang lebih dicintai oleh Allah selain keduanya. ” [20] Diam juga merupakan sarana untuk membantu kita mengalahkan iblis dan bisikan setan yang datang dalam bentuk pikiran jahat. Nabi ﷺ berkata, “Anda harus mengamati periode hening yang lama, karena itu akan mengusir Setan dan membantu Anda dalam masalah agama Anda.” [21] Dan Abu Sa’eed Al-Khudri (ra) berkata, “Kamu harus diam kecuali dalam kebenaran, karena dengan itu kamu akan mengalahkan Setan.” [22]

Selain itu, perenungan diam adalah tanda orang bijak, dengan Nabi ﷺ sebagai contoh utama. Simak berkata kepada Jabir bin Samrah (ra), “Sudahkah Anda duduk bersama Rasulullah ﷺ?” Jabir berkata, “Ya, dia akan mengamati keheningan untuk waktu yang lama dan sedikit tertawa.” [23] Abu al-Darda ‘(ra) berkata, “Diam adalah bentuk kebijaksanaan, namun sedikit orang yang mempraktikkannya.” Wahb ibn Munabbih berkata, “Para dokter sepakat bahwa kepala kedokteran adalah diet, dan orang bijak setuju bahwa kepala kebijaksanaan adalah diam.” [24] Keheningan seperti ini adalah keterampilan yang harus diperoleh, seperti yang dikatakan Abu al-Dhayyal, “Belajarlah untuk diam.” [25] Mengembangkan bakat dan cinta akan keheningan juga merupakan bagian integral dari peningkatan doa dan tindakan ibadah kita. Sufyan al-Thawri berkata, “Dikatakan bahwa mengamati keheningan yang lama adalah kunci untuk beribadah.” [26] Praktek kita akan perhatian yang sunyi senyap tentu akan mengarah pada peningkatan doa-doa kita dan tindakan ibadah lainnya.

Keheningan berkaitan dengan muraqabah dalam mengamati keheningan dalam pengasingan untuk periode waktu yang teratur memupuk kehadiran , kesadaran tenang pikiran di sini dan sekarang. Abu Bakar al-Farisi ditanya tentang keheningan makhluk terdalam seseorang ( samt al-sirr ) dan dia berkata, “Ini untuk meninggalkan keasyikan dengan masa lalu dan masa depan.” [27] Ketika dalam refleksi diam atau latihan kesadaran, kita punya waktu untuk hanya menjadi hadir di saat ini tanpa khawatir tentang apa yang masa lalu atau masa depan atau di tempat lain dalam penciptaan. Ini adalah kesempatan untuk memelihara kehadiran di hadapan Allah ( al-hudur)), jenis kehadiran yang sama yang harus kita miliki dalam doa ritual. Tentu saja ada waktu yang tepat untuk memikirkan masa lalu atau masa depan — untuk belajar dari kesalahan kita, merencanakan tindakan, menjalani kehidupan sehari-hari, untuk merenungkan nasib kita. Inti pembelajaran untuk hadir dalam keheningan adalah membatasi pikiran kita pada masa lalu atau masa depan hanya pada apa yang perlu dan bermanfaat.

Pengasingan untuk beribadah adalah teman dekat keheningan; mereka berjalan beriringan. Mereka yang membuat kebiasaan menyembah dan mengingat Allah sendirian adalah beberapa yang paling dihargai di akhirat. Nabi ﷺ berkata, “Mereka yang bersunyi-sunyian ( al-mufarridun ) telah berlari maju.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah yang berada di pengasingan?” Nabi berkata, “Mereka adalah pria dan wanita yang sering mengingat Allah.” [28] Al-Munawi menjelaskan hadits ini , dengan mengatakan, “Mereka yang bersunyi adalah mereka yang mencari kesendirian dan mereka menarik diri dari orang-orang untuk menyendiri dan bebas untuk beribadah, seolah-olah seseorang membedakan dirinya untuk berbakti kepada Allah.” [29] Khalwat, dipraktikkan dengan baik, pada akhirnya adalah obat untuk perasaan buruk di hati, seperti yang dikatakan Ibn al-Qayyim, “Di dalam hati ada gangguan yang tidak bisa diperbaiki tetapi dengan menanggapi Allah, di dalamnya ada perasaan sunyi yang tidak bisa dihilangkan tetapi oleh keintiman dengan-Nya dalam kesendirian ( khalwah ). ” [30]

Bayangkan sejenak betapa jauh lebih baik situasi hidup kita jika kita bisa duduk sendirian di kamar kita, puas hanya dengan berada di depan Allah . Tidak perlu untuk smartphone, atau game, atau televisi, atau elektronik, atau kecanduan, atau gangguan. Apakah Anda akan lebih tenang, lebih bahagia, dan lebih puas? Blaise Pascal, teolog dan ilmuwan Prancis, berkomentar,

Saya telah menemukan bahwa semua ketidakbahagiaan manusia timbul dari satu fakta tunggal, bahwa mereka tidak dapat tinggal diam di kamar mereka sendiri. Seorang pria yang memiliki cukup uang untuk hidup, jika dia tahu bagaimana tinggal dengan senang di rumah, tidak akan membiarkannya melayang atau mengepung sebuah kota . [31]

Memang, jika setiap orang cukup disiplin untuk menikmati kehidupan batin tanpa hasrat yang terus-menerus untuk stimulasi eksternal, dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik bagi kita semua.

Karena itu, bagaimana kita dapat belajar untuk menikmati keheningan dan dengan demikian meningkatkan perhatian kita pada Allah dan kondisi batin kita sendiri? Islam memiliki tradisi meditasi yang mendalam, dan mungkin terlupakan, yang dirancang untuk membantu kita melakukannya.

Meditasi dalam Islam


Meditasi didefinisikan sebagai “pemikiran yang terus-menerus atau diperluas, refleksi … kontemplasi religius yang taat atau introspeksi spiritual,” yang berasal dari meditasi Latin (“thinking over”). [32] Sebagai istilah umum, meditasi secara linguistik mengacu pada setiap dan semua kegiatan mental yang disengaja dan terarah. Dalam praktik terapi atau spiritual, berbagai jenis meditasi telah dibuktikan secara ilmiah untuk mencapai perhatian penuh dan kesehatannya yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Encyclopedia of Positive Psychology , “Meditasi, terlepas dari bentuk tertentu, digunakan untuk mengarah pada perhatian pasca-meditasi.” [33] Meditasi dapat dilakukan dengan banyak cara dan untuk banyak tujuan. Bagi sebagian orang, ini hanyalah cara menenangkan relaksasi dan menghilangkan stres, cara memperlambat pikiran mereka. Yang lain bermeditasi dengan secara intens merenungkan sebuah gagasan atau memusatkan perhatian mereka pada Tuhan atau sesuatu yang lain.

Beberapa orang Muslim ragu-ragu atau skeptis tentang kata “meditasi”, karena ada begitu banyak jenis meditasi, beberapa di antaranya secara khusus dikaitkan dengan kepercayaan dan praktik keagamaan yang bertentangan dengan Islam. Akan tetapi, faktanya adalah bahwa para pendahulu kita yang saleh mempraktikkan beberapa bentuk meditasi, dalam pengertian linguistik yang murni, dan melalui meditasi ini mereka mencapai keadaan spiritual yang maju dan meningkatkan tindakan penyembahan, doa, dan ingatan mereka. Kunci untuk menghidupkan kembali praktik-praktik mereka adalah memeriksa dengan cermat bagaimana mereka mengonseptualisasikan meditasi dan untuk meniru praktik-praktik mereka dalam kerangka kredo, ibadah, etika, dan etika Islam. Kita bahkan dapat menggabungkan wawasan modern dari para praktisi psikologi dan perhatian selama kita tetap berpijak pada tradisi Islam,[34]

Doa ritual ( shalat ) di zaman modern telah ditingkatkan dan dibantu oleh peralatan audio, sementara di periode klasik ilmu arsitektur dimanfaatkan untuk meningkatkan dan membantu akustik dari membaca Al-Qur’an. Tidak satu pun dari ini adalah inovasi agama yang patut disalahkan ( bid’ah ) karena mereka tidak melakukan apa pun untuk mengubah keyakinan, ibadah, atau etika Islam. Dengan cara yang sama, wawasan modern tentang perhatian, dan khususnya latihan perhatian, dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk meningkatkan doa dan spiritualitas.

Ibn Al-Qayyim telah memberikan salah satu penjelasan terbaik dan paling ringkas tentang banyak makna “meditasi” dalam Islam. Dia menyatakan bahwa bagian integral dari persiapan kita untuk akhirat adalah dengan “merenungkan ( tafakkur ), mengingat ( tadhakkur ), memeriksa ( nathr ), bermeditasi ( ta’amul ), merenungkan ( i’tibar ), berunding ( tadabbur ), dan merenungkan ( istibsar ). ” Setiap kata-kata ini mewakili nuansa aktivitas mental yang berbeda yang dapat dianggap sebagai bentuk meditasi. Ada banyak tumpang tindih makna di antara mereka semua, tetapi ada perbedaan yang halus juga. Ibn Al-Qayyim melanjutkan:

Ini disebut ‘refleksi’ karena di dalamnya adalah pemanfaatan pemikiran dan pengadaannya selama itu. Itu disebut ‘zikir’ karena itu adalah mengambil pengetahuan yang harus dipertimbangkan setelah teralihkan atau tidak ada darinya … Itu disebut ‘meditasi’ karena itu berulang kali memeriksa berulang-ulang sampai menjadi jelas dan terbuka di hati seseorang. Hal ini disebut ‘pelajaran-karena contemplation’-mengambil satu mengambil pelajaran dari itu untuk menerapkan di tempat lain … itu disebut ‘musyawarah’ karena sedang memeriksa kesimpulan dari hal-hal, ujung dan konsekuensi mereka, dan berunding di mereka . [35]

Semua jenis meditasi Islam ini melibatkan beberapa bentuk mengingat atau kesadaran akan Allah, yang tujuannya adalah untuk memurnikan hati dari perasaan jahat dan pikiran dari pikiran jahat. Setiap jiwa manusia seperti cermin yang dipoles oleh perhatian atau ternoda oleh ketidakpedulian. Al-Ghazali menulis:

Jantung berada dalam posisi cermin yang dikelilingi oleh hal-hal yang berpengaruh dan sifat-sifat ini berlanjut ke jantung. Adapun sifat-sifat terpuji yang telah kami sebutkan, mereka akan memoles cermin hati dan meningkatkannya dalam kecemerlangan, cahaya, dan cahaya sampai kejelasan kebenaran bersinar dari dalamnya dan realitas materi yang dicari dalam agama diungkapkan. [36]

Dengan memupuk zikir dan muraqabah Allah melalui berbagai latihan mental dan aktivitas, kita secara efektif “memoles” hati kita dan mengungkap sifat saleh jiwa ( al-nafs al-rabbaniyyah ), yang merupakan kondisi spiritual murni yang telah Allah ciptakan bagi kita. untuk tinggal. [37] Abu al-Darda (ra) berkata, “Sesungguhnya, segala sesuatu memiliki semir dan semir hati adalah kenangan Allah SWT.” [38] Dan Ibn al-Qayyim menulis,

Hati tercoreng oleh dua hal: ketidak-nyataan (al-ghaflah) dan dosa. Dan itu dipoles oleh dua hal: mencari pengampunan dan mengingat Allah . [39]

Sebagai contoh, merefleksikan berkah Allah adalah tindakan ibadah dan aktivitas mental (meditasi) yang luar biasa yang menghasilkan rasa syukur di hati dan mengeluarkan rasa tidak bersyukur darinya. Umar ibn Abdul Aziz berkata, “Berbicara untuk mengingat Allah SWT itu baik, dan memikirkan berkah Allah adalah tindakan ibadah terbaik.” [40] Memastikan Allah dengan kata-kata lahiriah adalah suatu kebajikan, tentu saja, tetapi memikirkan berkah kita bahkan lebih baik karena itu harus terjadi di dalam hati; kita tidak selalu sepenuhnya sadar akan kata-kata yang kita dengar, bahkan ketika itu adalah kata-kata yang baik.

Selain itu, memikirkan Hereafter dengan cara yang seimbang dan terinformasi harus mengarah pada hasil psikologis positif, kepuasan dengan tempat seseorang di dunia dan penolakan terhadap materialisme. Abu Sulaiman berkata,

Pemikiran atas dunia adalah tabir di akhirat dan hukuman bagi manusia. Memikirkan Hereafter menghasilkan kebijaksanaan dan kehidupan di hati. Siapa pun yang memandang dunia sebagai pelindungnya akan datang untuk menerima delusinya. [41]

Di sisi lain, berpikir tentang dunia dan ketidaksenangannya lebih sering daripada yang diperlukan akan menyebabkan ketidakbahagiaan dan hati yang tidak murni.

Seseorang tidak dapat berpikir tentang Allah dan dunia pada saat yang bersamaan; itu adalah satu atau yang lain. Terlalu banyak pemikiran yang tidak perlu atas dunia melemahkan perhatian kita secara keseluruhan, terutama dengan mengurangi harapan pada Allah yang mendorong kita untuk melakukan perbuatan baik dan rasa takut akan Allah yang memaksa kita untuk menghindari dosa. Al-Nasrabadhi berkata, “Harapan memotivasi Anda untuk melakukan tindakan kepatuhan dan ketakutan menjauhkan Anda dari tindakan ketidakpatuhan, dan muraqabah mengarah ke jalan kebenaran.” [42] Oleh karena itu, kita harus meluangkan waktu untuk merenungkan Allah dan akhirat setiap hari, sebagai sarana untuk meningkatkan perhatian kita akan kehadiran-Nya, rasa terima kasih atas banyak bantuan-Nya, dan untuk mempersiapkan kehidupan yang akan datang.

Membaca Al-Qur’an itu sendiri, yang telah dinamai “Zikir” ( Al-Dzikir ), adalah salah satu bentuk meditasi yang paling kuat dan memuaskan, seperti yang Allah katakan, “Ini adalah Kitab Suci yang diberkati, yang telah kami kirimkan ke Anda, sehingga orang-orang dapat memikirkan pesan-pesannya dan orang-orang yang paham memperhatikan. ” [43]

Al-Ghazali merekomendasikan bagi kita untuk terlibat dalam empat praktik spiritual harian yang berbeda ( al-watha’if al-arba’ah ): permohonan ( dua ‘ ), zikir ( dzikir ), pembacaan Alquran ( qira’at ), dan perenungan ( fikr ). [44] Berbagai tindakan ibadah ini akan mencegah seorang penyembah menjadi terlalu bosan dengan tindakan tunggal, sementara juga memelihara hati dan pikiran dengan cara yang berbeda dan saling melengkapi. Sama seperti diet seimbang bergantung pada kelompok makanan yang berbeda untuk nutrisi, kehidupan spiritual yang seimbang tergantung pada berbagai tindakan ibadah dan meditasi untuk mendapatkan makanan lengkap.

Salah satu praktik spiritual yang dijelaskan oleh Al-Ghazali sangat mirip dengan praktik mindfulness modern tetapi dalam pandangan dunia teologis Islam. Baginya, itu hanyalah bentuk zikir lainnya . Penyembah harus duduk dalam pengasingan, mengosongkan hati mereka dari semua masalah, dan “tidak mencerai-beraikan pikirannya dengan pembacaan Al-Qur’an, atau merenungkan penjelasannya, atau dengan buku-buku hadits , atau apa pun; melainkan, ia berusaha untuk tidak berpikir memasuki pikirannya selain Allah Ta’ala. ” Penyembah melakukannya untuk menanamkan “kehadiran hati” sampai “hatinya rajin mengingat.” Akibatnya, Al-Ghazali melanjutkan:

Jika niatnya benar, kekhawatirannya teratur, dan ketekunannya ditingkatkan, maka ia tidak akan tertarik pada keinginan basisnya dan tidak akan disibukkan dengan pikiran-pikiran kosong yang terkait dengan dunia. Realitas Kebenaran akan bersinar di dalam hatinya . [45]

Setiap bentuk meditasi Islam memiliki tempat dan fungsinya, dan seringkali mereka tumpang tindih dan menyatu. Untuk tujuan mencapai kesadaran diri yang penuh perhatian, seperti yang dibahas, kami tertarik pada tindakan ta’amul ke dalam , untuk terus memeriksa dan mengamati kehidupan batin kita dalam pengasingan yang sunyi sampai realitas keadaan mental dan emosional kita (“kerangka kerja konseptual” ) menjadi jelas bagi kami. Ini adalah teknik khusus untuk menumbuhkan kesadaran akan keadaan batin kita, untuk memerhatikan pikiran kita meluap ke permukaan pada saat permulaannya daripada dibawa pergi dengan pemikiran sebelum kita bahkan tahu apa yang terjadi.

Untuk menjadi lebih sadar akan apa yang terjadi dalam diri kita, kita perlu memahami bagaimana pikiran kita berkembang melalui tahapan menjadi tindakan. Menurut Al-Suyuti, tahap pertama dari pemikiran adalah al-hajis , pemikiran yang tiba-tiba dan cepat yang datang dan pergi sebelum orang dapat mempertimbangkannya. Kita bahkan mungkin tidak memperhatikannya sama sekali. Tahap kedua adalah al-khatir , pemikiran yang kami berikan perhatian dan pertimbangan. Pada tahap ini kita memiliki pilihan untuk melanjutkan alur pemikiran ini atau mengabaikannya. Tahap ketiga adalah hadits al-nafs , dialog batin kita atau “berbicara tentang diri” ketika kita mengejar pemikiran dan secara serius mempertimbangkan untuk bertindak atasnya. Tahapan terakhir adalah al-ham dan al-‘azm, keputusan dan tekad untuk mewujudkan pemikiran tersebut. [46] Tentu saja, ketika pikiran baik, kita bisa dan harus mengejarnya. Masalahnya datang dari pikiran buruk. Bagaimana kita belajar untuk mengabaikannya, terutama ketika mereka merasa begitu kuat dan luar biasa?

Latihan mindfulness dalam konteks ini bukan tentang menekan pikiran, tetapi lebih pada menyadarinya dan belajar untuk membiarkannya berlalu. Ketika kita menjadi lebih sadar akan pikiran kita, kita mulai merasakan jarak antara diri kita dan pikiran kita. Kita melepaskan dan menyangkal diri kita dari pikiran kita; pikiran kita yang tidak disengaja hanyalah “kejadian” ( hadath ) dan tidak selalu mencerminkan siapa kita. Pikiran awal ( al-haji ) dapat berasal tanpa sadar dari diri, seperti yang Allah katakan, “Kami menciptakan manusia — Kami tahu apa yang dibisikkan oleh jiwanya kepadanya.” [47] Pikiran juga berasal dari sumber eksternal, bisikan ( al-waswasah ) dari setan atau malaikat. Nabi ﷺ berkata:

Sesungguhnya, Setan memiliki pengaruh dengan putra Adam dan malaikat memiliki pengaruh. Adapun pengaruh Setan, ia menjanjikan kejahatan dan menyangkal kebenaran. Adapun pengaruh malaikat, ia menjanjikan kebaikan dan menegaskan kebenaran. Siapa pun yang menemukan kebaikan ini, beri tahu dia bahwa itu dari Allah dan biarkan dia memuji Allah. Siapa pun yang menemukan sesuatu yang lain, biarkan dia mencari perlindungan kepada Allah dari Setan yang terkutuk . [48]

Kemudian Nabi ﷺ membacakan ayat tersebut, “Setan mengancam Anda dengan kemungkinan kemiskinan dan memerintahkan Anda untuk melakukan perbuatan jahat; Tuhan menjanjikan Anda pengampunan dan kelimpahan-Nya. ” [49] Tidak peduli dari mana pikiran berasal, tanpa sadar dari diri bawah sadar atau eksternal dari saran malaikat atau setan, perhatian mengajarkan kita untuk lebih memahami zona antara kita dan pikiran saat terjadi dan sebelum mereka berkembang menjadi pikiran sadar dan sukarela.

Kami bukan orang jahat karena memiliki pikiran buruk; kita semua memiliki pikiran buruk, betapapun benarnya kita. Berbahaya dan kontraproduktif membebani diri kita sendiri dengan rasa bersalah karena kita mengalami pikiran buruk. Nabi ﷺ berkata, “Sesungguhnya, Allah telah mengampuni bangsa saya karena pikiran buruk mereka di dalam diri mereka selama mereka tidak berbicara tentang mereka atau bertindak atas mereka.” [50] Kita hanya bertanggung jawab atas pikiran kita jika kita secara sadar memilih untuk menindakinya. Dengan melatih diri kita untuk menjadi lebih sadar akan pikiran, ini memberi kita ruang antara diri kita dan pikiran kita sehingga kita punya waktu untuk bereaksi dengan benar, mengabaikan apa yang buruk dan mengejar apa yang baik.

Pertimbangkan pemikiran buruk dari Setan atau ego Anda seolah-olah mereka adalah anjing yang pada akhirnya berada di bawah kendali Allah. Ibn Taymiyyah berkata, “Jika anjing gembala membuatmu kesal, jangan sibuk sendiri berperang dan bertahan melawannya. Anda harus memohon kepada gembala untuk mengarahkan anjing menjauh dari Anda. ” [51] Jangan mencoba melawan pikiran jahat dengan melibatkannya atau mencoba menekannya. Alih-alih, kembalikan perhatian Anda ke perhatian dan ingatan, seperti yang Allah katakan, “Jika Setan mendorong Anda untuk melakukan sesuatu, berlindunglah kepada Tuhan.” [52] Inilah sebabnya mengapa mengerahkan upaya besar untuk menekan pikiran buruk — dan karenanya memberi lebih banyak perhatian daripada yang pantas — sering kali malah menjadi bumerang dan memperburuk keadaan. Kita akhirnya berbicara kepada diri kita sendiri tentang pikiran jahat (“Aku sangat buruk karena memikirkan itu!” “Aku seharusnya tidak berpikir seperti itu!”) Yang kemudian memberi makan kembali ke dalamnya dan memberinya oksigen untuk membuatnya tetap hidup.

Untuk sudut pandang lain, pertimbangkan pikiran Anda seolah-olah itu adalah kolam yang tenang dan pikiran Anda adalah riak dan gelombang di kolam ini. Kami memupuk perhatian dengan menyadari riak-riak dan belajar untuk mengabaikannya atau melibatkan mereka sesuka hati. Pikiran buruk seperti riak di kolam. Jika Anda menyentuhnya, atau mengaktifkannya, itu hanya membuat ombak lebih kuat. Anda tidak bisa mengalahkan ombak dengan klub; Anda harus belajar membiarkannya melayang. Melalui latihan mindfulness diam, kita membiarkan gelombang dan riak menghilang begitu saja. Perhatikan mereka, akui mereka, dan biarkan mereka lewat begitu saja saat Anda mengarahkan diri kembali ke muraqabah dengan Allah. Singkatnya, ini adalah latihan latihan perhatian.

Latihan mindfulness bukan tentang mengalami ekstasi spiritual, meskipun kadang-kadang praktik tersebut mengarah pada perasaan yang menyenangkan. Banyak orang berusaha bermeditasi atau melakukan praktik perhatian hanya karena mereka ingin merasakan spiritual yang tinggi, tetapi perasaan itu bukanlah intinya. Ini tentang latihan — pelatihan ( riyadah ) —dengan cara yang sama kita melatih tubuh kita; kadang-kadang olahraga terasa enak, bonus tambahan pasti, tetapi tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan kesehatan dan kekuatan. Demikian pula, latihan perhatian adalah sarana untuk mengumpulkan kekuatan mental dan, dalam hubungannya dengan kerangka kerja Islam, kekuatan spiritual.

Latihan mindfulness juga bukan tentang menggantikan tindakan ibadah utama kita yang teratur. Di antara manfaat lainnya, itu berfungsi sebagai jenis persiapan untuk tindakan ibadah utama, mirip dengan bagaimana beberapa Muslim mempersiapkan Ramadhan dengan makan lebih sedikit pada hari-hari non-puasa. [53] Pikirkan latihan kesadaran seperti latihan basket dan doa ritual ( shalat ) seperti pertandingan basket; kami memperkuat muraqabah kami melalui latihan dan latihan sehingga ketika kami menerapkan muraqabah dalam tindakan, dalam shalat , kami berada dalam kondisi mental dan spiritual terbaik. The shalat adalah kinerja, latihan kesadaran adalah latihan.

Pada bagian berikut, kami menyajikan cara mudah untuk melatih latihan perhatian harian dalam konteks Islam. Yang pasti, tidak ada metode yang ditentukan khusus latihan kesadaran dalam Islam seperti ada untuk doa ritual harian. Latihan ini adalah kegiatan sukarela yang melengkapi tindakan ibadah wajib, meskipun menggabungkan tindakan ibadah termasuk zikir ( dzikir ) dan doa ( doa ‘). Praktisi biasa akan menemukan bahwa mereka dapat membangun berdasarkan latihan mereka, untuk beradaptasi dan menyesuaikannya dengan preferensi khusus mereka, dengan cara yang sama individu dapat menggunakan prinsip kebugaran umum untuk merancang rutinitas pribadi mereka sendiri di gym. Setiap jiwa dan situasi manusia berbeda — tidak ada satu cara yang cocok untuk melakukan latihan perhatian — sehingga setiap orang harus menemukan yang terbaik untuk mereka.

Latihan Mindfulness dalam Islam
Untuk memulai, pilih waktu di mana Anda bisa berada di tempat yang sepi sendirian. Beberapa Muslim lebih suka waktu sebelum sholat subuh ( fajar) atau doa lain, sebelum atau setelah bekerja, saat istirahat makan siang, atau bahkan sebelum tidur. Latihan cepat sebelum berdoa sangat bermanfaat sebagai persiapan mental untuk berdoa. Adalah baik untuk memilih waktu reguler untuk latihan sehari-hari, tetapi itu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan jadwal Anda. Ini juga dapat dilakukan selama yang Anda inginkan, satu jam atau bahkan lima menit sehari. Pemula yang ingin memajukan latihan mereka harus berkomitmen setidaknya lima menit setiap hari, untuk memantapkannya sebagai kebiasaan jangka panjang, dan secara bertahap meningkatkannya dari waktu ke waktu sesuai keinginan mereka. Ketika Anda mulai melihat efek positif kumulatif dari latihan, dan belajar untuk menikmati keheningan dan keheningan dan hanya hadir, Anda mungkin akhirnya ingin melakukan latihan lebih lama.

Selanjutnya, pilih postur yang Anda rasa nyaman. Anda dapat duduk di kursi, di atas bantal yang nyaman, atau bahkan berbaring miring atau berbaring di tempat tidur, ketika Allah memuji orang-orang yang “mengingat Tuhan yang berdiri, duduk, dan berbaring.” [54] Tujuannya adalah menemukan postur yang rileks dan nyaman, tetapi tidak terlalu rileks sehingga Anda akan tertidur. Sebagai catatan tambahan, kenangan meditatif tentang Allah dalam konteks lain — ketika berbaring untuk tidur — dapat membantu memudahkan kita tidur. Ibn Al-Qayyim menulis, “Nabi sleep akan tidur ketika dibenarkan, di sebelah kanannya dan mengingat Allah sampai tidur menyalip matanya.” [55]

Sekarang, mulailah dengan memfokuskan kesadaran pada pernapasan alami Anda. Secara progresif rilekskan ketegangan otot ke seluruh tubuh Anda: lengan Anda, kaki Anda, inti Anda, rahang Anda. Anda bisa menutup mata atau menurunkannya. Saat Anda mulai dengan pernapasan santai, rasakan perasaan hati dan pikiran Anda pada saat ini. Apa yang sedang kamu rasakan? Apa yang kamu pikirkan? Apakah pikiran Anda berpacu atau tenang? Cobalah untuk menenangkan pikiran Anda dengan membawa kesadaran pada pernapasan alami dan santai Anda, cukup rasakan kehidupan dan energi yang Allah berikan kepada Anda di seluruh tubuh Anda. Rasakan rasa terima kasih yang mendalam kepada Allah atas napas, hidup, dan keberadaan Anda pada saat ini.

Ketika Anda diam di ruang batin Anda, mulailah merasakan perasaan muraqabah dengan Allah. Ketahuilah dan rasakan bahwa Dia memperhatikanmu, “Dia bersamamu di mana pun kamu berada.” [56] Dia tahu semua yang terjadi di dalam diri Anda saat ini dan setiap saat. Fokuslah pada perasaan muraqabah dalam kondisi keheningan batin ini ( samt al-sirr ). Cobalah untuk berhenti berbicara kepada diri sendiri ( hadits al-nafs ) atau mengejar pemikiran. Bungkam dialog batin Anda sebanyak yang Anda bisa dan hanya fokus hadir dengan Allah pada saat itu.

Ketika pikiran Anda mulai mengembara — dan itu pasti akan — Anda ingin mengembalikan kesadaran Anda ke pusat keberadaan Anda, dan ke hadirat Anda pada saat ini di hadapan Allah, dengan dengan tenang melantunkan ingatan akan Allah. Nabi ﷺ akan menggunakan permohonan untuk membawanya kembali ke kondisi muraqabah jika dia terganggu. Nabi ﷺ berkata, “Sesungguhnya, kadang-kadang ada kabut di hatiku, jadi aku mencari pengampunan dari Allah seratus kali dalam sehari.” [57] Al-Nawawi menjelaskan hadits ini , dengan mengatakan, “Dikatakan bahwa itu berarti ia memiliki periode tidak memperhatikan dan tidak sadar akan ingatan Allah, yang merupakan keadaan normalnya. Ketika dia memiliki periode tidak diperhatikan, dia akan menganggap itu sebagai dosa dan mencari pengampunan untuk itu. ” [58] Bahkan Nabi ﷺ kadang-kadang akan mengalami periode pelupa yang singkat, sehingga ia akan mencari pengampunan dari Allah (ia akan mengatakan ” astaghfirullah “) sebagai cara untuk membawa dirinya kembali ke keadaan muraqabah . Jika itu kondisinya, maka berapa banyak lagi yang bisa kita harapkan dari pikiran kita sendiri untuk berkeliaran?

Dalam latihan ini, permohonan atau ingatan bertindak sebagai “jangkar” untuk muraqabah Anda . Jangkar adalah ungkapan yang Anda ucapkan di dalam hati ketika pikiran Anda mengembara, yang membantu membawa pikiran Anda kembali ke pusat keberadaan dan kesadaran. Ini tidak selalu merupakan objek konsentrasi yang sangat terfokus, diulang berulang-ulang. Alih-alih, ini adalah frasa yang menenangkan bahwa pikiran Anda akan dikaitkan dengan keadaan muraqabah , baik di dalam maupun di luar latihan. Yang terbaik adalah memilih jangkar dari salah satu dari banyak permohonan otentik dalam Sunnah , “Dua kata dicintai oleh Yang Maha Penyayang, ringan di lidah tetapi berat dalam skala: Kemuliaan dan pujian kepada Allah ( subhan Allahi wa bi hamdih ) , dan kemuliaan bagi Allah SWT (subhan Allahi al-‘Athim ). ” [59] Dan lagi, “Zikir terbaik adalah menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah ( la ilhaha illa Allah ), dan permohonan terbaik adalah menyatakan semua pujian adalah karena Allah ( al-hamdulillah ).” [60] Mencari pengampunan Allah ( al-istighfar ) adalah salah satu jangkar Nabi, jadi tidak ada yang lebih baik. Jangkar Anda juga bisa menjadi salah satu dari nama-nama indah Allah yang membangkitkan ingatan dan kesadaran di hati Anda, atau Anda bisa menggunakan semua kombinasi di atas.

Ketika Anda hadir di saat ini di hadapan Allah, pikiran akan berkeliaran lagi dan lagi menjadi ketidakpedulian dan gangguan karena pikiran yang muncul. Tidak apa-apa, tidak ada yang salah dengan itu; sebenarnya, itu sangat normal. Tetapi setiap kali Anda menggunakan jangkar Anda (zikir atau permohonan) untuk kembali ke keadaan muraqabah , itu seperti melakukan push-up mental atau sit-up. Melalui latihan yang berkelanjutan, Anda akan memperkuat otot mental dan spiritual Anda. Jangan menyalahkan atau mengecam diri sendiri ketika pikiran Anda mengembara, bawa saja kembali dengan tenang ke kesadaran dengan jangkar Anda. Ini adalah tindakan ta’amul , berulang kali membawa diri Anda kembali ke keadaan muraqabah, with Allah and with your inner self, until it becomes a natural and comfortable habit to be in this state.

Sometimes our minds race and race during the exercise, wandering off again and again until we feel that we have not achieved anything from our exercise. That would be a mistaken notion. The best mindfulness exercise session is the one you completed, period. No matter how long your mind spent in unmindfulness, every time you brought it back to muraqabah it became stronger and stronger. And every time you mentioned the name of Allah inside you or silently nurtured gratitude for His giving you life and energy and breath, it was written down by angels in the record of your good deeds and it polished away some of the rusted spots over your heart.

Fruits of Mindfulness Exercise
Jika Anda menjadikan praktik sederhana ini sebagai kebiasaan biasa, Anda akan melihat hasil positif yang menumpuk dari waktu ke waktu. Anda akan memperhatikan bahwa memiliki kehadiran dalam doa menjadi lebih mudah dan lebih alami daripada sebelumnya. Anda akan dapat menghilangkan stres dengan lebih baik dan mendapatkan relaksasi yang menenangkan, lebih memfokuskan perhatian Anda saat dibutuhkan, memiliki waktu yang lebih mudah dalam menghadapi saat-saat sulit dalam hidup, dan mengalami lebih banyak belas kasih dengan orang lain. Jangkar Anda (zikir atau permohonan) dalam latihan dapat digunakan kapan saja untuk membawa Anda kembali ke keadaan muraqabah , di mana pun Anda berada dan apa pun yang Anda lakukan. Tentu saja, sementara latihan latihan perhatian menjadi menyenangkan, kita seharusnya tidak pernah menekankannya pada pengabaian terhadap tindakan ibadah lainnya yang sangat baik seperti sholat sukarela, puasa, atau membaca Alquran.

Salah satu hasil terpenting dari praktik tersebut adalah berada dalam cara kita memperoleh kendali atas pikiran dan emosi kita. Ketika kita memperhatikan pikiran muncul pada permulaannya selama latihan kita, di lain waktu kita akan lebih mudah memperhatikan pikiran buruk ketika mereka muncul. Ini memberi kita ruang waktu untuk bereaksi terhadap mereka sebelum kita mulai mengikuti jalan pikiran yang buruk dan bertindak tanpa sadar apa yang terjadi. Kita sekarang dapat memandang pikiran-pikiran buruk sebagai riak-riak di kolam, terikat untuk menghilang selama kita menyadarinya ketika mereka meluap dari pikiran bawah sadar (atau dari Setan) dan membiarkannya berlalu tanpa melibatkan mereka atau berbicara kepada diri kita sendiri tentang mereka. Ketika kita memiliki pikiran yang baik, kita akan lebih cepat memperhatikannya dan karenanya memelihara mereka seperti yang kita inginkan. Kami tidak ingin melepaskan diri dari pikiran sama sekali, seperti yang diajarkan oleh beberapa praktisi perhatian,

Mekanisme serupa juga berlaku untuk perasaan dan emosi. Ketika kita terbiasa memperhatikan perubahan internal yang halus, kita menjadi lebih sadar akan jarak antara perasaan dan reaksi terhadapnya. Sebagai contoh, Nabi ﷺ berkata, “Jangan marah.” [61] Tetapi kita semua pasti merasa marah dan memiliki pikiran yang marah pada beberapa titik. Seperti yang dijelaskan Ibnu Hajar, para ulama mengatakan bahwa makna hadis adalah “untuk menghindari penyebab kemarahan dan jangan memaparkan diri Anda pada apa yang menghasutnya … jangan bertindak atas apa yang diperintahkan kemarahan kepada Anda.” [62] Ketika kita menjadi lebih sadar akan perasaan kita, kita menjadi lebih sadar akan pemicu negatif kita untuk menghindarinya, serta menempatkan zona penyangga antara kita dan perasaan kita yang memberi kita waktu untuk bereaksi dengan cara yang benar, seperti mengingat untuk berlindung pada Allah ketika marah bukannya secara refleks meneriaki orang lain atau melakukan sesuatu yang terburu-buru yang akan kita sesali nanti.

Lebih jauh, kita pasti akan mengalami keinginan dan dorongan untuk melakukan dosa. Ini adalah bagian dari cobaan hidup. Ketika kita menumbuhkan muraqabah , kita dapat menyadari keinginan seperti itu ketika mereka mulai berkecambah. Kita bisa mengakuinya tanpa rasa bersalah; mereka alami dan tidak dapat dihindari. Memiliki keinginan buruk tidak membuat kita menjadi orang jahat. Tetapi semakin kita memperhatikan keadaan batin kita, semakin baik kita melepaskan diri dari hasrat kita yang lebih rendah dan sebaliknya bertindak berdasarkan hasrat kita yang saleh dan lebih tinggi. Kebiasaan merujuk kembali ke jangkar kita (zikir atau permohonan) memberi kita cukup ruang bernafas untuk dengan percaya diri mengatakan “tidak” pada saran jahat diri atau iblis.

Kesimpulan


Perhatian penuh dalam Islam ( al-muraqabah ) adalah kondisi sadar dari kesadaran komprehensif Allah dan kondisi batin kita dalam hubungannya dengan-Nya. Dalam bentuknya yang lengkap, ini adalah kondisi spiritual tertinggi yang bisa dicapai — realisasi sempurna dari keunggulan dalam keimanan ( al-ihsan ). Ilmu pengetahuan modern telah menunjukkan kemanjuran latihan kesadaran dalam memperoleh sejumlah manfaat kesehatan dan kesejahteraan, bahkan dalam konteks non-religius. Wawasan ini dapat disintesis secara kritis dengan konsep meditasi tradisional Islam untuk menghasilkan teknik kontemporer praktis yang menumbuhkan perhatian Islam, meningkatkan ibadah, dan memperkaya kualitas hidup kita.
Keberhasilan datang dari Allah, dan Allah paling tahu apa yang terbaik bagi kita.#

Cara Membangun kepercayaan diri

Kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari seperti rangkaian aturan atau prosedur, kepercayaan diri adalah kondisi pikiran. Pemikiran positif , latihan, pelatihan, pengetahuan, dan berbicara dengan orang lain adalah cara yang berguna untuk membantu meningkatkan atau membangun kepercayaan diri Anda.

Keyakinan umumnya hadir dari perasaan kesejahteraan, penerimaan tubuh dan pikiran Anda (harga diri Anda) dan kepercayaan pada kemampuan, keterampilan, dan pengalaman Anda sendiri. Keyakinan adalah atribut yang ingin dimiliki kebanyakan orang.

Apa itu Percaya Diri?
Kepercayaan diri adalah suatu keyakinan yang bersifat pribadi yang dimiliki oleh masing masing pribadi yang berbeda.

Keyakinan, sebagian adalah hasil dari bagaimana kita dibesarkan dan bagaimana kita telah diajarkan. Kita belajar dari orang lain bagaimana berpikir tentang diri kita sendiri dan bagaimana berperilaku – pelajaran ini memengaruhi apa yang kita yakini tentang diri kita sendiri dan orang lain. Keyakinan juga merupakan hasil dari pengalaman kita dan bagaimana kita belajar untuk bereaksi terhadap situasi yang berbeda.

Kepercayaan diri bukanlah hal statis. Keyakinan kita untuk melakukan peran dan tugas serta menghadapi situasi dapat meningkat dan juga dapat menurun.

Kepercayaan diri yang rendah dapat merupakan hasil dari banyak faktor termasuk: ketakutan akan hal yang tidak diketahui, kritik, tidak bahagia dengan penampilan pribadi (harga diri), merasa tidak siap, manajemen waktu yang buruk, kurangnya pengetahuan dan kegagalan sebelumnya. Seringkali ketika kita kurang percaya diri pada diri sendiri, itu karena apa yang kita yakini orang lain pikirkan tentang kita. Mungkin orang lain akan menertawakan kita atau mengeluh atau mengolok-olok jika kita melakukan kesalahan. Berpikir seperti ini dapat mencegah kita melakukan hal-hal yang kita inginkan atau perlu lakukan karena kita percaya bahwa konsekuensinya terlalu menyakitkan atau memalukan.

Terlalu percaya diri bisa menjadi masalah jika itu membuat Anda percaya bahwa Anda bisa melakukan apa saja – bahkan jika Anda tidak memiliki keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukannya dengan baik. Dalam situasi seperti itu, terlalu percaya diri dapat menyebabkan kegagalan. Menjadi terlalu percaya diri juga berarti Anda lebih cenderung menganggap orang lain sombong atau egois. Orang-orang jauh lebih mungkin menikmati kegagalan Anda jika Anda dianggap sombong.


Keyakinan dan harga diri bukanlah hal yang sama , meskipun mereka sering dikaitkan. Keyakinan adalah istilah yang kita gunakan untuk menggambarkan perasaan kita tentang kemampuan kita untuk melakukan peran, fungsi, dan tugas. Harga diri adalah bagaimana perasaan kita tentang diri kita sendiri, cara kita memandang, cara kita berpikir – apakah kita merasa berharga. Orang-orang dengan harga diri rendah seringkali juga menderita dari kepercayaan diri yang rendah, tetapi orang-orang dengan harga diri yang baik juga dapat memiliki kepercayaan diri yang rendah. Sangat mungkin bagi orang-orang dengan harga diri rendah untuk menjadi sangat percaya diri di beberapa bidang.

Apa itu Harga Diri? .
Melakukan peran atau menyelesaikan tugas dengan percaya diri bukan berarti tidak membuat kesalahan. Kesalahan tidak bisa dihindari, terutama ketika melakukan sesuatu yang baru. Keyakinan termasuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kesalahan terungkap dan karena itu juga tentang pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Cara untuk Meningkatkan Keyakinan
Ada dua sisi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk merasa lebih percaya diri pada diri sendiri dan kemampuan Anda, ada baiknya juga mempertimbangkan bagaimana Anda bisa tampil lebih percaya diri kepada orang lain. Daftar berikut adalah metode tentang cara mencapai hal ini.

Perencanaan dan Persiapan
Orang sering merasa kurang percaya diri tentang situasi baru atau yang berpotensi sulit. Mungkin faktor yang paling penting dalam mengembangkan kepercayaan adalah perencanaan dan persiapan untuk hal-hal yang tidak diketahui.

Jika Anda melamar pekerjaan baru, misalnya, akan lebih baik untuk mempersiapkan wawancara. Rencanakan apa yang ingin Anda katakan dan pikirkan beberapa pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan. Latih jawaban Anda dengan teman atau kolega dan dapatkan umpan balik mereka.

Ada banyak contoh perencanaan untuk wawancara. Mungkin Anda harus mengunjungi penata rambut sebelum pergi. Bagaimana Anda akan melakukan perjalanan ke wawancara dan berapa lama perjalanan akan berlangsung? Apa yang harus kamu kenakan? Kendalikan situasi yang tidak diketahui sebaik mungkin, memecah tugas menjadi sub-tugas yang lebih kecil dan merencanakan sebanyak yang Anda bisa.

Dalam beberapa situasi mungkin perlu juga memiliki rencana darurat – rencana cadangan jika rencana utama Anda gagal. Jika Anda telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke wawancara Anda dengan mobil tetapi pada pagi hari mobil tidak akan mulai bagaimana Anda sampai di sana? Mampu bereaksi dengan tenang terhadap hal yang tak terduga adalah tanda kepercayaan diri.

Belajar, Pengetahuan dan Pelatihan

Belajar dan meneliti dapat membantu kita merasa lebih percaya diri tentang kemampuan kita menangani situasi, peran, dan tugas.

Mengetahui apa yang diharapkan dan bagaimana dan mengapa hal-hal dilakukan akan menambah kesadaran Anda dan biasanya membuat Anda merasa lebih siap dan akhirnya lebih percaya diri.

Namun, belajar dan mendapatkan pengetahuan kadang-kadang dapat membuat kita merasa kurang percaya diri tentang kemampuan kita untuk melakukan peran dan tugas, dan ketika ini terjadi kita perlu menggabungkan pengetahuan kita dengan pengalaman. Dengan melakukan sesuatu, kami telah belajar banyak tentang kami menerapkan teori yang mengembangkan kepercayaan diri dan menambah pembelajaran dan pemahaman.

Calon orang tua pertama kali mungkin merasa gugup dan kurang percaya diri tentang memiliki bayi. Mereka cenderung membeli buku atau mengunjungi situs web yang dapat menawarkan saran dan menghilangkan beberapa misteri. Mereka juga cenderung berbicara dengan orang tua lain untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman.

Di tempat kerja, pelatihan dapat diberikan bagi staf untuk mengajari mereka cara mengelola atau bekerja dengan sistem dan prosedur baru. Selama periode perubahan organisasi ini sangat penting karena banyak orang secara alami akan menolak perubahan. Namun, jika mereka yang terkena dampak perubahan diberi informasi dan pelatihan yang memadai maka resistensi semacam itu biasanya dapat diminimalkan karena staf merasa lebih siap dan karenanya lebih percaya diri dengan sistem baru.

Pikiran Positif
Pikiran positif bisa menjadi cara yang sangat ampuh untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Jika Anda percaya bahwa Anda dapat mencapai sesuatu maka Anda cenderung bekerja keras untuk memastikan Anda melakukannya jika, bagaimanapun, Anda tidak percaya bahwa Anda dapat menyelesaikan tugas maka Anda lebih mungkin untuk mendekatinya dengan setengah hati dan oleh karena itu lebih kemungkinan gagal. Caranya adalah meyakinkan diri sendiri bahwa Anda dapat melakukan sesuatu – dengan bantuan, dukungan, kesiapan, dan pengetahuan yang tepat.

Optimisme adalah keyakinan yang mengarah pada pencapaian. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa harapan dan kepercayaan diri.

Ada banyak informasi tentang pemikiran positif baik online maupun cetak. Aturan dasar berpikir positif adalah untuk menyoroti kekuatan dan kesuksesan Anda dan belajar dari kelemahan dan kesalahan Anda. Ini jauh lebih mudah daripada kedengarannya, dan kita sering memikirkan hal-hal yang tidak kita sukai dari masa lalu kita – membuat mereka menjadi masalah yang lebih besar dari yang seharusnya. Pikiran negatif ini bisa sangat merusak kepercayaan diri dan kemampuan Anda untuk mencapai tujuan.

Coba rekondisi cara Anda berpikir tentang hidup Anda:

Ketahui kekuatan dan kelemahan Anda. Tulislah daftar hal-hal yang Anda kuasai dan hal-hal yang Anda tahu perlu ditingkatkan. Diskusikan daftar Anda dengan teman dan keluarga karena, mau tidak mau, mereka akan dapat menambahkan ke daftar. Rayakan dan kembangkan kekuatan Anda dan temukan cara untuk meningkatkan atau mengelola kelemahan Anda.

Kita semua membuat kesalahan. Jangan menganggap kesalahan Anda sebagai hal negatif melainkan sebagai kesempatan belajar.

Terima pujian dan puji diri sendiri. Ketika Anda menerima pujian dari orang lain, ucapkan terima kasih dan tanyakan lebih detail; apa sebenarnya yang mereka sukai? Kenali prestasi Anda sendiri dan rayakan dengan menghargai diri sendiri.

Gunakan kritik sebagai pengalaman belajar . Setiap orang melihat dunia secara berbeda, dari sudut pandang mereka sendiri, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berlaku untuk orang lain. Kritik hanyalah pendapat orang lain. Bersikaplah asertif saat menerima kritik, jangan membalas dengan cara defensif atau biarkan kritik menurunkan harga diri Anda. Dengarkan kritik dan pastikan Anda memahami apa yang dikatakan sehingga Anda dapat menggunakan kritik sebagai cara untuk belajar dan meningkatkan.

Usahakan untuk tetap ceria dan memiliki pandangan hidup yang positif. Hanya mengeluh atau mengkritik bila perlu dan, ketika Anda melakukannya, lakukan dengan cara yang konstruktif. Berikan pujian kepada orang lain dan beri selamat atas keberhasilan mereka.

Keyakinan itu menular. Begitu juga kurangnya kepercayaan diri.

Umumnya orang tertarik pada orang yang percaya diri – kepercayaan adalah salah satu ciri utama karisma.

Pengalaman
Ketika kami berhasil menyelesaikan tugas dan tujuan, kepercayaan kami bahwa kami dapat menyelesaikan tugas yang sama dan serupa lagi meningkat.

Contoh sederhana dari ini adalah mengendarai mobil. Kebanyakan orang yang telah mengemudi untuk beberapa waktu melakukannya hampir secara otomatis – mereka tidak harus memikirkan tentang menjajakan yang mendorong atau bagaimana menangani persimpangan di jalan, mereka hanya melakukannya. Ini kontras dengan pengemudi pelajar yang mungkin akan merasa gugup dan harus berkonsentrasi keras. Pelajar kurang memiliki pengalaman dan karena itu percaya diri dalam kemampuan mereka untuk mengemudi.

Namun, mendapatkan pengalaman dan mengambil langkah pertama bisa sangat sulit. Seringkali pemikiran untuk memulai sesuatu yang baru lebih buruk daripada benar-benar melakukannya. Di sinilah persiapan, pembelajaran dan berpikir secara positif dapat membantu.

Hancurkan peran dan tugas menjadi beberapa tujuan kecil yang bisa dicapai. Jadikan masing-masing tujuan Anda sesuai dengan kriteria SMART. Yaitu untuk membuat tujuan spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan berjangka waktu. Halaman kami Menetapkan Tujuan Pribadi menjelaskan ini secara lebih rinci.

Apa pun yang Anda lakukan, bertujuan untuk menjadi sebaik yang Anda bisa. Semakin baik Anda melakukan sesuatu, semakin Anda menjadi percaya diri.

Bersikaplah Asertif
Bersikap tegas berarti membela apa yang Anda yakini dan berpegang teguh pada prinsip Anda.

Bersikap tegas juga berarti bahwa Anda dapat mengubah pikiran Anda jika Anda percaya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, bukan karena Anda berada di bawah tekanan dari orang lain.

Ketegasan, kepercayaan diri dan harga diri semuanya sangat terkait erat – biasanya orang menjadi lebih asertif saat mereka mengembangkan kepercayaan diri mereka.

Lihat bagian Ketegasan dan halaman Teknik Ketegasan untuk informasi lebih lanjut.

Tetap tenang
Biasanya ada korelasi antara kepercayaan dan ketenangan.

Jika Anda merasa yakin tentang suatu tugas maka kemungkinan Anda akan merasa tenang untuk melakukannya. Ketika Anda merasa kurang percaya diri, Anda cenderung stres atau gugup.

Berusaha tetap tenang, bahkan ketika Anda sedang stres dan tertekan, akan cenderung membuat Anda merasa lebih percaya diri.

Untuk melakukan ini, penting untuk mempelajari cara bersantai. Pelajari setidaknya satu teknik relaksasi yang bekerja untuk Anda dan yang dapat Anda gunakan jika Anda merasa stres. Ini mungkin sesederhana mengambil napas dalam-dalam yang disengaja baik dalam maupun luar. Untuk lebih banyak ide, lihat halaman kami, Teknik Relaksasi .

Hindari Kesombongan
Arogansi merugikan hubungan interpersonal.

Saat kepercayaan diri Anda tumbuh dan Anda menjadi sukses, hindari perasaan atau bertindak lebih baik daripada orang lain. Ingat – tidak ada yang sempurna dan selalu ada yang bisa Anda pelajari. Rayakan kekuatan dan kesuksesan Anda, dan kenali kelemahan dan kegagalan Anda. Beri penghargaan pada orang lain atas pekerjaan mereka – gunakan pujian dan pujilah dengan tulus. Bersikap sopan dan sopan, tunjukkan minat pada apa yang dilakukan orang lain, ajukan pertanyaan, dan libatkan.

Akui kesalahan Anda dan bersiaplah untuk menertawakan diri sendiri!